LOMBOK BARAT, Halontb.com — Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Lombok Barat terpantau relatif stabil. Kenaikan harga memang terjadi pada beberapa komoditas, namun dinilai tidak terlalu signifikan dan masih dalam batas wajar.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat, Lale Widiani, mengatakan lonjakan harga paling mencolok sempat terjadi pada komoditas cabai rawit selama awal Ramadan.
“Menjelang Idulfitri ini memang ada beberapa bahan pokok yang naik, tapi tidak signifikan. Yang sempat ramai kemarin itu cabai rawit, tetapi sekarang harganya sudah turun,” ujarnya saat ditemui, Selasa (10/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pada awal Ramadan harga cabai rawit sempat melonjak cukup tinggi hingga menyentuh Rp150.000 per kilogram. Padahal, harga normal komoditas tersebut biasanya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram.
“Awal puasa sempat naik sampai Rp100.000, kemudian sempat mencapai Rp150.000. Tapi sekarang sudah mulai stabil, hari ini sekitar Rp90.000 per kilogram,” jelasnya.
Menurut Lale, kenaikan harga cabai rawit tidak hanya terjadi di Lombok Barat, tetapi juga dirasakan di sejumlah daerah lain di Pulau Lombok. Hal tersebut dipicu oleh beberapa faktor, terutama kondisi cuaca yang memengaruhi produksi petani.
“Faktornya karena cuaca, kemudian permintaan meningkat selama Ramadan, sementara produksi dari petani berkurang. Itu yang menyebabkan pasokan tidak bisa memenuhi permintaan pasar,” katanya.
Ia menambahkan, terdapat tiga jenis cabai yang beredar di pasaran, yakni cabai keriting, cabai besar, dan cabai rawit. Namun lonjakan harga paling sering terjadi pada cabai rawit, sementara dua jenis cabai lainnya cenderung mengikuti pergerakan harga tetapi tidak terlalu tinggi.
Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging dan ayam potong. Namun, kenaikannya relatif kecil. Harga daging sapi misalnya naik dari Rp130.000 menjadi Rp138.000 per kilogram, sementara ayam potong naik dari sekitar Rp40.000 menjadi Rp41.000 hingga Rp42.000 per kilogram.
“Kenaikannya tidak terlalu signifikan, masih dalam batas wajar karena memang permintaan meningkat menjelang hari raya,” ujarnya.
Sementara itu, untuk komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng, pemerintah daerah memastikan ketersediaan stok tetap aman hingga Lebaran.
“Alhamdulillah untuk beras, gula, dan minyak goreng stoknya aman sampai Lebaran,” kata Lale.
Sebagai langkah pengendalian harga, Dinas Perdagangan Lombok Barat juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan pengawasan dan operasi pasar. Sebelum Ramadan, tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi, termasuk pasar tradisional dan pangkalan LPG.
Sidak tersebut dilakukan di Pasar Narmada, SPBE Narmada, gudang Bulog di Lembar, serta SPBE Lembar bersama Bupati Lombok Barat.
Selain itu, operasi pasar juga digelar di enam kecamatan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Operasi pasar kami laksanakan enam kali di enam kecamatan, yaitu Narmada, Lingsar, Batu Layar, Labuapi, Gerung, dan Lembar,” jelasnya.
Menurut Lale, kegiatan tersebut dilakukan secara bergilir sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Ia juga memastikan ketersediaan gas LPG di wilayah Lombok Barat masih dalam kondisi aman setelah dilakukan pengecekan langsung oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.
“Stok LPG juga aman karena sebelum puasa kami sudah melakukan sidak bersama Pak Bupati,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok dapat terus terjaga hingga perayaan Idulfitri, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran.
Sumber Berita : Taufik Natanagara


































