MATARAM, Halontb.com – Konflik internal di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memanas. Kali ini, pengurus KNPI versi Daud Gerung melayangkan protes keras setelah mengaku mendapat intimidasi saat hendak melakukan agenda organisasi di Gedung KNPI NTB, Jumat (10/7/2026).
Insiden tersebut terjadi saat Daud Gerung bersama sejumlah pengurus lainnya, di antaranya Saidin dan Muhaddisin, tengah merekam video ucapan selamat ulang tahun untuk Gubernur NTB di halaman gedung tersebut.
Baca juga: Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Santri Tewas Terbakar di Lombok Tengah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Saidin, saat proses pengambilan gambar berlangsung, sekelompok orang mendatangi mereka. Ia mengaku diminta untuk berbicara melalui sambungan telepon oleh seseorang yang disebut sebagai Sekretaris dari kubu KNPI lainnya.

Dalam percakapan tersebut, Saidin menyebut dirinya mendapatkan teguran keras dan instruksi agar tidak menggunakan area gedung untuk kegiatan organisasi versi mereka.
“Saya ditegur dan diminta bicara lewat telepon, isinya melarang kami membuat video di lokasi tersebut. Bagi kami, ini adalah bentuk intimidasi terhadap aktivitas kepemudaan yang sah,” ujar Saidin kepada awak media, Jumat (10/7/2026).
Baca juga: Kapolda NTB Kunjungi Polres Lombok Barat, Tegaskan Komitmen “Polri untuk Masyarakat”
Merasa ruang gerak organisasinya dibatasi, kubu Daud Gerung menegaskan tidak akan lagi menempuh jalan dialog yang dianggap jalan di tempat. Pihaknya menyatakan akan mengambil langkah progresif terkait sengketa kepengurusan yang berujung pada perebutan aset fisik, yakni Gedung KNPI NTB.
“Kami merasa sudah cukup lama menempuh jalur negosiasi, namun tidak membuahkan hasil. Karena itu, kami memutuskan akan mengambil alih Gedung KNPI,” tegas Saidin.
Baca Juga: Resmi Dilantik, Kades Banyu Urip Minta Dua Kasi Baru Prioritaskan Kepentingan Masyarkat
Tidak berhenti di situ, eskalasi konflik ini berpotensi meluas ke ranah publik. Pihak KNPI versi Daud Gerung juga melayangkan ancaman untuk memblokir pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB sebagai bentuk protes nyata jika tuntutan mereka terkait legalitas dan akses gedung tidak segera diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KNPI yang disebut oleh kubu Daud Gerung belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan intimidasi tersebut. Redaksi juga masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB selaku instansi pembina, untuk mendapatkan tanggapan mengenai ancaman pemboikotan ajang Porprov dan sengketa gedung ini.











