HALO NTB — LOMBOK BARAT, Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Taman Ayu tahun 2026 mulai menjadi perhatian masyarakat. Di antara tiga calon yang akan berkompetisi, H. Suhaili dinilai memiliki peluang kuat untuk meraih kepercayaan masyarakat berdasarkan dinamika dukungan yang berkembang di lapangan.
Selain H. Suhaili, dua nama lainnya yang turut meramaikan kontestasi ini adalah H. Kamarudin dan Erwin Kurniawan. Ketiganya memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda yang tentu menjadi bahan pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan.
Baca juga: Debut Spektakuler! H. Suhaili Jadi Pendaftar Pertama Pilkades Taman Ayu, Diiringi Ratusan Pendukung
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga Dusun Peseng berinisial AN menyampaikan pandangannya mengenai kesiapan para calon, khususnya terkait pengalaman dalam pemerintahan desa.
Menurut AN, pengalaman birokrasi dan pengabdian kepada masyarakat merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum seseorang dipercaya memimpin desa.
“Menurut saya, Erwin masih perlu memperkuat pengalaman di pemerintahan desa. Menjadi anggota BPD merupakan kesempatan untuk belajar memahami persoalan masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan fungsi pengawasan. Idealnya, proses pengabdian itu dijalani dengan matang sebelum melangkah ke posisi kepala desa,” ungkap AN.
Meski demikian, AN mengakui keberanian Erwin untuk tampil dalam kontestasi Pilkades patut diapresiasi. Menurutnya, keberanian tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan, pengalaman, dan pemahaman yang memadai terhadap persoalan desa.
“Berani maju tentu bukan hal yang mudah. Namun, memimpin desa membutuhkan lebih dari sekadar keberanian. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan untuk seluruh masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Ratusan Pendukung Antar Nurdinah di Hari Terakhir Pilkades Suka Makmur, Usung “Besopok Periri Dese”
Sementara itu, H. Kamarudin yang berasal dari Dusun Gunung Malang diketahui memiliki pengalaman belasan tahun sebagai staf desa. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang dapat dipertimbangkan masyarakat.
Namun, dalam menentukan pilihan, masyarakat tentu tidak hanya melihat lamanya pengalaman seseorang di birokrasi, tetapi juga mempertimbangkan hasil kerja, integritas, kualitas pelayanan, serta kontribusi nyata yang dirasakan selama masa pengabdian.
Penilaian terhadap setiap calon pun semestinya dilakukan secara objektif, dengan mengedepankan fakta dan memberikan ruang bagi masing-masing calon untuk menjelaskan rekam jejak serta program yang ditawarkan.
Di sisi lain, H. Suhaili juga menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam Pilkades Taman Ayu 2026. Berdasarkan pengamatan pihak pendukungnya, dukungan terhadap H. Suhaili disebut tersebar di sejumlah dusun.
Meski demikian, tingkat dukungan tersebut masih perlu dibuktikan melalui data yang terukur apabila hendak dijadikan dasar untuk menyimpulkan posisi elektoral masing-masing calon.
Baca juga: Kejutan di Hari Terakhir, Gufran Muncul dan Resmi Daftar Pilkades Sekotong Barat Pada Malam Hari
Peluang kemenangan dalam Pilkades tidak semata-mata ditentukan oleh popularitas, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat, gagasan pembangunan, integritas, serta kemampuan calon dalam menjawab kebutuhan warga.
Pilkades Taman Ayu 2026 diharapkan menjadi ajang demokrasi yang sehat, tempat masyarakat menilai para calon berdasarkan kapasitas dan komitmen pengabdian, bukan sekadar persaingan antarkelompok.
Pada akhirnya, masyarakatlah yang memiliki hak penuh untuk menentukan siapa yang paling layak memimpin Desa Taman Ayu ke depan.
Pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang mampu memenangkan persaingan, melainkan mereka yang siap mengemban amanah, melayani seluruh masyarakat, dan bekerja demi kemajuan desa tanpa membedakan pilihan politik.









