HALO NTB — LOMBOK BARAT, Antusiasme masyarakat terhadap Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Lombok Barat terlihat jelas di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Pada Jumat (2/10/2026), H. Suhaili resmi menjadi bakal calon pertama yang mendaftarkan diri ke Panitia Pilkades setempat.
Proses pendaftaran berlangsung meriah. H. Suhaili tidak datang sendiri, melainkan diiringi oleh ratusan simpatisan yang berjalan kaki sejauh satu kilometer dari Dusun Bongor menuju Kantor Desa Taman Ayu. Iringan musik tradisional menghidupkan suasana, menciptakan euforia tinggi hingga halaman kantor desa penuh sesak oleh massa pendukung.
Baca juga: Didominasi Dukungan Anak Muda, Bambang Kurdi Sartono Jadi Pendaftar Pertama Pilkades Buwun Sejati
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah melalui proses verifikasi berkas selama hampir 30 menit, panitia menyatakan bahwa seluruh persyaratan administrasi H. Suhaili telah lengkap dan memenuhi syarat.
Dalam wawancaranya usai pendaftaran, H. Suhaili mengungkapkan bahwa ini merupakan niat ketiganya untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintahan desa saat ini yang dinilai sudah baik, namun ia melihat adanya celah dalam hal pendekatan kepada masyarakat dan efisiensi birokrasi.
“Pemerintahan saat ini baik, cuma saya melihat adanya kurang pendekatan terhadap masyarakat. Terkait masalah birokrasi, saya akui masih perlu perbaikan,” ujar H. Suhaili.
Baca juga: Pensiunan PDAM Giri Menang Muhammad Sa’i Resmi Maju Pilkades Lembar, Bawa Misi Perubahan
Untuk ke depannya, H. Suhaili bertekad membangun kolaborasi dengan berbagai pihak yang dianggap kompeten di desa tersebut. Tujuannya tunggal: menyejahterakan rakyat dari segala lini, baik aspek sosial maupun infrastruktur.
Ia juga menyoroti tantangan anggaran Dana Desa (DD) yang mengalami pemotongan signifikan pasca-pandemi, di mana rata-rata alokasi kini berada di kisaran Rp300 juta per tahun. Menurut H. Suhaili, angka tersebut tidak akan cukup jika hanya mengandalkan anggaran rutin tanpa adanya inovasi dan keberanian pemimpin.
“Kalau tidak ada niat pengabdian, tidak bisa kita membangun dengan Rp300 juta setahun. Di sini butuh nyali dan keberanian untuk memimpin. Kita harus melakukan manuver, tidak hanya di tingkat desa, tapi bahkan sampai ke pusat atau kementerian untuk mencari peluang tambahan,” jelasnya.
Baca juga: Musyafirin Tolak Mundur, Rachmat Hidayat Pastikan PDI-P Ambil Langkah Tegas
H. Suhaili menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Desa Taman Ayu sangat bergantung pada dukungan penuh masyarakat. Ia mengajak warga untuk bersatu padu mewujudkan visi desa yang lebih maju.
Sebagai penutup, H. Suhaili memperkenalkan semboyannya yang khas, yakni “Wayent Wah”. Ungkapan lokal ini diharapkan dapat menjadi pemersatu semangat gotong royong antara calon kepala desa dan warga.
“Dengan semangat kebersamaan, saya tidak akan sukses sendirian. Seandainya Allah meridhoi saya memimpin Taman Ayu, desa ini tidak akan maju tanpa dukungan masyarakat itu sendiri. Mari kita buktikan bersama. Wayent Wah!” pungkasnya disambut tepuk tangan para pendukung.
Dengan masuknya H. Suhaili sebagai kandidat pertama, dinamika politik di Desa Taman Ayu diprediksi akan semakin hangat menjelang hari pencoblosan. Warga kini menunggu siapa saja nama lain yang akan mendaftar untuk melengkapi daftar kontestan Pilkades 2026.









