Akses Ekonomi dan Wisata Lombok Timur Siap Terdongkrak, Tiga Proyek IJD Segera Dikebut

- Wartawan

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 02:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Satker PJN Wilayah I NTB, Herlambang Zulfikar, S.T., M.M.T, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait program IJD 2025 di Lombok. (Jumat, 17 Oktober 2025). (Foto: Istimewa)

Kepala Satker PJN Wilayah I NTB, Herlambang Zulfikar, S.T., M.M.T, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait program IJD 2025 di Lombok. (Jumat, 17 Oktober 2025). (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Harapan masyarakat terhadap perbaikan jalan strategis di Pulau Lombok kini kian mendekati kenyataan. Melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025, Satker PJN Wilayah I NTB menyiapkan tiga proyek jalan prioritas yang akan menghubungkan jalur penting ekonomi, wisata, dan logistik di wilayah tengah dan timur Lombok.

Kepala Satker PJN Wilayah I NTB, Herlambang Zulfikar, S.T., M.M.T, dalam wawancara Jumat, 17 Oktober 2025, mengungkapkan bahwa satu proyek telah mulai berjalan yakni Paok Motong – Kota Raja dengan nilai pagu Rp 27 miliar. Sementara dua ruas lainnya, Labuhan Lombok – Sambelia 1 dan Labuhan Lombok – Sambelia 2, dalam tahap akhir persiapan dan segera menyusul.

“Ruas Paok Motong – Kota Raja sudah jalan. Dua ruas lainnya, Labuhan Lombok – Sambelia, saat ini difana dan siap dikebut. Satu nilainya sekitar 27 miliar, yang satu lagi 18 miliar,” jelas Herlambang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruas Labuhan Lombok – Sambelia membentang sekitar 11 kilometer dan merupakan urat nadi bagi masyarakat Lombok Timur, karena menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, perikanan, hingga akses menuju kawasan wisata. Pembagian paket pekerjaan menjadi dua bagian bertujuan mempercepat penyelesaian dan mengoptimalkan sumber daya kontraktor.

“Kalau disatukan, waktunya terlalu pendek. Jadi kami pecah jadi dua supaya lebih efektif,” ujarnya.

Bagi warga Lombok Timur, proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan. Akses transportasi yang lebih baik akan mengurangi biaya logistik, mempercepat arus perdagangan, dan membuka lebih banyak peluang wisata. Selain itu, kualitas jalan yang lebih baik akan mendukung aktivitas harian masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Herlambang menegaskan, Satker PJN Wilayah I berkomitmen menjaga transparansi, mutu pekerjaan, dan memastikan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. “Kami ingin proyek ini benar-benar memberi manfaat luas, bukan sekadar membangun jalan,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Pelanggan Nasional, ASDP Lembar Sapa Penumpang Lewat Aksi Sosial dan Perkuat Layanan
Dari Layanan Listrik hingga Kepedulian Lingkungan, PLN UP3 Bima Tegaskan Diri sebagai Mitra Daerah
Diklat Advokasi Nasional SP PLN di NTB, Perkuat Garda Terdepan Perlindungan Hak Pekerja
Dari Kebiasaan Menabung, Bank NTB Syariah Bidik Fondasi Ekonomi Generasi Masa Depan NTB
Dari NTB untuk Generasi Masa Depan, Bank NTB Syariah Sabet Penghargaan KEJAR Terbaik di Kawasan Timur Indonesia
Dari Hotel ke Destinasi Wisata, Kolaborasi PLN-Lombok Garden Hotel Bangun Ekosistem EV di Pulau Lombok
Bank NTB Syariah dan UNIZAR Satukan Kekuatan, Kolaborasi Pendidikan hingga Pengabdian untuk Kemajuan NTB
Gilimanuk Jadi Titik Awal Revolusi Energi Surya, Bali Disiapkan Punya 1.000 MWp PLTS

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:12 WITA

Dua Pekan Disegel, Kantor Desa Kebon Ayu Akhirnya Dibuka Usai Mediasi Bersama Wabup UNA

Minggu, 6 September 2026 - 02:47 WITA

Sengketa Akses Jalan Kaliana Residence, Pengembang Klaim Izin Lengkap dan Siap Perbaiki Infrastruktur

Berita Terbaru