Mataram, Halontb.com — Organisasi kepemudaan Gajah Muda Nusantara (GMN) akan menggelar kongres perdananya pada 8–9 Oktober 2026 di kawasan Mandalika. Agenda ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi gerakan pemuda untuk memperkuat peran strategis generasi muda di tingkat nasional.
Kongres pertama GMN mengangkat tema “Menyatukan Nusantara, Mengokohkan Jokowisme, Menuju Indonesia Maju dan Mendunia.” Tema tersebut mencerminkan arah gerakan organisasi dalam mendorong persatuan nasional sekaligus melanjutkan nilai-nilai pembangunan yang selama ini dikaitkan dengan kepemimpinan Joko Widodo.
Sebagai sayap kepemudaan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), GMN terus memperluas basis gerakan politiknya dengan menjaring generasi muda, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Organisasi ini hadir sebagai wadah bagi anak muda untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi dalam dinamika politik nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPD GMN NTB, Ranggalawe, menegaskan bahwa pembentukan GMN merupakan bagian dari strategi PSI dalam memperluas pengaruh politik sekaligus mendorong partisipasi aktif kaum muda dalam pembangunan daerah.
“Melalui Gajah Muda Nusantara, kami ingin kaum muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku perubahan. Ini saatnya anak muda bergerak dan memberi dampak bagi Nusantara,” ujar Ranggalawe, Sabtu (18/4).
Ia menambahkan, GMN akan menjadi ruang kolaboratif bagi generasi muda NTB dalam merespons berbagai isu, mulai dari sosial, politik, hingga kewirausahaan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan bangsa melalui inovasi, kreativitas, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan politik.
“GMN merangkul seluruh anak muda, baik dari kalangan Gen Z maupun milenial, untuk bersama-sama berkontribusi bagi pembangunan Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, GMN juga dirancang sebagai wadah pengembangan kreativitas dan solidaritas pemuda melalui berbagai kegiatan positif, seperti pendidikan, seni, hingga pemberdayaan ekonomi. Dengan dukungan PSI, organisasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Pemilihan Mandalika sebagai lokasi kongres dinilai strategis. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional, kawasan ini juga merepresentasikan wajah baru Indonesia yang modern dan kompetitif di kancah global. Infrastruktur yang memadai serta daya tarik internasional menjadi nilai tambah bagi pelaksanaan agenda berskala nasional tersebut.
Kongres ini diperkirakan akan dihadiri perwakilan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, forum ini juga diharapkan menjadi ruang dialog, pertukaran gagasan, serta perumusan langkah konkret dalam menjawab tantangan kebangsaan ke depan.
GMN menegaskan bahwa peran pemuda tidak lagi sekadar pelengkap dalam pembangunan, melainkan sebagai aktor utama dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan bangsa. Melalui kolaborasi lintas daerah, organisasi ini berupaya memperkuat jaringan nasional yang solid dan berorientasi pada masa depan Indonesia.
Melalui kongres perdana ini, GMN juga menargetkan lahirnya sejumlah rekomendasi strategis yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional, khususnya di bidang kepemudaan, ekonomi kreatif, serta penguatan identitas kebangsaan di tengah dinamika global.
Dengan semangat persatuan dan keberlanjutan pembangunan, Kongres Pertama GMN diharapkan menjadi tonggak awal bagi pergerakan pemuda yang lebih terarah, inklusif, dan memberikan dampak luas bagi Indonesia.
Sumber Berita : Taufik Natanagara










