Pertemuan Kecil: Puisi Karya Lukis dan Foto

- Wartawan

Kamis, 18 April 2024 - 12:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Agus K Saputra merilis buku kumpulan puisi baru yang berjudul

Agus K Saputra merilis buku kumpulan puisi baru yang berjudul "Pertemuan Kecil" untuk yang ketujuh kalinya.. (Foto: istimewa)

Halontb.com — Agus K Saputra “melepas” buku kumpulan puisi lagi. Kali ini -untuk ketujuh kalinya- dengan judul Pertemuan Kecil. Ya, ini semacam kreativitas baru. Menggagas sebuah pertemuan antara para seniman lukis dan foto. Bertemunya dalam rangkaian kata-kata, yaitu puisi.

Menurut Kongso Sukoco –penulis, jurnalis dan pegiat teater—Agus K Saputra bukan karena kehabisan gagasan dan inspirasi untuk menulis puisi. Sebagaimana penyair menulis puisi yang berangkat dari realitas pengalaman sehari-hari.

Ia mungkin -tulis Kongso di halaman 89- selain mencoba hal baru dan berbeda, bisa jadi Agus merasa bahwa menterjemahkan karya seni rupa menjadi puisi adalah tantangan dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya dalam penulisan puisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ia mungkin juga ingin mengeksplorasi hubungan dan interaksi antara seni sastra dan seni rupa, yang keduanya merupakan bentuk ekspresi seni yang indah dan bermakna,” beber Kongso, Selasa 16 April 2024

Isnan Sudiarto mengatakan bahwa di karya foto sedikit sekali kita dapatkan. Tapi kalau kata bisa ke mana-mana larinya. Makanya gak bisa sebuah puisi disamakan dengan sebuah foto. Walaupun obyek kita bidik itu sama. Di sanalah kekuatan kata adanya.

“Makanya, tulisan yang bagus adalah bagaimana kuasa kata. Jadi kita itu harus “dikolonialisasi” oleh bahasa. Kita harus ditundukkan oleh bahasa,” cetus Isnan –penikmat sastra dan budaya yang mukim di Yogyakarta.

Bagi Agus, karya lukis kerap mengundang dirinya untuk menelisik lebih jauh. Memandangnya berlama-lama. Sekaligus menikmati dalam pikiran yang tidak berkesudahan. Hingga berakhir menjadi sebuah narasi.

Karya lukis yang “dibesut” oleh Agus adalah karya lukis Soni Hendrawan (ada di dinding “padepokan” Rumah Barudak), Zaeni Mohammad (saat Pameran di Taman Budaya), Lalu Syaukani, Mantra Ardana, Imam Hujatjatul Islam dan S La Radek yang “berslieweran’ di Facebook.

“Jika orang-orang berkomentar dengan kalimatnya masing-masing. Maka saya melalui puisi,” ujar Agus.

Sementara puisi dari karya foto, tulis Agus dalam Pengantar di hal. 11, tidak ada bedanya dengan karya lukis. Ia berfungsi sebagai alat rekam sementara ketika menemukan inspirasi di suatu benda dan tempat.

Ada hal menarik lainnya dalam kumpulan puisi Pertemuan Kecil ini. Antara lain, pertama adalah instrumentalia dari Krakatau Band berjudul Senja, berhasil “dipuisitisasi” oleh Agus. Kedua, ada empat judul puisi, yaitu Celepen, Muih, Dilema dan Gempa Lombok: Ingatan Melawan Lupa, pun berhasil dimusikalisasi oleh Soni Hendrawan –yang sayangnya barcode musikalisasinya tidak ditampilkan.

Terkait musikalisasi puisi, Ary Juliyant memberi pernyataan tersendiri. Yaitu bagaimana proses harmonisasi bunyi menjadi musik. “Dari kumpulan kata-kata lahir musikalisasi puisi,” kira-kira seperti itu ujar Kang Ary.

Apa pun itu, Kongso Sukoco menilai bahwa transformasi (proses penafsiran) oleh Agus K Saputra dari pengalaman visual ke dimensi bahasa merupakan bentuk apresiasi seni yang unik. Ini suatu (yang mungkin) menjadi reinterpretasi ekspresi visual (dalam lukisan) melalui kata-kata, melalui bahasa puisi.

“Kita meresapi perasaan dan emosi yang muncul saat melihat lukisan, dan kita melakukan re-kreatif sebuah ekspresi visual,” tandas Kongso.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cinta Al-Qur’an Berbuah Prestasi, Siswa MAN Lombok Barat Borong Juara MTQH Gerung 2026
Salat Istisqa di MAN Lombok Barat, TGH Taufikurrahman Ajak Jamaah Perbanyak Istigfar
Gemilang! Lima Srikandi Karate MAN Lombok Barat Borong 5 Gelar di Bupati Cup V 2026
Jelang OMI NTB, 33 Juara OMI Lombok Barat Terima Reward dari Kemenag dan BAZNAS
Kabar Baik, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 PPPK Paruh Waktu, Ini Besarannya
Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa
Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar
MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:23 WITA

PLN UP3 Bima Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Kelistrikan Diarahkan Dukung Ketahanan Pangan NTB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PLN Perluas Makna Pengabdian, Hadirkan Energi Inspirasi bagi Pendidikan Anak-anak Lombok Utara

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:32 WITA

Dari Pasar Uang Syariah ke Rumah Subsidi, Bank NTB Syariah Perkuat Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Dari NTB ke Jepang, Bank NTB Syariah Gandeng Lembaga Pelatihan untuk Perkuat Pembiayaan Pemagangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WITA

Danantara Dorong BUMN Utamakan Pelanggan, PLN Masuk Dua Besar Layanan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Efek MotoGP Mandalika, Pelindo Catat Lonjakan Penumpang 40 Persen dan Kendaraan 32 Persen

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WITA

Bukan Hanya Balapan, Keandalan Listrik PLN Jadi Penopang Citra Mandalika di Panggung Dunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Mandalika Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan, PLN Hadirkan SPKLU Fast Charging Saat MotoGP 2026

Berita Terbaru