Harga Minyak dan Ayam Melonjak Jelang Idul Adha, Pemkab Lobar Gencarkan Pasar Murah di 5 Wilayah

- Wartawan

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK BARAT, Halontb.com — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, sejumlah harga bahan pokok di Kabupaten Lombok Barat mengalami kenaikan signifikan, terutama minyak goreng dan daging ayam. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan yang kini menggencarkan operasi pasar murah di sejumlah titik guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat, Muhammad Adnan, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan dan survei lapangan yang dilakukan pihaknya di beberapa pasar tradisional, lonjakan harga paling mencolok terjadi pada komoditas minyak goreng.

“Yang cukup signifikan harganya itu minyak goreng. Di pasaran bisa mencapai Rp23 ribu per kilogram, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp15.600,” ujarnya, Rabu (20/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, saat pasar murah digelar bekerja sama dengan Bulog, minyak goreng dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram. Namun di tingkat pasar umum, harga mengalami selisih cukup jauh karena rantai distribusi yang panjang.

Selain minyak goreng, harga daging ayam juga mengalami kenaikan hingga berada pada kisaran Rp35 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram. Sementara harga telur turut mengalami kenaikan akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Kalau komoditas lain relatif masih stabil. Yang paling menonjol kenaikannya minyak dan ayam,” katanya.

Menurut Adnan, kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha serta pola distribusi barang yang masih bergantung pada agen. Banyak pedagang eceran belum bisa membeli langsung ke Bulog karena belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Kalau pengecer bisa langsung ambil ke Bulog, tentu harga bisa lebih rendah. Tetapi syaratnya harus punya NIB. Karena belum punya, akhirnya mereka ambil lewat agen dan harga menjadi lebih mahal,” jelasnya.

Dinas Perdagangan, lanjut Adnan, kini mendorong para pedagang pasar maupun pelaku usaha kecil agar segera mengurus NIB sehingga dapat memperoleh barang kebutuhan pokok langsung dari Bulog dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

“Kalau ambil langsung di Bulog, minyak itu sekitar Rp15.500. Jadi dijual Rp16 ribu sampai Rp17 ribu masih wajar, bukan sampai Rp23 ribu,” tegasnya.

Hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan adanya perbedaan harga antarwilayah. Di Kecamatan Kediri, harga minyak goreng dan ayam tercatat lebih tinggi dibandingkan di Gerung. Sementara komoditas ikan di Gerung cenderung lebih murah karena wilayah tersebut dekat dengan kawasan pesisir dan pelabuhan.

“Perbedaan harga antar pasar memang ada, tergantung mereka mengambil barang dari agen yang mana. Tapi secara umum selisihnya tidak terlalu jauh, kecuali minyak dan ayam,” ujarnya.

Selain bahan pokok, Disdag Lombok Barat juga menyoroti kenaikan harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer. Berdasarkan hasil pemantauan di Gerung, harga LPG di pangkalan sebenarnya masih sesuai ketentuan, yakni Rp18 ribu per tabung. Namun di tingkat pengecer, harga naik hingga Rp22 ribu sampai Rp23 ribu.

Adnan menyebut kenaikan itu dipicu biaya distribusi tambahan karena LPG diantarkan menggunakan kendaraan ke sejumlah pengecer di desa-desa.

“Kalau di pangkalan tetap sesuai aturan. Tetapi pengecer menambah biaya transportasi karena diantar menggunakan mobil ke titik-titik tertentu,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mengaku belum menemukan praktik penimbunan LPG secara masif. Tingginya permintaan masyarakat disebut menjadi salah satu faktor utama naiknya harga, terutama di wilayah yang sedang banyak menggelar acara hajatan, syukuran haji, pernikahan, hingga akikah.

“Di Dusun Aik Ampat misalnya, banyak warga yang berangkat haji sehingga kebutuhan LPG meningkat untuk kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mengendalikan gejolak harga, Dinas Perdagangan Lombok Barat terus menggelar pasar murah di sejumlah wilayah. Program tersebut melibatkan Bulog, ritel modern, distributor, hingga pelaku usaha pangan lainnya.

Adnan menyebut pekan ini pasar murah digelar di lima titik, yakni Taman Ayu Gerung, Lembah Sari Batu Layar, Batu Kuta Narmada, Desa Glogor Kediri, serta Senggigi.

“Antusias masyarakat cukup tinggi, terutama untuk beras dan minyak. Beras SPHP dijual Rp54 ribu per lima kilogram dan itu masih jauh lebih murah,” katanya.

Ia menegaskan pasar murah akan terus dilakukan menjelang hari besar keagamaan maupun ketika terjadi gejolak harga di pasar.

“Harapan kami masyarakat tetap bisa menjangkau kebutuhan pokok dengan daya beli yang ada, dan kenaikan harga tidak terlalu signifikan menjelang Idul Adha,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Terjual 50%, Pemprov NTB Genjot Infrastruktur dan Layanan Inklusif
Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 17 Provinsi, Sembalun Jadi Pusat Penguatan Swasembada Nasional
Jelang Maulid, Disdag Lobar Intensifkan Sidak Harga dan Siapkan Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Sembako
Pemkab Lombok Barat Targetkan Kemiskinan Turun 1 Persen, Fokus Tangani 4.000 KK Miskin Ekstrem
Pasca OTT Bupati Nonaktif LAZ, Wabup Lobar Pastikan CFN-CFD, Festival Senggigi, hingga Subsidi UMKM Tetap Berjalan
Pelabuhan Senggigi Melejit: PAD Tembus 97 Persen, Wisatawan Naik 10 Kali Lipat
Kabar Gembira! Pemprov NTB Hapuskan Denda Pajak Kendaraan dan Putihkan Tunggakan di Atas 5 Tahun
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:19 WITA

Kebakaran Melanda Desa Sade, Brimob Polda NTB Turunkan Water Cannon Bantu Pemadaman dan Evakuasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:08 WITA

Baru Tiba dari NTT, Gubernur Iqbal Langsung Turun ke Lokasi Kebakaran Desa Adat Sade

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:19 WITA

Korban KMP Putri Yasmin Meninggal setelah Delapan Hari Dirawat, Keluarga Pertanyakan Tanggung Jawab Perusahaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:09 WITA

Jenazah Mengambang Ditemukan di Pelabuhan Lembar, Dipastikan Bukan Korban KMP Putri Yasmin

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Hari Ketiga Pencarian KMP Putri Yasmin, Satu Penumpang Selamat, 4 Orang Masih Dicari

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:18 WITA

Hari Ketiga Pencarian KMP Putri Yasmin, Tim SAR Kerahkan 3 SRU dan Helikopter Perluas Penyisiran Selat Lombok

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:13 WITA

Wabup UNA Bersama Menhub dan Gubernur NTB Jenguk Korban KMP Putri Yasmin di RSUD Tripat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:04 WITA

Setahun Lebih Rusak Parah Tanpa Perbaikan, Warga Terpaksa Melintas di Jembatan Bakong

Berita Terbaru