Halontb.com – Semangat Hari Kartini kembali digaungkan di Kota Mataram, namun kali ini dengan pendekatan yang lebih substantif. Tidak berhenti pada seremoni, peringatan tersebut diterjemahkan menjadi aksi sosial yang menyasar langsung kelompok perempuan pekerja di lapangan.
Bank NTB Syariah bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram mengambil peran dalam puncak peringatan dengan menyalurkan bantuan sembako kepada petugas kebersihan perempuan. Mereka adalah sosok yang menjadi garda terdepan dalam menjaga wajah kota tetap bersih, rapi, dan nyaman.
Langkah ini tidak sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan juga pengakuan atas kontribusi perempuan dalam sektor yang sering kali tidak mendapatkan ruang apresiasi yang layak. Di tengah perkembangan kota yang pesat, peran mereka justru menjadi semakin vital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perspektif yang lebih luas, aksi ini mencerminkan transformasi makna emansipasi perempuan. Jika dahulu perjuangan berfokus pada akses pendidikan dan hak dasar, kini berkembang ke arah pemberdayaan ekonomi, penguatan kapasitas, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan gagasan besar Raden Ajeng Kartini yang hingga kini tetap relevan. Perempuan masa kini tidak hanya menjadi bagian dari sistem, tetapi juga menjadi penggerak perubahan.
Branch Manager Bank NTB Syariah KC Islamic Center, Ulvi Anowta, menyampaikan bahwa institusinya berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui berbagai program berkelanjutan.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang tangguh. Kami ingin memastikan bahwa kontribusi mereka tidak hanya diakui, tetapi juga didukung melalui berbagai program nyata,” katanya.
Bank NTB Syariah juga menaruh perhatian pada peningkatan literasi keuangan perempuan. Dengan pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan, perempuan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Peran GOW sebagai mitra strategis juga menjadi kunci dalam memperluas jangkauan program pemberdayaan. Sinergi ini memperkuat upaya kolektif dalam menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi perempuan di berbagai sektor.
Pada akhirnya, peringatan Kartini di Mataram tahun ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga penegasan arah masa depan bahwa perempuan adalah pilar penting dalam pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.











