LOMBOK BARAT, Halontb.com – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Partai Golkar, Lalu Irwansyah Triadi, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung maraton mulai dari tanggal 5 hingga 12 Juni 2026, ia menyambangi 14 dusun yang tersebar di Kecamatan Sekotong dan Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan reses tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat. Di setiap titik kunjungan, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang selama ini dinilai mendesak, mulai dari infrastruktur dasar hingga fasilitas penunjang ekonomi masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban, Lalu Irwansyah Triadi menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas konstitusional anggota legislatif untuk menjaring dan memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, seluruh program pembangunan yang bersumber dari dana aspirasi harus diawali melalui mekanisme usulan resmi yang disampaikan masyarakat dalam forum reses.
“Apapun bentuk program pembangunan yang bersumber dari dana aspirasi anggota dewan, syarat utamanya harus diusulkan secara resmi melalui forum reses seperti ini,” ujar Lalu Irwansyah Triadi di hadapan warga.

Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan yang masuk agar dapat menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah dan memperoleh perhatian dalam pembahasan anggaran mendatang.
Dari hasil pertemuan di 14 dusun tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat mengerucut pada empat kebutuhan utama yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap keselamatan warga serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Pertama, pembangunan bronjong atau tanggul sungai untuk mengantisipasi ancaman banjir yang kerap mengancam permukiman warga saat musim hujan. Kedua, pembangunan rabat jalan lingkungan guna memperlancar mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pengadaan alat banjar sebagai sarana penunjang kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat setempat. Aspirasi lainnya adalah pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) guna mempermudah akses pengangkutan hasil pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang rangkaian reses berlangsung. Kehadiran anggota DPRD NTB secara langsung di sejumlah dusun bahkan menjadi momen bersejarah bagi sebagian warga yang selama ini belum pernah dikunjungi wakil rakyat tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, untuk pertama kali dusun kami dikunjungi oleh anggota dewan,” ungkap salah seorang warga Dusun Timbal, Desa Taman Baru, dengan nada haru.
Bagi masyarakat, kehadiran wakil rakyat secara langsung di tengah-tengah warga tidak hanya menjadi sarana penyampaian aspirasi, tetapi juga menunjukkan adanya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pelosok yang selama ini menantikan sentuhan pembangunan.
Melalui agenda reses tersebut, Lalu Irwansyah Triadi berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun dapat segera dibahas dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.
Ia menekankan bahwa pembangunan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat agar manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTB benar-benar dirasakan hingga ke tingkat dusun.
“Harapan kami, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat diperjuangkan secara maksimal sehingga program pembangunan yang hadir benar-benar menjawab kebutuhan warga dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sekotong dan Lembar,” tutupnya.











