HALO NTB — LOMBOK TENGAH, Anggota Komisi IX DPR RI, H. Muazzim Akbar, bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengintensifkan sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) untuk mendorong terwujudnya keluarga berkualitas sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting.
Kegiatan Sosialisasi yang berlangsung hikmat namun penuh keakraban tersebut berlangsung di Lapangan Futsal Deni, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus edukasi publik ini dihadiri H. Muazzim Akbar, Kepala Perwakilan BKKBN NTB Dr. Makripuddin, Kepala Dinas P3AP2KB Lombok Tengah H. Kusriadi, serta Camat Praya Timur H. Jumardi.
Dalam paparannya H. Muazzim Akbar menegaskan bahwa pembangunan keluarga berkualitas harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, upaya menciptakan keluarga yang sejahtera dan melahirkan generasi cerdas membutuhkan perhatian sejak anak masih berada dalam kandungan hingga tumbuh dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan gizi seimbang, serta pendampingan terhadap ibu hamil dan anak pada masa pertumbuhan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah stunting dan mempersiapkan generasi masa depan yang sehat serta mampu bersaing.
Muazzim juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah, termasuk pelayanan di Posyandu dan Puskesmas. Ibu hamil diharapkan rutin memeriksakan kondisi kehamilannya agar kebutuhan kesehatan dan gizi dapat dipantau sejak dini.
Menurutnya, perhatian terhadap pemenuhan gizi tidak boleh berhenti setelah anak dilahirkan. Kebutuhan nutrisi perlu diperhatikan sejak masa kehamilan, menyusui, balita, hingga anak memasuki usia sekolah.
Pemberian makanan bergizi dan bervariasi, seperti telur, ikan, ayam, dan sumber protein lainnya, perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dengan dukungan keluarga dan pemantauan kesehatan yang baik, pertumbuhan anak diharapkan berlangsung optimal.
“Mulai dari sejak dia hamil, bagaimana kita kawal untuk periksa setiap bulan, bagaimana kita jaga mereka sampai usia dua tahun atau dua tahun setengah, dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan untuk mengurangi angka stunting,” pesan Muazzim kepada masyarakat yang hadir.
Ia menambahkan, program pembangunan keluarga juga perlu disertai perencanaan keluarga yang matang. Dengan demikian, orang tua dapat memberikan perhatian, pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan anak secara optimal.
Muazzim menegaskan, pemerintah tidak melarang keluarga memiliki lebih dari dua anak. Namun, ia mendorong masyarakat merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan agar kebutuhan setiap anggota keluarga dapat terpenuhi dengan baik.
“Kalau memang kita mampu, pemerintah tidak pernah melarang, boleh mau tiga, mau empat, mau lima. Tetapi kita berharap keluarga bisa dibangun menjadi keluarga yang bahagia, sejahtera, dan pintar,” ujarnya.
Selain membahas kesehatan keluarga, Muazzim menekankan pentingnya memperluas edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi lintas sektor. Ia berharap masyarakat tidak hanya menerima informasi mengenai Bangga Kencana, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyampaikan kembali pengetahuan tersebut kepada keluarga masing-masing.
Ia juga menyampaikan rencana untuk mendorong kegiatan sosialisasi lanjutan mengenai berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk layanan BPJS Kesehatan, keamanan pangan, dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Sementara itu, Camat Praya Timur H. Jumardi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Bangga Kencana di wilayahnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau kecamatan lain di Kabupaten Lombok Tengah.
Menurut Jumardi, sosialisasi semacam ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembangunan keluarga, kesehatan, serta upaya menyiapkan generasi yang berkualitas.
Di sisi lain, Kepala Dinas P3AP2KB Lombok Tengah H. Kusriadi menyoroti perkawinan anak atau yang dikenal masyarakat Sasak sebagai merarik kodeq sebagai salah satu faktor risiko yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan stunting.
Ia mengatakan, pemerintah daerah terus menggencarkan edukasi mengenai pencegahan perkawinan anak melalui sosialisasi di sekolah-sekolah dan pondok pesantren.
Selain itu, Dinas P3AP2KB Lombok Tengah juga memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap desa untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga yang berisiko mengalami masalah gizi maupun stunting.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga mengenali risiko sejak dini, meningkatkan pemahaman tentang kesehatan ibu dan anak, serta mendorong pemenuhan gizi yang memadai selama masa kehamilan dan pertumbuhan anak.
Melalui sosialisasi Bangga Kencana, Muazzim Akbar bersama BKKBN NTB dan pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, serta pencegahan perkawinan anak semakin meningkat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia yang bebas dari stunting dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian doorprize, menandakan komitmen kuat DPR RI dan BKKBN dalam membangun keluarga berkualitas Indonesia dari Lombok untuk dunia.







