Lombok Tengah, Halontb.com – Perayaan semangat Kartini tahun ini terasa berbeda di Sirkuit Mandalika. Di tengah gelaran GT World Challenge Asia 2026, hadir Kartini Race yang menghadirkan delapan pembalap wanita sebagai simbol keberanian dan kesetaraan di dunia motorsport.
Namun, energi perempuan tidak hanya terlihat di lintasan. Di balik operasional event berskala internasional ini, Srikandi dari PT PLN (Persero) UIW NTB turut memainkan peran vital dalam memastikan sistem kelistrikan tetap stabil dan andal.
Kelistrikan menjadi tulang punggung utama event modern. Tanpa pasokan listrik yang stabil, seluruh sistem mulai dari pencahayaan, perangkat keselamatan, hingga siaran global berpotensi terganggu. PLN menyadari hal ini dan menyiapkan skema pengamanan berlapis yang melibatkan teknologi dan sumber daya manusia terbaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, keterlibatan perempuan dalam operasional PLN bukan lagi pelengkap, melainkan kekuatan utama.
“Kami melihat langsung bagaimana Srikandi PLN berkontribusi nyata, bukan hanya di balik meja, tetapi di garis depan pengendalian sistem kelistrikan,” ujarnya.
Kehadiran mereka mencerminkan perubahan paradigma di sektor energi yang semakin inklusif. Perempuan kini memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi dalam sektor strategis, termasuk menjaga keandalan infrastruktur vital.
Apresiasi juga datang dari pembalap lokal, Audy Anjani, yang melihat Mandalika sebagai simbol kemajuan daerah. Ia menilai dukungan PLN menjadi salah satu faktor penting yang membuat event berjalan profesional.
PLN memastikan kesiapsiagaan tidak hanya di sirkuit, tetapi juga di seluruh kawasan penunjang. Ini menjadi bukti bahwa keberhasilan event internasional adalah hasil orkestrasi banyak elemen, termasuk energi yang mengalir tanpa henti.
Dengan semangat Kartini yang hidup di lintasan dan di balik layar, Mandalika kini tidak hanya berbicara tentang kecepatan, tetapi juga tentang kesetaraan, kolaborasi, dan masa depan yang lebih inklusif.
Editor : Reza











