Pernyataan Kluivert Tentang Target Piala Dunia 2026 dan Tantangan Warganet yang Harus Dihadapi

- Wartawan

Senin, 13 Januari 2025 - 03:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. (Sumber: Instagram.com/@timnasindonesia)

Gambar pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. (Sumber: Instagram.com/@timnasindonesia)

Halontb.com – Pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menghadapi tantangan besar dalam misinya membawa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

Dalam konferensi pers pertamanya di Jakarta pada Minggu, 12 Januari 2025, Kluivert menyatakan bahwa dirinya merasa tertantang oleh ekspektasi tinggi yang diberikan kepadanya. Tekanan itu muncul setelah kabar mengejutkan tentang pemecatan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Timnas Indonesia yang diumumkan oleh PSSI pada Senin, 6 Januari 2025.

Dengan pelatih baru di kursi kepemimpinan, Kluivert dan para pemain seperti Marselino tetap bertekad menjaga harapan untuk tampil di Piala Dunia 2026. Saat ini, Indonesia berada di posisi ketiga dalam klasemen sementara Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan enam poin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika Timnas Indonesia berhasil meraih hasil positif dalam empat laga tersisa, peluang untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 akan terbuka lebar. Kluivert menyatakan bahwa tekanan tersebut justru membuatnya semakin percaya diri dan bersemangat untuk menularkan energi positif kepada para pemain.

“Saya adalah orang yang suka tekanan dan dengan tekanan saya bisa tampil cukup baik,” ujar Kluivert. “Yang terpenting adalah untuk menularkannya pada para pemain dan ini merupakan saat yang menarik untuk datang,” tambahnya.

Kluivert juga mengakui bahwa ia sudah memahami antusiasme warganet yang sangat mendukung Indonesia menuju Piala Dunia 2026. Menurutnya, tekanan dari para penggemar harus diimbangi dengan dukungan yang solid agar tim bisa meraih tujuan bersama.

“Saya bisa melihat bagaimana mereka (penggemar Garuda) ingin mencapai tujuan (Piala Dunia 2026) itu,” ujar Kluivert. “Oleh karena itu, semua orang harus mendukung tim hingga kami bisa meraih itu dan semua orang senang. Hal itu yang paling penting,” tandasnya.

Sementara itu, anak dari Shin Tae-yong, Shin Jae-won, membuka pengalaman sang ayah selama lima tahun melatih Timnas Indonesia. Dalam postingan Instagramnya pada Rabu, 8 Januari 2025, Shin Jae-won mengungkapkan perasaan sedihnya setelah mendengar pemecatan sang ayah.

Shin Jae-won mengungkapkan bahwa ayahnya selalu bekerja keras untuk meningkatkan performa Garuda dan selalu memikirkan cara untuk membahagiakan para penggemar Indonesia. “Sangat sedih mendengar ayah saya harus pergi dari Timnas Indonesia. Saya bisa merasakan seberapa besar dia mencintai dan peduli terhadap Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Shin Jae-won menceritakan bagaimana STY tetap optimis dan terus berusaha membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi, meskipun banyak rintangan. “Setelah kemenangan di Round 3 Kualifikasi Piala Dunia (melawan Arab Saudi), dia bilang ke keluarga akan meraih hasil bagus di Australia pada Maret 2025,” ujar Shin Jae-won.

Selain itu, STY juga dikenal memiliki kesabaran yang luar biasa dalam melatih para talenta muda Indonesia, terutama dalam ajang AFF 2024, meski tim Garuda U-22 tidak berhasil lolos dari fase grup. “Negara lain berpartisipasi di Piala AFF 2024 dengan timnas senior, tetapi saya dengar Indonesia bersepakat dengan PSSI untuk menurunkan tim U-22,” jelas Shin Jae-won.

Shin Jae-won juga menilai bahwa tekanan dari warganet justru memberikan dukungan yang kuat bagi ayahnya. “Saya sangat senang dia membuktikannya dengan hasil positif untuk Timnas Indonesia,” ujarnya.

Sekarang setelah STY meninggalkan kursi kepelatihan, ia akan beristirahat di Korea Selatan bersama keluarga. Shin Jae-won mengucapkan terima kasih kepada penggemar Indonesia atas dukungan yang terus diberikan kepada ayahnya.

“Kini dia lengser dari Timnas Indonesia, sekarang akan beristirahat dan menghabiskan waktu dulu bersama kami di Korea sambil mengisi ulang energi, dan mengambil tantangan lain,” jelas Shin Jae-won. “Terima kasih ayah atas kerja kerasmu untuk sepak bola Indonesia selama 5 tahun. Terima kasih banyak fans sepak bola Indonesia atas dukungan dan cintanya,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Perkuat Sinergi, Infrastruktur dan Pariwisata
Haniy, Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali Perak pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2026
Harumkan Nama NTB, Tiga Siswa MAN Lombok Barat Raih Medali di Masmirah Championship 2026
RESMI! Ini Klasemen Akhir Perolehan Medali Porprov NTB 2026, Kota Mataram Hattrick Juara Umum
KODRAT Lombok Barat Borong 3 Emas di Porprov NTB 2026, Lampaui Target Sebelumnya
Cabor Gulat Lombok Barat Mengamuk di Porprov NTB 2026: Sabet Tiga Emas, Nyalakan Asa Menuju PON 2028
Dua Atlet Putri Lombok Barat Persembahkan Emas di Porprov NTB 2026
Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:40 WITA

Polres Lombok Barat Perketat Penertiban Knalpot Brong Jelang HUT RI ke-81: Edukasi dan Penindakan Jadi Prioritas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Heboh Isu Penculikan Anak di Sekotong Ternyata Curas, Korban Dijebak Modus Bantuan Sembako

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:24 WITA

Tiga Anggota DPRD NTB Divonis Bebas dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Siluman

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Polresta Mataram Gelar 44 Adegan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WITA

Polresta Mataram Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Berita Terbaru