Lombok Barat Halontb.com — Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Lombok Barat mengingatkan masyarakat, khususnya calon jemaah haji, untuk mewaspadai maraknya modus penipuan berkedok pengkinian data dan pelunasan biaya haji yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenhaj Lombok Barat, H. Suparlan, mengungkapkan bahwa pihaknya baru-baru ini menerima laporan dari masyarakat terkait adanya upaya penipuan melalui telepon dan aplikasi pesan instan.
“Beberapa jemaah datang langsung ke kantor menyampaikan bahwa mereka dihubungi oleh seseorang yang meminta pembaruan data, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) hingga pengiriman KTP. Bahkan ada yang diarahkan untuk membuka tautan tertentu atau aplikasi, serta melakukan verifikasi melalui telepon maupun video call,” ujarnya, Rabu (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Suparlan, modus tersebut sangat berbahaya karena berpotensi menyalahgunakan data pribadi jemaah. Ia menegaskan bahwa seluruh proses resmi terkait haji, termasuk pelunasan biaya, hanya dilakukan melalui jalur dan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami khawatir jika masyarakat memberikan data kepada pihak luar, data tersebut bisa disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan. Perlu kami tegaskan, jika bukan dari petugas resmi Kemenhaj, maka itu patut dicurigai,” tegasnya.
Hingga saat ini, setidaknya telah ada dua warga yang melapor setelah menerima kontak mencurigakan tersebut. Beruntung, keduanya segera melakukan konfirmasi ke kantor Kemenhaj sehingga terhindar dari potensi kerugian.
“Memang baru dua orang yang melapor di Lombok Barat, tetapi informasi serupa juga terjadi di daerah lain. Yang kami khawatirkan jika ada masyarakat yang langsung mengikuti instruksi tanpa melakukan konfirmasi,” katanya.
Suparlan menjelaskan, waktu pelunasan biaya haji memiliki jadwal dan tahapan yang jelas. Oleh karena itu, apabila ada pihak yang menghubungi di luar jadwal resmi, besar kemungkinan hal tersebut merupakan penipuan.
“Jemaah yang berangkat tahun ini datanya sudah final. Saat ini kami fokus pada persiapan keberangkatan, bukan lagi membuka pengkinian data atau pelunasan di luar prosedur,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenhaj Lombok Barat telah menyebarkan imbauan melalui berbagai media, termasuk pamflet yang didistribusikan ke kelompok-kelompok masyarakat dan jemaah melalui grup whatsApp.
Pihaknya juga meminta peran aktif media untuk membantu menyebarluaskan informasi agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan momen ibadah haji.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati. Jika menerima informasi yang meragukan, segera konfirmasi langsung ke kantor. Jangan mudah percaya apalagi memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” tutup Suparlan.
Kemenhaj berharap dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, potensi penipuan dapat ditekan dan jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa gangguan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Editor : Reza
Sumber Berita : Taufik Natanagara







