Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3

- Wartawan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., didampingi Ketua LP2M Prof. Dr. H. Kadri, M.Si., dan sejumlah narasumber berfoto bersama usai pembukaan Moderation Connect Ke-3 Tahun 2026 bertema Bridging Culture, Law, and Eco-Theology: A Religious Moderation Approach to Global Peace and Sustainability, Kamis (13/8/2026).

Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., didampingi Ketua LP2M Prof. Dr. H. Kadri, M.Si., dan sejumlah narasumber berfoto bersama usai pembukaan Moderation Connect Ke-3 Tahun 2026 bertema Bridging Culture, Law, and Eco-Theology: A Religious Moderation Approach to Global Peace and Sustainability, Kamis (13/8/2026).

MATARAM, Halontb.com — Pusat Moderasi Beragama (PMB) UIN Mataram di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) kembali memperkuat komitmennya dalam merawat kerukunan dan kehidupan toleran di Nusa Tenggara Barat (NTB). Komitmen itu diwujudkan melalui Moderation Connect Ke-3 Tahun 2026, yang mempertemukan akademisi, pemerintah, tokoh lintas iman, dan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut mengusung tema “Bridging Culture, Law, and Eco-Theology: A Religious Moderation Approach to Global Peace and Sustainability”. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Seminar Nasional pada Kamis (13/8/2026), kemudian dilanjutkan dengan The 3rd Annual International Conference on Religious Moderation (AICRM) 2026.

Baca juga: Hari Ketiga Pencarian KMP Putri Yasmin, Tim SAR Kerahkan 3 SRU dan Helikopter Perluas Penyisiran Selat Lombok

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forum tersebut menjadi ruang dialog lintas agama dan budaya untuk memperkuat pemahaman mengenai moderasi beragama sekaligus membangun jejaring kolaborasi dalam menjaga perdamaian dan kerukunan. PMB UIN Mataram menempatkan moderasi beragama bukan hanya sebagai wacana akademik, tetapi sebagai gerakan sosial yang perlu diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Seminar Nasional menghadirkan Prof. Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan pada Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI. Ia membawakan materi bertajuk Urgensi Moderasi Beragama dalam rangka Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi untuk Menjaga Indonesia.

Dalam paparannya, Zainul Hamdi menjelaskan bahwa perjalanan agama di Nusantara secara historis banyak berlangsung melalui jalur non-koersif. Penyebaran agama berkembang melalui jaringan perdagangan maritim, pernikahan strategis, serta proses akulturasi budaya yang memungkinkan masyarakat dengan latar belakang berbeda hidup berdampingan.

Baca juga: Wabup UNA Bersama Menhub dan Gubernur NTB Jenguk Korban KMP Putri Yasmin di RSUD Tripat

Ia juga mencontohkan dakwah kultural Wali Songo dan sejumlah kearifan lokal yang berfungsi sebagai perekat sosial sekaligus peredam potensi gesekan antarumat beragama. Nilai-nilai seperti Bhinneka Tunggal Ika, Pela Gandong di Maluku, serta Satu Tungku Tiga Batu di Papua Barat disebut sebagai contoh bagaimana keragaman dapat dikelola menjadi kekuatan bersama.

Namun, menurut Zainul Hamdi, harmoni tersebut menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Terorisme, ekstremisme, penolakan terhadap NKRI, eksklusivisme keagamaan, serta tumbuhnya rasa saling curiga antar pemeluk agama menjadi persoalan yang harus diantisipasi secara bersama-sama.

Dalam kondisi tersebut, moderasi beragama dinilai menjadi semacam “antivirus sosial” untuk menjaga agar perbedaan keyakinan tidak berubah menjadi sumber konflik. Moderasi juga dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan keberagaman tetap menjadi kekayaan kebudayaan bangsa.

Zainul Hamdi menekankan pentingnya tiga prinsip dalam kehidupan beragama, yakni tawasuth atau tidak berlebihan, tawazun atau berimbang, serta tasamuh atau toleran. Prinsip tersebut dinilai selaras dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai fondasi serta kesepakatan luhur kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Jelang Maulid, Disdag Lobar Intensifkan Sidak Harga dan Siapkan Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Sembako

Ketua LP2M UIN Mataram, Prof. Kadri, mengapresiasi konsistensi PMB UIN Mataram dalam menjalankan berbagai program penguatan moderasi beragama. Menurutnya, keberadaan PMB memberikan kontribusi penting dalam membangun kehidupan masyarakat NTB yang toleran dan harmonis.

“Kegiatan yang dilaksanakan Pusat Moderasi Beragama UIN Mataram sangat kontributif dalam menguatkan kehidupan yang toleran di Nusa Tenggara Barat,” ujar Prof. Kadri.

Ia menjelaskan, Moderation Connect merupakan bagian dari agenda yang berjalan beriringan dengan AICRM. Dalam tiga tahun terakhir, AICRM telah melibatkan peserta dari lima negara, yakni Indonesia, Libya, Maroko, Malaysia, dan Australia.

Selain kegiatan konferensi dan seminar, PMB UIN Mataram juga terus memperluas kaderisasi moderasi beragama. Saat ini terdapat 40 Kader Penggerak Moderasi Beragama lintas iman, 25 Guru Penggerak Moderasi Beragama pada sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, 35 Penggerak Moderasi Beragama di Kabupaten Lombok Utara, serta 15 Penggerak Moderasi Beragama dari unsur penyuluh agama di Lombok Timur.

Baca juga: Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Perkuat Sinergi, Infrastruktur dan Pariwisata

Penguatan moderasi juga dilakukan di lingkungan kampus. Sosialisasi dan penguatan moderasi beragama telah menyasar dosen dan tenaga kependidikan serta mahasiswa melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Di bidang publikasi, jurnal internasional Tahiro: Journal of Peace and Religious Moderation telah memasuki Volume 3 dan sedang dalam proses menuju akreditasi.

Rektor UIN Mataram, Prof. Masnun, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan kebanggaannya terhadap konsistensi PMB UIN Mataram. Ia menilai lembaga tersebut telah berkembang menjadi laboratorium kajian sekaligus pusat syiar moderasi beragama di tengah masyarakat NTB, sejalan dengan visi UIN Mataram sebagai kampus yang cendekia, terbuka, dan unggul.

Prof. Masnun juga menyoroti posisi strategis NTB dalam peta kerukunan di Indonesia. Menurutnya, NTB dapat memainkan peran sebagai jembatan atau bridging antara kawasan dengan karakter keagamaan dan budaya yang berbeda, dengan Bali di sebelah barat dan Nusa Tenggara Timur di sebelah timur.

Baca juga: Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, PNS muda, para dekan, hingga Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Mataram. Hadir pula Duta Damai NTB, tokoh lintas iman, para pendeta, perwakilan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), GKII, Lakpesdam PWNU NTB, Lakpesdam PCNU Lombok Barat, KoPITol NTB, dosen PTKIS, kader penggerak moderasi beragama, serta guru penggerak moderasi beragama.

Menutup paparannya, Prof. Zainul Hamdi mengutip pesan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tentang pentingnya berbuat baik kepada seluruh manusia tanpa mempersoalkan latar belakang agama. Melalui Moderation Connect Ke-3 Tahun 2026, PMB UIN Mataram menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat kajian, dialog, dan syiar moderasi beragama sekaligus memperkuat NTB sebagai ruang hidup bersama yang toleran, damai, dan inklusif.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kabar Baik, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 PPPK Paruh Waktu, Ini Besarannya
Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa
Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar
MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite
Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata
MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA
Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan
Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:33 WITA

Hari Pelanggan Nasional, ASDP Lembar Sapa Penumpang Lewat Aksi Sosial dan Perkuat Layanan

Senin, 25 Mei 2026 - 09:42 WITA

Arus Mudik Idul Adha di Pelabuhan Lembar Masih Landai, ASDP Pastikan Penyeberangan Normal

Berita Terbaru