LOMBOK BARAT, Halontb.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Barat menggelar aksi kemasyarakatan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Melalui tema besar “Setia pada Sumber”, partai berlambang banteng moncong putih ini memilih cara unik dan produktif untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, yakni dengan menanam ribuan bibit pohon buah alpukat.
Aksi nyata ini dipusatkan di Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Agenda tahunan ini bukan sekadar seremonial politik biasa, melainkan gerakan penghijauan yang dirancang untuk menyentuh langsung aspek lingkungan hidup sekaligus mendongkrak perekonomian warga di lapisan paling bawah.
Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Fraksi PDI Perjuangan, H. Raden Nuna Abriadi, S.IP., menjelaskan bahwa bulan Juni memiliki makna historis yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia. Bulan ini ditetapkan oleh DPP PDI Perjuangan sebagai Bulan Bung Karno karena mencakup momen Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, serta hari kelahiran dan wafatnya Sang Proklamator, Ir. Soekarno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Raden Nuna menyebutkan, setiap tahunnya momen ini diisi dengan konsolidasi partai melalui berbagai program kerakyatan. Salah satu program unggulan yang wajib dijalankan dari tingkat pusat hingga ke daerah adalah gerakan “Merawat Ibu Pertiwi”, yang berfokus pada pelestarian alam dan lingkungan.
“Arti dari tema Setia pada Sumber adalah ajakan untuk kembali pada jati diri Pancasila. Pancasila berbicara tentang seluruh aspek kehidupan, termasuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan tempat kita tinggal,” ujar Raden Nuna.

Dalam aksi lingkungan kali ini, PDI Perjuangan menyebar total 1.000 bibit pohon alpukat di wilayah Lombok Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian partai terhadap ekosistem sekaligus memberikan investasi jangka panjang yang hasilnya bisa dinikmati langsung oleh warga sekitar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Barat, H. Sardian, merincikan bahwa khusus untuk wilayah Kecamatan Gerung, pembagian bibit dibagi ke dalam dua titik utama. Sebanyak 300 bibit pohon dialokasikan di Dusun Gumesa, Desa Giri Tembesi, sementara 300 bibit lainnya ditanam di Desa Tempos.
Sardian memaparkan alasan di balik pemilihan bibit alpukat sebagai komoditas utama. Menurutnya, alpukat merupakan buah yang saat ini sedang diminati banyak orang karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, kaya akan lemak nabati, dan sangat baik untuk menunjang kesehatan masyarakat desa.
Selain manfaat kesehatan, pohon alpukat diproyeksikan akan menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan bagi warga dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Ketika pohon-pohon ini mulai berbuah lebat, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk konsumsi pribadi maupun dijual untuk menambah pendapatan keluarga.
Peringatan Bulan Bung Karno di Lombok Barat sendiri dikemas secara kreatif selama satu bulan penuh. Tidak hanya berfokus pada penghijauan, PDI Perjuangan juga merangkul generasi muda melalui berbagai ajang olahraga, seperti turnamen sepak bola dan bola voli bertajuk Banteng Cup di Gunungsari dan Kahuripan Cup di Kediri.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Barat, Marzini, S.H., menambahkan bahwa seluruh jajaran pengurus di tingkat kecamatan (PAC) dikerahkan sebagai garda terdepan untuk menyukseskan program ini.
Keterlibatan aktif pengurus ranting memastikan bantuan bibit pohon terdistribusi dengan tepat sasaran.
Marzini menjelaskan bahwa pemilihan jenis pohon disesuaikan dengan karakteristik wilayah agar bisa tumbuh dengan maksimal.
Pihaknya sengaja memperjuangkan bibit alpukat karena dinilai paling cocok dengan kondisi tanah setempat dan memiliki efisiensi pembuahan yang relatif lebih bagus dibandingkan tanaman lainnya.
Di balik gerakan sosial dan lingkungan ini, PDI Perjuangan Lombok Barat juga memanfaatkan momentum untuk melakukan konsolidasi internal demi menyongsong Pemilu 2029. Jajaran pengurus optimistis dapat bangkit kembali dan merebut kursi-kursi legislatif di DPRD Kabupaten Lombok Barat yang sempat hilang.
Secara nasional, PDI Perjuangan menargetkan kemenangan mutlak pada tahun 2029 mendatang untuk menjaga arah bangsa tetap selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Melalui aksi turun langsung ke lapangan seperti di Desa Giri Tembesi ini, partai berlambang banteng ini berkomitmen untuk terus hadir membawa solusi nyata di tengah persoalan masyarakat.











