Justitia Fight Sport Siap Guncang Ring NTB: 32 Fighter Akan Adu Nyali di Mataram

- Wartawan

Senin, 10 November 2025 - 12:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana menegangkan mewarnai sesi press conference dan face off Justitia Fight Sport, 32 fighter siap unjuk nyali di ring kehormatan NTB. (Foto: Istimewa)

Suasana menegangkan mewarnai sesi press conference dan face off Justitia Fight Sport, 32 fighter siap unjuk nyali di ring kehormatan NTB. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Sebuah gebrakan baru hadir dari dunia olahraga bela diri Nusa Tenggara Barat. Komunitas Justitia Sport Community bersama Musa Creative menghadirkan “Justitia Fight Sport (JFS)”, ajang pertarungan yang siap mengguncang ring NTB dengan tema penuh makna: “Justice Has No Mercy”.

Event ini akan dihelat pada 29 November 2025 di Auditorium Yusuf Abubakar Universitas Mataram, melibatkan 32 fighter dari berbagai daerah di NTB. Namun, tensi pertandingan mulai naik sejak press conference dan face off yang berlangsung di Nonasuka Gomong, Mataram.

Promotor JFS, Muhammad Sultan Abdullah, menjelaskan bahwa event ini menjadi momentum penting bagi para pegiat olahraga tarung di NTB untuk tampil di level kompetitif dan terorganisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun ini kami membuka empat kategori: influencer, amatir, antar kampus, dan antar himpunan. Semua petarung sudah melalui seleksi ketat, dan yang di kelas amatir mendapat rekomendasi langsung dari PERTINA,” jelas Sultan.

Menurutnya, JFS bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga gerakan pembinaan dan wadah ekspresi positif bagi generasi muda NTB.

“Kami ingin menyalurkan energi muda agar tersalurkan di tempat yang benar, dengan nilai-nilai profesionalisme dan sportivitas,” katanya.

Ketua Umum Justitia Fight Sport, Khairul Imam, menegaskan bahwa JFS mengandung filosofi yang kuat.

“Tema Justice Has No Mercy mengajarkan bahwa di atas ring, setiap orang diuji secara adil. Tidak ada belas kasihan, hanya kemampuan dan keberanian yang bicara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khairul menyebutkan bahwa Justitia Fight Sport hadir untuk membangun ekosistem bela diri yang solid dan berkelanjutan di NTB.

“Kami ingin membuktikan bahwa NTB memiliki potensi besar di dunia combat sport. Dari sinilah lahir fighter-fighter yang siap bersaing di pentas nasional,” tegasnya.

Dengan semangat keadilan, disiplin, dan keberanian, Justitia Fight Sport menjadi simbol kebangkitan olahraga tarung di NTB bukan sekadar laga, tetapi perjalanan menuju kehormatan sejati.

Facebook Comments Box

Editor : reza

Berita Terkait

Zabur: Dukung MotoGP Mandalika 2025, Tapi Hak Warga Jangan Dikesampingkan
Ketua Bardam Nusa Ajak Masyarakat Dukung dan Sukseskan MotoGP Mandalika 2025
Ketua Forum Kadus Ajak Warga Desa Kuta Berperan Aktif Sukseskan MotoGP Mandalika
Mandalika Dipoles Jadi Kebanggaan, Pemprov NTB Malah Bilang Tak Sanggup Bayar
Ada Pungli di Bansis Milik Oknum Anggota DPRD NTB, Forum Rakyat Laporkan ke Kejati NTB
Proyek Misterius di Gelanggang Pemuda: Dikerjakan Tanpa Izin, Dibiayai Entah dari Mana
FKUB NTB Support Pelaksanaan MotoGP Mandalika 2025
Gemuruh di Selaparang: FORNAS VIII Bungkus Prestasi, Gairahkan Ekonomi, dan Teguhkan Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Minggu, 2 November 2025 - 14:03 WITA

Ketika Tanah Negara ‘Disulap’ Jadi Milik Pribadi: Praperadilan Mantan Pejabat BPN Ambruk di Mataram

Senin, 27 Oktober 2025 - 23:25 WITA

“Baju Seragam, Tangan Bercincin, dan Pitingan Maut” Dua Polisi Diperkarakan atas Kematian Rekan Sendiri

Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:36 WITA

Di Balik Nama Pembangunan: Dugaan Korupsi Lahan MXGP Samota Menganga

Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:45 WITA

Lapas Lombok Barat Tegaskan Komitmen Berantas Halinar Lewat Deklarasi Nasional Imipas 2025

Jumat, 17 Oktober 2025 - 00:43 WITA

Istri Polisi Tersangka Pembunuhan, Tekanan Ekonomi Jadi Akar Tragedi Lembar

Jumat, 17 Oktober 2025 - 00:40 WITA

Dana Siluman Pokir: Ketika Uang Kembali, Tapi Keadilan Tak Pernah Datang

Jumat, 17 Oktober 2025 - 00:36 WITA

Kasus Brigadir Esco: Briptu RS dan 4 Tersangka Terancam Hukuman Berat Pasal 340 KUHP

Kamis, 16 Oktober 2025 - 10:53 WITA

Kuripan Berduka: Tubuh Roni Gantung Kaku, Pagi Bersuara Sunyi

Berita Terbaru