HALO NTB – LOMBOK BARAT, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026. Sebanyak 77 desa dijadwalkan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut, termasuk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi.
Salah satu bakal calon yang mendaftarkan diri adalah Agus Sueb Biantara, putra asli Dusun Terong Tawah Timur. Pria yang akrab disapa Agus Sueb itu membawa sejumlah gagasan perubahan yang ingin diwujudkan untuk desanya.
Baca juga: Debut Spektakuler! H. Suhaili Jadi Pendaftar Pertama Pilkades Taman Ayu, Diiringi Ratusan Pendukung
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendaftaran bakal calon kepala desa di Desa Terong Tawah berlangsung semarak pada Senin (5/10/2026). Ratusan pendukung dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda, emak-emak, tokoh agama hingga tokoh masyarakat, turut mengantarkan bakal calon menuju kantor panitia pemilihan.
Menariknya iring-iringan pendukung juga dimeriahkan dengan tabuhan Gendang Beleq, musik tradisional Sasak yang menambah semarak suasana pendaftaran.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi dokumen persyaratan, panitia menyatakan berkas pendaftaran Agus Sueb lengkap dan menerima pendaftarannya sebagai bakal calon Kepala Desa Terong Tawah.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Sueb memaparkan sejumlah persoalan yang menurutnya perlu mendapat perhatian lebih serius. Persoalan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memutuskan maju dalam Pilkades Terong Tawah.
Baca juga: Didominasi Dukungan Anak Muda, Bambang Kurdi Sartono Jadi Pendaftar Pertama Pilkades Buwun Sejati
Salah satu yang disorot adalah sektor kesehatan. Agus Sueb menilai Desa Terong Tawah membutuhkan fasilitas dasar berupa ambulans desa untuk membantu warga yang membutuhkan akses transportasi kesehatan.
“Satu-satunya Desa Terong Tawah ini yang tidak memiliki fasilitas dasar kesehatan seperti ambulans. Sementara desa-desa lain di sebelah timur, barat, dan utara, selalu ada ketika warga sakit, ambulans desa siap siaga untuk mengantar,” kata Agus Sueb.
Selain kesehatan, Agus Sueb menyoroti persoalan pengelolaan sampah. Ia menyebut sampah masih ditemukan di sejumlah ruas jalan dan sungai karena belum tersedianya sarana pengangkutan sampah yang memadai.
“Kendaraan sampah tidak ada. Kami dari forum memang ada kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, seminggu sekali diangkut. Ke depan, kita akan buat kerja sama yang lebih akurat agar volume sampah yang begitu besar bisa teratasi,” ujarnya.
Baca juga: Pensiunan PDAM Giri Menang Muhammad Sa’i Resmi Maju Pilkades Lembar, Bawa Misi Perubahan
Agus Sueb juga menaruh perhatian pada keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa. Menurutnya, generasi muda perlu diberi ruang untuk mengembangkan gagasan dan keterampilan yang dimiliki.
“Tidak adanya keterlibatan pemuda dalam pembangunan tentu akan menjadi nihil perjuangan itu. Padahal, pemuda di sini punya SDM yang cukup lumayan dan skill yang tidak tersalurkan,” tegasnya.
Selain itu, kondisi infrastruktur juga menjadi sorotan. Agus Sueb menyebut kondisi sejumlah jalan desa dan saluran air di pinggir jalan masih membutuhkan perhatian.
“Kita malu sebagai warga Desa Terong Tawah yang notabene adalah desa yang dianggap maju, namun pada faktanya seperti ini. Akhirnya kita dengan teman-teman membuat sebuah gerakan bagaimana supaya desa ini betul-betul terangkat dari keterpurukannya,” ujarnya.
Baca juga: Mandalika Kembali Jadi Panggung Dunia, PLN Perkuat Kesiapan Kelistrikan Jelang MotoGP 2026
Agus Sueb bukan orang baru dalam dunia kerja. Ia merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pernah bekerja selama sekitar 10 tahun di Korea Selatan.
Pengalaman tersebut turut membentuk pandangannya mengenai kedisiplinan, kebersihan, dan pengelolaan lingkungan. Ia ingin membawa pengalaman tersebut dalam upaya memperbaiki pengelolaan lingkungan di Desa Terong Tawah.
“Di negara-negara Asia Timur, tentang lingkungan dan kebersihan itu tentu paling utama. Hal-hal seperti itu yang kita mau dorong,” tuturnya.
Untuk mengatasi persoalan sampah, Agus Sueb memiliki gagasan menerapkan sistem pemilahan sampah. Salah satunya dengan menyediakan tempat sampah terpilah di setiap kios warga.
“Setiap kios diberikan tempat sampah plastik, botol susu, botol minuman, jadi bisa didaur ulang kembali,” paparnya.
Baca juga: Didominasi Dukungan Anak Muda, Bambang Kurdi Sartono Jadi Pendaftar Pertama Pilkades Buwun Sejati
Dalam kontestasi Pilkades Terong Tawah, Agus Sueb mengusung jargon “Jujur, Adil, Transparan”. Ia menyebut jargon tersebut sebagai komitmen untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang terbuka dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Pendaftaran bakal calon di Desa Terong Tawah turut diwarnai antusiasme warga yang mengantarkan para pendaftar. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan kalangan muda, menjadi bagian dari rangkaian tahapan Pilkades serentak 2026.
Dengan 77 desa yang dijadwalkan mengikuti Pilkades serentak, masyarakat di masing-masing desa nantinya akan menentukan calon kepala desa yang akan memimpin serta menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa sesuai ketentuan yang berlaku.









