HALO NTB — LOMBOK BARAT, Ratusan warga mengiringi bakal calon kepala desa (kades) Nurdinah saat mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkades Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (7/10/2026).
Rombongan pendukung yang terdiri dari pemuda-pemudi, emak-emak, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat tersebut datang dengan diiringi musik tradisional. Suasana pendaftaran pada hari terakhir pun berlangsung meriah.
Baca juga: Diiringi Gendang Beleq, Agus Sueb Daftar Pilkades Terong Tawah Bawa Gagasan Perubahan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nurdinah yang merupakan warga Dusun Kebon Kongok menjadi bakal calon ketiga yang mendaftarkan diri pada hari penutupan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi, panitia menyatakan dokumen persyaratan yang diserahkan Nurdinah lengkap dan menerima pendaftarannya.
Desa Sukamakmur merupakan satu dari 77 desa di Kabupaten Lombok Barat yang akan mengikuti pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026.
Nurdinah mengatakan keputusannya maju dalam kontestasi Pilkades Sukamakmur tidak terlepas dari dorongan masyarakat. Ia juga mengaku mencermati perkembangan Desa Suka Makmur dalam beberapa tahun terakhir.
“Dengan perkembangan desa yang kita lihat sekian tahun ini, kami memutuskan bismillah untuk bergerak bersama teman-teman lewat pencalonan diri ini. Harapannya, kita bisa mengubah Suka Makmur ke depan,” ujar Nurdinah.
Baca juga: Debut Spektakuler! H. Suhaili Jadi Pendaftar Pertama Pilkades Taman Ayu, Diiringi Ratusan Pendukung
Ia mengatakan dukungan keluarga semakin menguatkan keputusannya untuk maju. Pencalonan tersebut, kata dia, diniatkan sebagai bagian dari ibadah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Apa pun yang terjadi, kita terima dengan legawa,” katanya.
Pilkades 2026 menjadi pengalaman pertama bagi Nurdinah untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa. Ia memilih mendaftarkan diri pada hari terakhir karena mengikuti kesepakatan bersama tim dan aspirasi masyarakat pendukungnya.
“Kami mengikuti keinginan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pencalonannya, Nurdinah mengusung slogan “Besopoq Periri Dese”. Slogan berbahasa Sasak tersebut mengandung semangat persatuan warga dari berbagai dusun, termasuk Mengko dan Kebon Kongok, untuk bersama-sama membangun Desa Suka Makmur.
Sementara itu, visi dan misi Nurdinah dirangkum dalam akronim “SIAP”, yakni Solid, Inspiratif, Aktif, dan Produktivitas.
Melalui visi tersebut, ia ingin mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat di tingkat bawah, agar lebih aktif dan produktif sesuai potensi masing-masing.
Baca juga: Didominasi Dukungan Anak Muda, Bambang Kurdi Sartono Jadi Pendaftar Pertama Pilkades Buwun Sejati
Jika nantinya dipercaya memimpin Desa Suka Makmur, Nurdinah menyiapkan tiga program prioritas. Pertama, pembenahan data digital desa. Ia menyebut masih menerima keluhan masyarakat mengenai data desa yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kedua, peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurut Nurdinah, kantor desa harus menjadi “rumah masyarakat” yang memberikan pelayanan cepat, terbuka, dan membuat warga merasa nyaman.
Ketiga, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Merah Putih untuk mengoptimalkan potensi ekonomi desa.
Ia menyebut sekitar 80 persen wilayah Desa Sukamakmur merupakan kawasan pertanian dan pegunungan. Karena itu, sektor pertanian dan pariwisata menjadi salah satu fokus yang ingin dikembangkan.
Di tengah tahapan Pilkades, Nurdinah mengajak seluruh masyarakat dan para pendukungnya menjaga ketertiban, keamanan, serta kondusivitas desa.
Baca juga: Pensiunan PDAM Giri Menang Muhammad Sa’i Resmi Maju Pilkades Lembar, Bawa Misi Perubahan
Ia menilai perbedaan pilihan dalam kontestasi demokrasi merupakan hal yang wajar. Karena itu, perbedaan tersebut diharapkan tidak mengganggu hubungan sosial antarwarga.
“Perbedaan itu kita bingkai dalam kasih sayang bersama di lingkup Desa Suka Makmur,” tuturnya.
Menurutnya, persatuan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
“Suka Makmur tetap aman, dan mudah-mudahan bisa maju,” pungkasnya.
Versi ini sudah dibuat lebih padat, objektif, dan bernuansa berita nasional, sekaligus menjaga seluruh poin penting dari bahan asli.









