HALO NTB — LOMBOK BARAT, Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, diwarnai kejutan di hari terakhir masa pendaftaran. Pada Rabu malam (7/10/2026), tepat pukul 20.00 WITA atau menjelang penutupan registrasi, Gufran, S.Pd., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa.
Berbeda dari calon-calon sebelumnya, Gufran memilih tampil sederhana saat mendaftarkan diri. Jika umumnya para calon di sejumlah wilayah Lombok Barat datang dengan arak-arakan massa dan iringan musik tradisional, Gufran justru hadir dengan suasana yang lebih tenang dan tanpa kemeriahan berlebihan.
Baca juga: Ratusan Pendukung Antar Nurdinah di Hari Terakhir Pilkades Suka Makmur, Usung “Besopok Periri Dese”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia hanya didampingi oleh keluarga inti saat menyerahkan berkas ke sekretariat panitia. Pilihan waktu di malam hari ini dinilai strategis untuk menghindari terik matahari dan menciptakan suasana yang lebih sejuk serta bersahaja selama proses verifikasi.
Kendati hadir pada tahap akhir pendaftaran, berkas dokumen persyaratan yang diajukan telah diterima oleh panitia Pilkades Sekotong Barat.

Dengan masuknya nama Gufran, jumlah bakal calon di Desa Sekotong Barat kini genap menjadi lima orang, yang dipastikan akan semakin memanaskan dinamika persaingan menuju pilkades nanti.
Dalam keterangan singkatnya usai pendaftaran, Gufran mengungkapkan motivasi utamanya untuk maju adalah keinginan bersama membangun desa, dengan fokus khusus pada penguatan peran serta pemuda. Ia menilai bahwa potensi generasi muda di Sekotong Barat belum tersentuh secara optimal, terutama dalam bidang usaha dan ekonomi.
“Kita harus libatkan para pemuda dan pemudi, terutama dalam bisnis digital dan ekonomi kreatif. Yang muda harus berjuang, yang tua mengayomi, dan desa harus membimbing,” ujar Gufran.
Baca juga: Diiringi Gendang Beleq, Agus Sueb Daftar Pilkades Terong Tawah Bawa Gagasan Perubahan
Gufran menjabarkan empat pilar utama pembangunan yang akan ia usung jika terpilih, yaitu pengembangan sektor pariwisata, perikanan, pertanian, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia bertekad mengubah paradigma pembangunan desa agar lebih inklusif terhadap inovasi anak muda.
Sebagai seorang Sarjana Pendidikan (S.Pd.), Gufran menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam kepemimpinan desa. Ia mengusung prinsip dasar “Melayani dan Mengayomi” sebagai landasan gerakannya.
Menurutnya, pemerintah desa tidak hanya berfungsi sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang melindungi dan mendorong potensi warganya.
“Motivasi saya sederhana: bersama membangun desa. Kami ingin memastikan bahwa setiap elemen masyarakat, dari nelayan hingga pelaku UMKM, merasa diberdayakan,” tambahnya.
Baca juga: Debut Spektakuler! H. Suhaili Jadi Pendaftar Pertama Pilkades Taman Ayu, Diiringi Ratusan Pendukung
Masuknya Gufran sebagai pendaftar kelima di menit-menit terakhir menambah variasi kandidat di Desa Sekotong Barat. Warga kini menunggu bagaimana strategi masing-masing calon dalam menyampaikan gagasan mereka, khususnya terkait bagaimana melibatkan generasi muda dalam roda perekonomian desa.
Dengan ditutupnya masa pendaftaran, tahapan selanjutnya akan memasuki periode penelitian, pengumuman, hingga masa kampanye yang diprediksi akan berlangsung kompetitif namun tetap kondusif.









