Dulu Andalkan Genset, Kini Sekolah Terpencil di Bima Diterangi SUPERSUN dari PLN!

- Wartawan

Kamis, 27 November 2025 - 04:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armada PLN menembus medan perbukitan menuju sekolah terpencil, memastikan akses energi bersih hadir bagi dunia pendidikan di pelosok Bima dan Dompu. (Foto: Dok. PLN)

Armada PLN menembus medan perbukitan menuju sekolah terpencil, memastikan akses energi bersih hadir bagi dunia pendidikan di pelosok Bima dan Dompu. (Foto: Dok. PLN)

Halontb.com – Empat sekolah terpencil di wilayah Lambu, Sape, dan Tambora kini mendapatkan cahaya baru berkat sistem SUPERSUN yang dipasang PLN UIW NTB melalui UP3 Bima. Program ini menjadi penanda bahwa pemerataan listrik di pedalaman terus bergerak maju, sekaligus mendukung agenda nasional percepatan digitalisasi pembelajaran.

SUPERSUN, yang menjadi solusi energi mandiri bagi daerah sulit listrik, dibawa langsung ke SMPN 8 Lambu, SMPN 10 Satu Atap Lambu, SDN Tongga, dan SDN Tambora. Seluruh sekolah itu sebelumnya mengandalkan genset, itupun hanya pada momen tertentu karena keterbatasan bahan bakar. Dengan SUPERSUN, sekolah kini memiliki sumber energi yang stabil dan ramah lingkungan.

Setiap unit SUPERSUN terdiri dari panel surya 2×550 W yang menyerap energi matahari, baterai penyimpanan 2.350 Wh, serta meter 1.300 VA yang mengatur sistem distribusi daya. Perangkat ini mampu mendukung operasional hingga delapan jam setiap harinya. Kemampuan menambah kapasitas penerangan hingga 6A membuat sekolah dapat mengelola ruang belajar secara lebih fleksibel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tiga sekolah yang telah melengkapi data, sebanyak 72 siswa dan 37 tenaga pendidik kini merasakan langsung manfaatnya. Ruang kelas yang dulunya hanya bergantung pada cahaya matahari sepanjang hari kini menjadi tempat belajar yang lebih layak, terang, dan memungkinkan penggunaan media ajar berbasis teknologi.

Medan yang ditempuh PLN untuk menghadirkan energi bersih ini tidak ringan. Dari ULP Dompu, perjalanan menuju SDN Tambora menempuh 138 km atau lebih dari tiga jam. Sementara ke SDN Tongga menempuh jarak 47 km, dan dua sekolah di Lambu berjarak 26 hingga 35 km dengan waktu tempuh hampir satu jam. Namun, tantangan geografis itu tidak menyurutkan langkah PLN.

Program SUPERSUN juga membantu lingkungan. Penghematan solar hingga 24 liter per hari untuk setiap sekolah menjadi dampak langsung yang signifikan, ditambah penurunan emisi karbon mencapai 1.470 kg CO₂ per tahun. Pengurangan penggunaan genset ini sejalan dengan target netral karbon dan visi pembangunan rendah emisi di NTB.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa pemerataan listrik merupakan komitmen jangka panjang PLN. “Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak yang belajar dalam gelap. Energi bersih yang kami hadirkan adalah jalan menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi layanan listrik berbasis EBT akan terus digencarkan. “PLN akan terus memperluas jangkauan dan meningkatkan keandalan sistem. Bersama Pemerintah, kami optimis akses energi layak akan merata hingga ke titik paling terpencil di NTB,” katanya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPS Mencatat Ekonomi NTB Tumbuh 13,64%, Berhasil Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka
Dana Haji Rp180 Triliun, BPKH Pastikan Likuiditas Aman dan Dikelola Secara Syariah
POJOK NTBS Ampenan, Wajah Baru Pasar Tradisional yang Lebih Modern, Aman, dan Inklusif
Mataram Friday Relax, Saat Ruang Publik Menjadi Mesin Ekonomi dan Kebersamaan
Dari NTB untuk Indonesia: Bank NTB Syariah Perluas Peran Wakaf Uang, Bidik Dampak Ekonomi Jangka Panjang
Dari Semangat Kartini ke Aksi Nyata, Bank NTB Syariah Perkuat Peran Perempuan di Mataram
Transformasi Senyap di Desa Medana: Sentuhan PLN Ubah Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Baru
Energi Perempuan, Energi Masa Depan: Srikandi PLN NTB Teguhkan Peran Strategis di Era Transformasi

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:33 WITA

Perkuat Karakter dan Kesejahteraan Guru, Gubernur NTB: Jadilah Teladan yang Dicintai Murid

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:01 WITA

NIP dan Gaji Puluhan PPPK Paruh Waktu Lobar Macet, DPRD Desak BKD Segera Tuntaskan Administrasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:49 WITA

Nasib 1.632 Guru Honorer Lobar di Ujung Tanduk, Sasaka Nusantara Siapkan ‘Perang’ Advokasi hingga ke Pusat

Senin, 27 April 2026 - 08:28 WITA

Inspiratif! Kepala MAN Lobar Beri Apresiasi dan Penghargaan bagi Dua Atlet Pencak Silat Peraih Medali

Senin, 27 April 2026 - 08:25 WITA

Siswa MAN Lombok Barat Sabet Dua Medali di Mataram Open Pencak Silat Tournament 2026

Kamis, 16 April 2026 - 05:16 WITA

Sentuh Hati Ratusan Siswa di Mataram, Mendes PDT: Doa Orang Tua Adalah ‘Jalan Tol’ Menuju Sukses

Selasa, 14 April 2026 - 09:31 WITA

Sekolah Rakyat di NTB, Hadirkan Pendidikan Aman, Ramah bagi Anak dan Kelompok Rentan

Senin, 13 April 2026 - 17:06 WITA

Dari Proyek ke Dampak, Satker Prasarana Strategis NTB Ubah Arah Pembangunan Lebih Berorientasi Publik

Berita Terbaru