Anak Bunuh Ibu Kandung, Jenazah Dibakar di Sekotong untuk Hilangkan Jejak

- Wartawan

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah barang bukti dihadirkan polisi saat rilis resmi pengungkapan kasus pembunuhan berencana di Mapolda NTB.(Foto: Istimewa)

Sejumlah barang bukti dihadirkan polisi saat rilis resmi pengungkapan kasus pembunuhan berencana di Mapolda NTB.(Foto: Istimewa)

MATARAM,Halontb.com – Misteri penemuan jenazah hangus terbakar di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, akhirnya terungkap. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB memastikan korban merupakan seorang perempuan bernama YYA, warga Monjok Timur, Kota Mataram, yang tak lain adalah ibu kandung pelaku.

Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam konferensi pers Polda NTB, Selasa (27/1/2026). Polisi menyebut pembunuhan dilakukan secara terencana sebelum jasad korban dibuang dan dibakar di wilayah Sekotong.

“Korban adalah ibu kandung pelaku. Pelaku mengakui melakukan pembunuhan di rumah korban, kemudian membawa jenazah menggunakan mobil dan membakarnya di Sekotong,” ungkap sumber kepolisian dalam keterangan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus: Dicekik Saat Tertidur

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pembunuhan terjadi pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Pelaku melilitkan tali ke leher korban saat korban tertidur pulas di kamar, lalu menariknya hingga korban meninggal dunia.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku membiarkan jasad korban berada di kamar hingga pagi hari. Sekitar pukul 08.00 WITA, pelaku membungkus tubuh korban menggunakan sprei, kemudian memasukkannya ke dalam bagasi mobil Toyota Innova putih.

Pelaku sempat berkeliling kota untuk menghilangkan jejak, termasuk membeli bahan bakar jenis pertalite di salah satu kios penjual BBM eceran. Selanjutnya, pelaku membawa jasad korban menuju wilayah Sekotong.

Setibanya di Dusun Batu Leong, pelaku melihat situasi sepi. Ia kemudian memarkir kendaraan, menurunkan jasad korban dari bagasi, menyiramnya dengan bahan bakar, lalu membakarnya di lahan kosong di pinggir jalan.

“Sekitar satu jam kemudian, pelaku meninggalkan lokasi setelah mengira tubuh korban telah hangus terbakar,” ujar sumber penyidik.

Sempat Cabut Memori CCTV

Untuk menghilangkan jejak, pelaku juga sempat mencabut kartu memori CCTV di rumah korban sebelum membawa jasad ke dalam mobil. Namun, jejak pergerakan pelaku tetap terlacak melalui rekaman CCTV lain di sejumlah titik jalan.

Saksi mata juga sempat melihat mobil putih berhenti di sekitar lokasi pembakaran, yang kemudian menguatkan arah penyelidikan polisi.

Barang Bukti Disita Polisi

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

* 1 unit mobil roda empat

* Sepatu warna abu-abu

* Jaket hitam

* 2 unit rekaman CCTV

* Sampel darah di dalam mobil

* 1 kotak permen karet putih diduga berisi narkotika

* Swab kering DNA

* Plastik berisi kunci kendaraan

* 1 potong baju hitam

* Bingkai foto untuk pencocokan DNA gigi korban

* 3 unit telepon genggam

Barang bukti tersebut digunakan untuk memperkuat pembuktian ilmiah melalui uji forensik dan DNA.

Motif: Sakit Hati karena Masalah Uang

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap motif pembunuhan didasari sakit hati. Pelaku mengaku kesal karena permintaannya untuk meminjam uang kepada ibunya guna membayar utang tidak dipenuhi.

“Motifnya sakit hati karena permintaan uang tidak diberikan korban. Pelaku kemudian nekat menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri,” ungkap penyidik.

Terancam Hukuman Berat

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 459 KUHP juncto Pasal 458 ayat (2) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Hingga kini, penyidik masih melengkapi berkas perkara dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memperkuat konstruksi hukum dalam kasus tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tragis, Ayah Tebas Anak Kandung di Lombok Barat: Polisi Naikkan Status ke Penyidikan
Berbekal Rekaman CCTV, Tim Puma Polda NTB Berhasil Tangkap Residivis Jambret Lintas Wilayah
Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim Dilaporkan Atas Dugaan Persetubuhan Terhadap Santriwati
Satu Jam Menunggu di Samping Api, Ini Pengakuan Pria yang Tega Bakar Ibu Kandungnya.
Terkuak! Kades Sekotong Barat Ungkap Teka-teki Mobil Putih di Balik Tragedi Penemuan Mayat Terbakar
Terungkap! Bukan Korban Kejahatan, Ternyata Ini Penyebab Kematian Perempuan yang Ditemukan di Pantai Nipah Lombok Utara
Uang Negara Kembali, Pertanggungjawaban Menyusul: Kasus Samota Masuki Babak Penentuan
Ritual Berkedok Religi Diduga Jadi Alat Kekerasan, BKBH Unram Kawal Laporan Santriwati ke Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:29 WITA

DPRD NTB Tegaskan Sikap: Polri Harus Tetap di Bawah Komando Presiden

Senin, 26 Januari 2026 - 14:07 WITA

Laskar Gibran Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Prabowo–Gibran, Bantah Isu Perpecahan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:31 WITA

Ketua Umum Laskar Gibran Pusat dan Daerah Tegaskan Konsistensi Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:10 WITA

Reformasi Birokrasi Berlanjut, Pemkab Lombok Barat Segarkan OPD dan Lantik Pejabat Strategis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 15:53 WITA

Lalu Winengan Luncurkan “ABG – Abangnya Bang Gibran”: Sinyal Dukungan Total untuk Sang Wapres, Lawan Politik Mulai Resah ?

Minggu, 20 Juli 2025 - 03:01 WITA

Anggota DPRD NTB Periode 2019-2024 Bikin Testimoni, Ungkap Kronologi Kasus Bagi-bagi Uang Siluman di DPRD NTB

Rabu, 25 Juni 2025 - 09:40 WITA

Mendengar Langsung Suara Rakyat, Hj. Rafi’ah Janjikan Sumur Bor dan Dukung Tradisi Sosial Rungkang

Minggu, 22 Juni 2025 - 09:12 WITA

Musda XI Golkar NTB Rampung, Mohan Terpilih Aklamasi dan Siap Rebut Dapil NTB I

Berita Terbaru