Kades Labuan Tereng Kecam Dugaan Pengeroyokan Ketua KNPI Lobar, Desak Polisi Ungkap Pelaku

- Wartawan

Sabtu, 5 September 2026 - 06:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban dugaan pengeroyokan Ketua KNPI Lombok Barat, Taufik, menjalani penanganan medis di RSUP NTB setelah mengalami luka pada bagian kepala dan dahi, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Istimewa)

Korban dugaan pengeroyokan Ketua KNPI Lombok Barat, Taufik, menjalani penanganan medis di RSUP NTB setelah mengalami luka pada bagian kepala dan dahi, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Istimewa)

MATARAM, Halontb.com — Kepala Desa Dasan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Humaidi Usai, mengecam keras dugaan aksi kekerasan yang menimpa salah seorang warganya, Taufik, yang juga diketahui menjabat sebagai Ketua KNPI Lombok Barat.

Taufik diduga menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan setelah terjadi keributan di kawasan rooftop Mataram Mall, Kota Mataram, sekitar pukul 02.30 WITA. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian kepala dan dahi hingga harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.

Baca juga: Kasus Djembank Mataram Masuki Babak Baru, Berkas Tersangka Pendorong Korban Koma Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Humaidi mengatakan, pihak desa menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia berharap polisi segera mengungkap peristiwa tersebut dan menangkap pihak yang terbukti terlibat.

“Sepenuhnya saya serahkan ke pihak yang berwajib. Harus segera secepat-cepatnya menyelesaikan persoalan ini,” ujar Humaidi dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Humaidi, Taufik merupakan salah satu warga yang selama ini dibanggakan masyarakat Desa Dasan Tereng. Ia menilai Taufik sebagai sosok yang memiliki prestasi dan kerap memberikan masukan serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan di lingkungan desa.

Baca juga: Kasus Pengeroyokan Korban Kritis di Mataram: Saksi Kunci Ungkap Detik-Detik Kericuhan di Parkiran Djembank

Humaidi mengaku cukup mengenal Taufik dalam kesehariannya. Bahkan, keduanya disebut kerap bertemu dan berdiskusi secara informal.

“Intinya dia kebanggaan kami di sini, sering memberikan masukan kita di sini. Dan tentunya saya sebagai orang tua sangat mengecam tindakan yang dilakukan oleh oknum ini,” katanya.

Kronologi Dugaan Pengeroyokan

Berdasarkan keterangan Ahmad Halimi, rekan korban, insiden bermula ketika Taufik bersama sejumlah rekannya sedang duduk menikmati kopi di area rooftop Mataram Mall.

Di lokasi yang tidak jauh dari mereka, terdapat kelompok lain yang juga sedang berkumpul. Situasi kemudian diduga memanas setelah salah seorang rekan korban meminta posisi duduk kelompok tersebut sedikit dimundurkan.

Baca juga: KPK Beri Waktu Sebulan, Pemkab Lobar Diminta Evaluasi Total Perencanaan Keuangan Usai OTT Mantan Bupati LAZ

Permintaan itu diduga berujung cekcok. Situasi semakin memanas setelah salah seorang dari kelompok tersebut diduga mencekik salah satu rekan korban.

Taufik bersama Ahmad Halimi kemudian berupaya melerai perselisihan tersebut. Namun, menurut keterangan yang disampaikan kepada wartawan, upaya itu justru berujung pada dugaan aksi kekerasan terhadap korban.

Keributan akhirnya berhasil dilerai petugas keamanan Mataram Mall.
Setelah situasi mereda, Taufik bersama rekan-rekannya memilih meninggalkan lokasi. Namun, ketika berjalan menuju lantai bawah, kelompok yang sebelumnya terlibat keributan diduga kembali mengejar mereka.

Dalam pengejaran tersebut, korban mengaku mendapat ancaman menggunakan benda yang diduga menyerupai senjata api, serta botol kaca dan batu.

Taufik kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju sebuah warung di sekitar kawasan My Style. Namun, menurut keterangan korban, ia kembali dikejar hingga akhirnya diduga mengalami pengeroyokan menggunakan sejumlah benda tumpul.

Baca juga: Warga Labuapi Tolak Pembangunan Akses Jalan Perumahan, Petani Persoalkan Pemindahan Saluran Irigasi

Korban disebut mengalami luka pada bagian dahi dan kepala serta pendarahan akibat benturan benda tumpul. Rekan-rekan korban kemudian membawa Taufik ke RSUP NTB untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara Ahmad Halimi yang disebut turut menjadi korban dalam insiden tersebut dilaporkan tidak mengalami luka serius.

Kades Dorong Pengungkapan Pelaku

Humaidi berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut secara terang-benderang. Ia menilai rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi dapat menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Saya berharap pelakunya segera terungkap. Itu harapan kita sebagai orang tua di sini terhadap anak kami,” ujarnya.

Baca juga: KPK Ungkap Tata Kelola Pemda di NTB Masih Rentan Korupsi, Skor Integritas di Bawah Ambang Nasional

Humaidi juga menyampaikan rencana untuk menjenguk Taufik di rumah sakit. Selain itu, ia menyebut akan berkoordinasi dengan sejumlah elemen pergerakan di Lombok Barat untuk menyuarakan persoalan tersebut.

“Saya rencananya besok paling lambat besok pagi berkunjung ke rumah sakit. Kemudian berkolaborasi dengan teman-teman pergerakan di Lombok Barat untuk menyuarakan ini,” katanya.

Humaidi menegaskan, pihak Desa Dasan Tereng mengecam dan mengutuk segala bentuk kekerasan yang diduga menyebabkan warganya mengalami luka.

“Pada intinya kami dari pihak desa mengecam dan mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang diduga pengeroyokan yang menyebabkan luka.”

Hingga berita ini ditulis, dugaan pengeroyokan tersebut masih dalam penanganan dan menunggu proses penyelidikan aparat kepolisian. Keterangan mengenai identitas pelaku, penggunaan senjata api, serta rangkaian kejadian secara keseluruhan masih perlu dibuktikan melalui proses hukum dan penyelidikan resmi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KPK Periksa Direktur Operasional PT AMGM Terkait Dugaan Korupsi yang Menjerat Mantan Bupati Lombok Barat
Kasus Djembank Mataram Masuki Babak Baru, Berkas Tersangka Pendorong Korban Koma Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Ngaku Pejabat Polda NTB, Pria 29 Tahun Tipu Pengusaha Lewat Modus Donasi Korban Kebakaran Sade
Dari Mataram hingga Lombok Barat, Puma Jatanras Polda NTB Sisir Titik Rawan Malam Hari
Tak Butuh Waktu Lama, URC Puma Polda NTB Ringkus Residivis Curanmor di Mataram
Kasus Pengeroyokan Korban Kritis di Mataram: Saksi Kunci Ungkap Detik-Detik Kericuhan di Parkiran Djembank
22 Hari Koma Usai Diduga Dikeroyok di Kafe Mataram, Keluarga Korban Desak Polisi Usut Semua Pelaku
Tekan Angka Kejahatan 3C dan Balap Liar, Tim URC Puma Ditreskrimum Polda NTB Gencarkan Patroli Strong Point

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:39 WITA

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 17 Provinsi, Sembalun Jadi Pusat Penguatan Swasembada Nasional

Berita Terbaru

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama sejumlah peserta dan pemangku kepentingan berfoto bersama dalam rangka IC3INA 2026 di Lombok Barat, Kamis (3/9/2026).(Foto: Diskominfotik Lobar)

Pemerintahan

Lombok Barat Siapkan Big Data, Menuju Pemerintahan Berbasis Data

Jumat, 4 Sep 2026 - 09:47 WITA