HALO NTB — MATARAM, Transformasi pengadaan barang dan jasa di lingkungan satuan pendidikan membutuhkan dukungan sistem pembayaran yang andal, koordinasi lintas sektor, serta layanan keuangan yang mampu mengikuti kebutuhan pelaku usaha. Atas dasar itu, Bank NTB Syariah memperkuat kolaborasi dengan PT Ladang Karya Husada, pengelola platform SIPLah Toko Ladang.
Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Adendum I Perjanjian Kerja Sama layanan Virtual Account (VA) dalam kegiatan Salam Sapa Mataram–Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 di Mataram, Selasa (27/10/2026).
Kerja sama ini memperlihatkan pentingnya hubungan antara layanan perbankan dan platform pengadaan digital. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung transaksi, mulai dari penyediaan fasilitas pembayaran hingga koordinasi layanan bagi supplier dan merchant yang berpartisipasi dalam ekosistem SIPLah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menilai kolaborasi berkelanjutan antara perbankan, pengelola platform digital, supplier, dan merchant diperlukan untuk membangun ekosistem pengadaan yang efektif.
“Bagi Bank NTB Syariah, kerja sama ini bagian dari upaya bersama membangun ekosistem pengadaan digital yang efektif dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan layanan keuangan yang tersedia dapat mendukung kebutuhan mitra usaha sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Bagi Bank NTB Syariah, penguatan kolaborasi tersebut juga menjadi ruang untuk memastikan layanan keuangan yang tersedia selaras dengan kebutuhan transaksi para mitra. Sementara itu, bagi supplier dan merchant, dukungan sistem pembayaran yang memadai merupakan bagian dari kebutuhan operasional dalam menjalankan aktivitas usaha melalui platform digital.
Salah satu aspek yang diperkuat adalah standar pelayanan Virtual Account. Kedua pihak menyepakati Service Level Agreement (SLA), termasuk target ketersediaan layanan sekurang-kurangnya 99,5 persen setiap bulan kalender.
Penerapan standar tersebut dilengkapi mekanisme koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan penanganan gangguan berdasarkan tanggung jawab masing-masing pihak. Dengan adanya kerangka pelayanan tersebut, kedua pihak memiliki acuan dalam menjaga kualitas layanan dan menindaklanjuti kendala operasional.
Bank NTB Syariah juga menyampaikan bahwa layanan Virtual Account pada platform SIPLah Toko Ladang saat ini telah kembali normal. Pemulihan tersebut mendukung kelancaran transaksi para mitra sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan layanan pembayaran digital.
Namun, penguatan ekosistem tidak hanya bertumpu pada aspek teknis. Komunikasi langsung dengan para pelaku usaha juga menjadi bagian penting untuk memahami kebutuhan pengguna dan tantangan yang mereka hadapi.
Hal itu dilakukan melalui kegiatan Salam Sapa, yang menjadi forum koordinasi antara Bank NTB Syariah, Toko Ladang, supplier, dan merchant. Melalui kegiatan tersebut, berbagai masukan terkait penggunaan platform pengadaan digital dapat dihimpun untuk mendukung evaluasi layanan dan memperkuat hubungan antarpihak.
Besarnya potensi ekosistem tersebut tercermin dari data per 30 September 2026, yang mencatat 894 merchant aktif SIPLah Toko Ladang di wilayah NTB. Jumlah itu menunjukkan adanya basis pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa bagi satuan pendidikan.
Untuk mendukung kebutuhan transaksi dan pengembangan usaha, Bank NTB Syariah menyediakan beragam layanan keuangan, antara lain tabungan, giro, deposito, transaksi digital melalui RIMO by Bank NTB Syariah, Merchant QRIS, serta layanan transaksi bisnis. Pelaku usaha yang memerlukan dukungan pengembangan usaha juga dapat berkonsultasi dengan tim Pembiayaan Mikro sesuai kriteria dan ketentuan yang berlaku.
Ke depan, tantangan penguatan ekosistem pengadaan digital tidak hanya berkaitan dengan integrasi sistem, tetapi juga konsistensi kualitas layanan, efektivitas koordinasi, dan kemampuan memahami kebutuhan pengguna. Keberhasilan kolaborasi akan sangat bergantung pada pelaksanaan komitmen layanan yang telah disepakati serta evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaannya.
Melalui kemitraan dengan Toko Ladang, Bank NTB Syariah berharap integrasi perbankan dan platform pengadaan digital semakin optimal, hubungan dengan merchant semakin kuat, dan transaksi yang berlangsung mampu memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku usaha daerah.
Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen Bank NTB Syariah untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, sejalan dengan semangat Berkah Bermakna.







