Dari SMAN 1 Lembar Ke Mataram: Pameran Seni Rupa siap di Gelar Di taman Budaya NTB

- Wartawan

Senin, 16 Maret 2026 - 09:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah siswa SMAN 1 Lembar tengah menyelesaikan karya lukisan yang akan dipamerkan dalam pameran seni rupa bertema “Suara Karya” di Taman Budaya NTB, Kota Mataram.
(Foto istimewa)

Sejumlah siswa SMAN 1 Lembar tengah menyelesaikan karya lukisan yang akan dipamerkan dalam pameran seni rupa bertema “Suara Karya” di Taman Budaya NTB, Kota Mataram. (Foto istimewa)

Lombok Barat Halontb.com – Kreativitas siswa kembali ditunjukkan oleh para pelajar SMAN 1 Lembar melalui penyelenggaraan pameran seni rupa tahunan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-9. Pada tahun 2026, kegiatan tersebut akan digelar di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram, dengan melibatkan seluruh siswa kelas XII sebagai peserta pameran.

Pameran seni rupa ini merupakan agenda rutin yang secara konsisten diselenggarakan setiap tahun oleh para siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran seni budaya di sekolah. Berbagai karya yang akan dipamerkan merupakan hasil eksplorasi kreatif siswa selama mengikuti mata pelajaran seni budaya, khususnya dalam bidang seni lukis.

Karya-karya tersebut menampilkan beragam gagasan, pengalaman pribadi, serta imajinasi para siswa yang dituangkan melalui medium visual. Melalui pameran ini, para pelajar tidak hanya menampilkan hasil karya mereka, tetapi juga belajar memahami proses berkesenian secara lebih mendalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada penyelenggaraan tahun ini, pameran mengangkat tema “Suara Karya.” Tema tersebut dipilih melalui proses diskusi panjang di kalangan siswa kelas XII. Sebelumnya, sejumlah usulan tema sempat diajukan, seperti Goresan Kreativitas, Ruang Ekspresi, Jejak Rasa dalam Visual, Ledakan Memorie, Ekspresi Karya, hingga Jejak Karya Menjelajahi Imajinasi.

Dari berbagai pilihan tersebut, akhirnya disepakati tema “Suara Karya” sebagai representasi dari gagasan dan pesan yang ingin disampaikan para siswa melalui karya seni mereka.

Guru Seni Budaya SMAN 1 Lembar, Faozan, menjelaskan bahwa pameran seni rupa ini telah menjadi tradisi kreatif yang terus dipertahankan oleh sekolah dan siswa selama hampir satu dekade.

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang untuk menampilkan karya, tetapi juga merupakan bagian penting dari proses pendidikan seni bagi para siswa.

“Pameran ini sudah berjalan sembilan tahun berturut-turut. Bahkan saat masa pandemi Covid-19, kegiatan ini tetap kami selenggarakan meskipun dilakukan secara daring melalui media sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, perjalanan pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh siswa SMAN 1 Lembar tidak selalu berlangsung di ruang galeri formal. Dalam beberapa tahun sebelumnya, pameran pernah digelar di berbagai tempat yang berbeda, mulai dari lingkungan sekolah, pinggir jalan, kawasan kampung padat penduduk, hingga ruang publik seperti taman kota di wilayah Gerung.

Menurut Faozan, pemilihan lokasi yang beragam tersebut merupakan strategi untuk mendekatkan karya seni para pelajar dengan masyarakat. Dengan menghadirkan pameran di ruang publik, masyarakat dapat melihat langsung kreativitas siswa sekaligus memberikan apresiasi terhadap karya generasi muda.

“Tahun ini kami berkesempatan menggelar pameran di Taman Budaya NTB. Ini juga menjadi bentuk apresiasi karena selama sembilan tahun berturut-turut siswa tetap konsisten menyelenggarakan kegiatan seni seperti ini,” tambahnya.

Pada penyelenggaraan kali ini, panitia juga berencana melibatkan kurator profesional dalam proses seleksi dan penataan karya. Kehadiran kurator diharapkan dapat membantu proses kurasi sehingga karya yang dipamerkan tertata lebih baik serta memberikan pengalaman baru bagi para siswa tentang bagaimana sebuah pameran seni disiapkan secara profesional.

Sementara itu, Ketua Panitia Pameran, Rama, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pameran tahun ini membutuhkan persiapan yang cukup panjang, terutama dalam proses menerjemahkan tema yang diangkat.

“Pameran kali ini membutuhkan persiapan yang panjang. Menginterpretasikan tema ‘Suara Karya’ juga harus diwujudkan melalui tindakan yang konkret dalam setiap karya yang ditampilkan,” ujar Rama.

Ia menambahkan, kekompakan seluruh panitia menjadi kunci utama dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Setiap anggota panitia diharapkan dapat bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing berdasarkan struktur kepanitiaan yang telah disusun.

“Yang paling kami harapkan adalah kekompakan dan kerja sama seluruh panitia. Semua harus bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar pameran ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Melalui kegiatan pameran seni rupa ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas dalam berkarya serta berani menampilkan karya mereka kepada publik. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia seni rupa sekaligus menjadi ruang ekspresi kreatif bagi para pelajar.

Memasuki penyelenggaraan yang ke-9, pameran seni rupa siswa SMAN 1 Lembar menjadi bukti bahwa kegiatan kreatif di lingkungan sekolah mampu berkembang secara berkelanjutan. Karya-karya para pelajar tidak lagi sekadar menjadi tugas pembelajaran di kelas, tetapi juga menjelma sebagai bentuk ekspresi artistik yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

Harumkan Nama NTB, Tiga Siswa MAN Lombok Barat Raih Medali di Masmirah Championship 2026
Ratusan Wali Murid Sepakati Kolaborasi Pendidikan, MAN Lombok Barat Tegaskan Rumah dan Madrasah Satu Irama
Siswa Bertambah, Prestasi Melimpah: SDN 3 Sukamakmur Perkuat Budaya Literasi dan Karakter
SMAN 1 Gerung Gelar MPLS Ramah, Aman, dan Nyaman, Bekali 405 Siswa Baru dengan Pendidikan Karakter
Awali Tahun Ajaran Baru, MAN Lombok Barat Gelar Anugerah Prestasi untuk Inspirasi 330 Siswa Baru
Membanggakan! Siswa MAN Lombok Barat Siap Harumkan Nama NTB di Piala Dunia Anak Indonesia 2026
Gedung SMKN 1 Gerung Kritis: 5 Kelas Terancam Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Parkir Bersekat Triplek
Polemik Tabungan Siswa SDN 5 Babussalam Berakhir, Seluruh Dana Dikembalikan Sebelum Tenggat Waktu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:47 WITA

Warga Gerung Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan, Keluarga Tolak Autopsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:13 WITA

Eksekusi Lahan Tanpa Juru Sita di Babussalam, Langkah Kades Kuripan Tuai Kecaman Ahli Waris

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:08 WITA

Dua Bocah Hilang Terseret Ombak di Ampenan, Polisi dan SAR Bergerak Melakukan Pencarian

Berita Terbaru