Pemerintah Indonesia Turunkan Biaya Haji 2025 dengan Dukungan Arab Saudi

- Wartawan

Kamis, 16 Januari 2025 - 09:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Menteri Agama Nasaruddin dan Kepala BP Haji Mochammad Irfan Yusuf hadir dalam Pameran Haji 2025 yang diadakan pada Minggu, 12 Januari 2025. (instagram.com/@nasaruddin_umar)

Keterangan Foto: Menteri Agama Nasaruddin dan Kepala BP Haji Mochammad Irfan Yusuf hadir dalam Pameran Haji 2025 yang diadakan pada Minggu, 12 Januari 2025. (instagram.com/@nasaruddin_umar)

Pemerintah Indonesia kembali memberikan kabar baik untuk calon jemaah haji tahun 2025. Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) resmi diumumkan turun menjadi Rp55,5 juta, sebuah penurunan signifikan dari biaya yang sebelumnya diusulkan sebesar Rp65 juta. Keputusan ini diambil dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji.

“Ongkos naik haji yang turun sedang dihitung agar bisa diturunkan lagi,” ungkap Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, saat memberikan sambutan pada acara Muktamar ke VI Partai Bulan Bintang (PBB) di Hotel Aston, Denpasar, Bali, pada Senin, 13 Januari 2025.

Penurunan biaya ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan akses yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Hal ini turut didukung oleh Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR yang telah menyepakati penurunan biaya haji tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rapat yang digelar pada 6 Januari 2025, Hilman Latief, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, menjelaskan bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk 2025 tercatat sebesar Rp89.410.258,79, yang berarti ada penurunan Rp4 juta lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

Optimasi Nilai Manfaat Juga Turun

Selain penurunan BPIH, Hilman Latief juga mengungkapkan bahwa penggunaan nilai manfaat dari setoran awal jemaah mengalami penurunan. Tahun ini, rata-rata nilai manfaat yang diterima per jemaah diperkirakan sebesar Rp33.978.508,01, menurun dari angka sebelumnya yang mencapai Rp37.364.114,40.

Penyesuaian nilai manfaat ini akan meringankan beban biaya bagi calon jemaah haji, meskipun masih ada upaya lanjutan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan biaya haji semakin terjangkau.

Dukungan Arab Saudi untuk Penurunan Biaya Haji

Budi Gunawan juga mengungkapkan bahwa dukungan dari pemerintah Arab Saudi berperan penting dalam penurunan biaya haji. Keberadaan area khusus bagi jemaah Indonesia di tanah suci dipercaya dapat meningkatkan kapasitas penampungan, yang berpotensi menekan biaya lebih lanjut.

Namun, hingga kini, perincian lebih lanjut mengenai mekanisme penurunan biaya belum diumumkan. “Kami masih melakukan perhitungan untuk memastikan penurunan biaya haji dapat berjalan efektif dan tidak membebani calon jemaah,” tambah Budi Gunawan.

Pemerintah Fokus pada Kesejahteraan Rakyat Kecil

Penurunan biaya haji 2025 ini juga menjadi salah satu bagian dari program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil. Dengan biaya yang lebih terjangkau, diharapkan semakin banyak umat Muslim Indonesia yang bisa menunaikan ibadah haji tanpa beban finansial yang berat.

Dengan penurunan ini, pemerintah berharap dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat yang memiliki niat kuat untuk berhaji, namun terkendala oleh biaya yang tinggi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sentuh Ujung Lombok Barat, Gerakan Pangan Murah Pemprov NTB Sukses Tekan Harga Sembako
Sukseskan MTQ NTB 2026, PLN Tegaskan Peran Strategis Listrik dalam Mendukung Kegiatan Keagamaan dan Pembangunan Daerah
PLN Hadirkan Energi hingga Jantung Persawahan Sumbawa, 18 Pompanisasi Kini Beroperasi Penuh Dukung Ketahanan Pangan
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN UIW NTB Bantu 18 Guru Ngaji dan Penyandang Disabilitas
PLN dan Pemprov NTB Bersinergi Dorong Revolusi Kendaraan Listrik, Infrastruktur SPKLU Kian Merata
Maknai Hari Lahir Pancasila, YBM PLN Bima Salurkan Modal Usaha untuk 14 Perempuan Pelaku UMKM
YBM PLN NTB Salurkan Santunan untuk Anak Yatim di Batukliang Utara, Hadirkan Harapan dan Semangat Baru
Percepat Pemerataan Energi di NTB, PLN Gandeng 22 Mitra Kerja dan Siapkan Operasi Besar BPBL 2026

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:14 WITA

GWO NTB Desak Polisi Usut Pemilik Akun Facebook “Mbk Mona” Terkait Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:53 WITA

Rizka Sintiyani Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Brigadir Esco

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:03 WITA

Pemkab Buleleng Layangkan SP-2, Pembangunan Tower di Bongancina Diminta Dihentikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:45 WITA

Tok! Radiet Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Mahasiswi Unram di Pantai Nipah

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:10 WITA

Brigadir Rizka Dituntut 14 Tahun Penjara atas Kematian Suaminya Brigadir Esco

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:36 WITA

Kejari Lombok Tengah Tahan 4 Tersangka Korupsi Proyek Truk Sampah Senilai Rp5,1 Miliar

Senin, 1 Juni 2026 - 06:00 WITA

Bongkar Jaringan Lintas Provinsi, Tim Puma Jatanras Polda NTB Ringkus 8 Pelaku Curanmor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:49 WITA

Kapolda NTB Pimpin Patroli Rinjani Presisi, 868 Personel Sisir Lokasi Rawan Kriminalitas

Berita Terbaru