Home / NTB

Korban Diduga Keracunan MBG di Lombok Timur Bertambah Jadi 51 Orang

- Wartawan

Senin, 27 April 2026 - 08:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian bersama tenaga medis memantau kondisi siswa korban dugaan keracunan makanan program MBG di Puskesmas Pengadangan, Lombok Timur.(Foto.Istimewa)

Petugas kepolisian bersama tenaga medis memantau kondisi siswa korban dugaan keracunan makanan program MBG di Puskesmas Pengadangan, Lombok Timur.(Foto.Istimewa)

Mataram,Halontb.com — Aparat kepolisian turun langsung memantau penanganan puluhan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diduga mengalami keracunan makanan di wilayah Pringgasela, Lombok Timur. Hingga Sabtu (25/4/2026) pagi, jumlah korban tercatat melonjak dari 35 orang menjadi 51 orang.

Personel Polsek Pringgasela bersama unit Intelkam, menyambangi Puskesmas Pengadangan untuk memastikan kondisi korban, sekaligus memonitor langkah medis pasca insiden dari Dapur SPPG Yayasan Bersatu Berjuang Menang NTB, Jurit Baru.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, menegaskan jika jajaran kepolisian memberi atensi penuh terhadap kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Begitu laporan masuk, anggota langsung melakukan monitoring ke fasilitas kesehatan, mendata korban, serta memastikan seluruh siswa dan warga terdampak mendapat penanganan cepat,” ujar Kombes Pol. Kholid.

Data sementara menunjukkan, tambahan korban pada Sabtu pagi mencapai 16 orang. Sebagian besar sempat menjalani observasi medis lalu dipulangkan, namun lima siswa masih harus menjalani rawat inap, lantaran kondisinya perlu pemantauan lanjutan.

Selain siswa, insiden itu juga menyeret satu warga umum dan satu wali murid dalam kondisi hamil. Keduanya hingga kini masih menjalani perawatan intensif bersama para pelajar di Puskesmas Pengadangan.

“Total yang masih dirawat inap saat ini tujuh orang. Terdiri dari lima siswa, satu masyarakat umum, dan satu ibu hamil. Sedangkan korban lain sudah diperbolehkan pulang dengan rawat jalan,” katanya.

Korban rawat inap tersebut berasal dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Jurit. Petugas medis terus memantau perkembangan kesehatan mereka, guna mengantisipasi gejala lanjutan seperti mual, muntah, pusing, hingga lemas.

Di sisi lain, polisi juga mulai mengumpulkan informasi terkait distribusi menu makanan dari dapur MBG, yang dikonsumsi para siswa sebelum muncul gejala keracunan. Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri sumber persoalan, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman, termasuk mengecek proses penyajian makanan, distribusi, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab pada dapur MBG tersebut,” tegas Kombes Kholid.

Program MBG sejatinya digadang membantu pemenuhan gizi anak sekolah. Namun insiden di Jurit Baru ini memantik kekhawatiran para wali murid, lantaran jumlah korban terus bertambah meski sebagian sudah mendapat penanganan.

Saat ini situasi di lokasi penanganan tetap kondusif. Polisi, tenaga kesehatan, pihak sekolah, serta keluarga korban terus berkoordinasi sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, terkait dugaan penyebab keracunan massal tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:16 WITA

Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis

Berita Terbaru