Water Barrier Rembiga Sempat Dibongkar Warga, Miq Iqbal-Bang Aji Turun Tangan

- Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Walikota Mataram Mohan Roliskana saat meninjau langsung Simpang Empat Rembiga, Mataram, Senin (31/8/2026). (Foto: Istimewa).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Walikota Mataram Mohan Roliskana saat meninjau langsung Simpang Empat Rembiga, Mataram, Senin (31/8/2026). (Foto: Istimewa).

MATARAM, Halontb.com — Persoalan kemacetan di Simpang Empat Rembiga, Kota Mataram, mendapat perhatian langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Walikota Mataram Mohan Roliskana. Keduanya turun bersama pada jam sibuk sore untuk melihat kondisi arus lalu lintas sekaligus memastikan penataan kawasan tersebut benar-benar memberi solusi bagi masyarakat.

Gubernur Iqbal dan Walikota Bang Aji Mohan meninjau Simpang Empat Rembiga sekitar pukul 17.15 WITA, Senin (31/8). Keduanya mengamati pergerakan kendaraan dari berbagai arah pada saat volume lalu lintas meningkat, termasuk efektivitas penataan kembali jalur dan penggunaan water barrier di kawasan persimpangan.

Peninjauan langsung dilakukan untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi lalu lintas sekaligus mencari pola penanganan yang paling efektif. Bagi Gubernur Iqbal, persoalan kemacetan Rembiga bukan persoalan baru dan membutuhkan solusi yang dapat bekerja di lapangan, bukan sekadar di atas kertas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Dari Mataram hingga Lombok Barat, Puma Jatanras Polda NTB Sisir Titik Rawan Malam Hari

Dari sejumlah alternatif yang telah diterapkan, penggunaan water barrier dinilai memberikan hasil yang cukup efektif dalam membantu mengurai arus kendaraan. Karena itu, Gubernur berharap penataan tersebut dapat dipahami sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar.

Namun, Gubernur juga menyayangkan adanya pembongkaran water barrier oleh sebagian warga. Ia meminta persoalan tersebut diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, sehingga penataan lalu lintas tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mencari solusi bersama. Kita ingin lalu lintas lancar, tetapi pada saat yang sama kepentingan masyarakat juga harus kita perhatikan,” ujar Gubernur Iqbal.

Baca juga: Putri Mahkota Swedia Victoria ke Lombok, NTB Siapkan Cerita Lokal untuk Dibawa ke Panggung Dunia

Bagi pemerintah, penataan kawasan Rembiga tidak semata-mata menyangkut kelancaran kendaraan. Kawasan tersebut juga menjadi ruang aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan perlu mempertemukan kepentingan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, dan keberlangsungan usaha warga.

Usai memantau persimpangan, Gubernur Iqbal dan Walikota Mohan berjalan kaki menyusuri kawasan Rembiga dan menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah pelaku UMKM. Mereka mendengar langsung kondisi dan aspirasi pedagang yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada keramaian kawasan tersebut.

Dialog tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan lalu lintas harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Jalan yang tertib dan lancar penting bagi pengguna kendaraan, tetapi ruang ekonomi masyarakat di sekitarnya juga harus tetap tumbuh.

Baca juga: Skor Integritas Jatuh, Aktivis Lobar: Jangan Berlindung di Balik Perintah Atasan, Wabup Harus Evaluasi OPD

Sinergi Gubernur NTB dan Walikota Mataram dalam peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyelesaian yang tidak hanya cepat, tetapi juga dapat diterima dan dijalankan bersama.

Kemacetan Rembiga pada akhirnya bukan sekadar persoalan arus kendaraan, melainkan persoalan kepentingan banyak orang yang bertemu di satu ruang. Karena itu, solusi terbaik adalah solusi yang dibangun dengan melihat kondisi nyata, mendengar masyarakat, dan menghadirkan kepentingan bersama: lalu lintas lebih lancar, kawasan lebih tertib, dan ekonomi warga tetap bergerak.(KominfotikNTB)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pensiunan PDAM Giri Menang Muhammad Sa’i Resmi Maju Pilkades Lembar, Bawa Misi Perubahan
Tiga Besar Calon Sekda Lombok Barat Segera Dipanggil Wabup UNA
Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar
Sepanjang 2026, Satpol PP Lombok Barat Tertibkan Lebih dari 500 Rombong PKL
NTB Raih Tiga Apresiasi Kemendagri, Kebijakan Publik Mulai Berdampak
DPRD-Pemprov NTB Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Tembus Rp6,05 Triliun di Tengah Tekanan Fiskal
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Kapolda NTB Terima Audiensi Dirut PT TCN Gili Trawangan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Polisi Tetapkan Pimpinan Ponpes di Lombok Barat sebagai Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:18 WITA

Dua Pria Diduga Pengedar Sabu Ditangkap di Gerung, 72,42 Gram Disita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:22 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar

Rabu, 23 September 2026 - 06:47 WITA

LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah

Jumat, 18 September 2026 - 11:42 WITA

Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan

Kamis, 17 September 2026 - 12:26 WITA

Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah

Senin, 14 September 2026 - 15:49 WITA

Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara

Berita Terbaru