LOMBOK BARAT, Halontb.com — Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memastikan tiket mereka ke Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat provinsi setelah tampil sebagai peraih Juara 3 pada ajang OMI tingkat Kabupaten/Kota, 7 September 2026.
Kedua siswa tersebut adalah Nayla Intan Zamanika di bidang Biologi dan Syekhana Abdi Sabda di bidang Geografi. Keduanya akan bertanding di level provinsi pada 5 Oktober 2026.
Baca juga: MAN Lombok Barat Jadi Tuan Rumah Pembukaan OMI 2026, 755 Siswa Berkompetisi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, mengatakan capaian ini adalah buah dari pembinaan yang berjalan konsisten di madrasah.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi capaian yang diraih oleh Nayla Intan Zamanika dan Syekhana Abdi Sabda. Mereka telah menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi melalui kompetisi akademik,” kata Kemas Burhan.
Ia menekankan bahwa prestasi tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui rangkaian pembinaan, latihan, pendampingan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Kemas Burhan turut memberikan apresiasi kepada para pembina yang mendampingi siswa selama proses persiapan.
“Keberhasilan siswa tentu tidak terlepas dari kerja keras, kesabaran, dan ketekunan para pembina,” ujarnya.
Baca juga: Luar Biasa ! Dua Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali di NTB Science Competition 2026
Menurutnya, gelar Juara 3 tingkat Kabupaten/Kota baru menjadi modal awal. Ia meminta kedua siswa tidak berpuas diri dan segera mempertajam persiapan menjelang kompetisi provinsi.
“Prestasi Juara 3 Kabupaten/Kota adalah awal yang baik. Setelah ini tentu harus ada evaluasi dan persiapan yang lebih matang. Kami berharap Nayla dan Syekhana dapat tampil maksimal di tingkat provinsi, membawa nama baik MAN Lombok Barat, dan memberikan hasil terbaik,” tuturnya.

Sejak persiapan OMI tingkat Kabupaten/Kota, Nayla dan Syekhana menjalani serangkaian latihan soal, penguatan konsep, dan simulasi kompetisi bersama pembina di bidang masing-masing. Pendekatan pembinaan disesuaikan dengan kebutuhan tiap siswa, sekaligus memetakan materi yang masih perlu diperkuat.
Salah seorang pembina menyebut hasil ini sebagai buah dari konsistensi belajar siswa.
“Kami tentu bersyukur atas capaian ini. Anak-anak sudah berusaha dengan sungguh-sungguh. Tugas kami sebagai pembina adalah terus mendampingi, memberikan penguatan materi, mengevaluasi hasil latihan, dan memotivasi mereka agar tidak mudah menyerah,” ungkapnya.
Baca juga: Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis
Ia menambahkan, tantangan di tingkat provinsi akan jauh lebih berat sehingga hasil di level kabupaten/kota harus dijadikan bahan evaluasi.
“Kami tidak ingin mereka berhenti pada prestasi ini. Justru hasil yang diperoleh menjadi motivasi untuk meningkatkan persiapan. Kami akan terus mendampingi sampai pelaksanaan OMI tingkat provinsi,” katanya.
Nayla mengaku bersyukur sekaligus terpacu untuk berlatih lebih giat menjelang kompetisi provinsi.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mewakili MAN Lombok Barat di tingkat provinsi. Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk belajar lebih giat lagi. Saya ingin memberikan yang terbaik dan membawa nama baik MAN Lombok Barat,” katanya.
Senada, Syekhana menyatakan kesiapannya menghadapi persaingan yang lebih ketat di level provinsi.
“Saya bersyukur bisa lolos ke tingkat provinsi. Setelah ini saya harus lebih banyak belajar dan berlatih karena persaingannya tentu akan semakin berat,” ujar Syekhana.
Langkah Nayla dan Syekhana menuju OMI tingkat provinsi pada 5 Oktober mendatang menjadi bagian dari upaya MAN Lombok Barat merawat tradisi prestasi akademik, yang menurut pihak madrasah lahir dari kolaborasi antara siswa, guru, pembina, pimpinan madrasah, dan orang tua. (*)








