Lombok Utara,Halontb.com – Perubahan besar seringkali dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Hal inilah yang kini terjadi di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara. Di tengah peringatan Hari Kartini, PT PLN (Persero) UIW NTB menghadirkan program yang tidak hanya menyentuh, tetapi juga mengubah kehidupan.
Melalui program TJSL bertajuk Srikandi Women Support Women, PLN membangun ekosistem pemberdayaan perempuan yang terintegrasi. Tidak berhenti pada bantuan alat, program ini juga mencakup pelatihan, pendampingan, hingga edukasi pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif.
Sebanyak 15 UMKM perempuan menjadi penerima manfaat langsung. Mereka mendapatkan dukungan yang memungkinkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus kualitas produk. Sementara itu, 60 peserta lainnya memperoleh pelatihan kewirausahaan yang membuka wawasan baru dalam mengelola usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan oleh Klub Baca Perempuan Desa Medana yang dipimpin Nursida Syam. Peran komunitas ini menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan program, sekaligus memastikan manfaatnya terus berkembang.
Dampak ekonomi yang dihasilkan tidak bisa dipandang sebelah mata. Peningkatan omzet hingga 200 persen pada sektor kuliner menunjukkan bahwa intervensi yang tepat mampu menghasilkan perubahan signifikan. Selain itu, lahirnya 15 UMKM baru dan terciptanya puluhan lapangan kerja menjadi bukti nyata keberhasilan program.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan strategi efektif dalam memperkuat ekonomi lokal.
“Ketika perempuan diberi akses dan kesempatan, mereka mampu menciptakan perubahan yang luar biasa. PLN akan terus hadir mendukung upaya-upaya pemberdayaan seperti ini,” katanya.
Transformasi yang terjadi di Desa Medana mungkin tidak selalu terlihat di permukaan, namun dampaknya terasa nyata. Dari usaha kecil yang berkembang hingga peluang kerja yang tercipta, semua bermuara pada satu hal: perempuan yang berdaya adalah kunci kemajuan.











