Klarifikasi Isu Siswa Dilarang Ujian, Kepala MAN Lobar: Itu Murni Miskomunikasi, Persoalan Sudah Clear

- Wartawan

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan memberikan klarifikasi kepada awak media terkait isu viral siswi yang disebut dilarang mengikuti ujian.(Foto istimewa)

Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan memberikan klarifikasi kepada awak media terkait isu viral siswi yang disebut dilarang mengikuti ujian.(Foto istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat (Lobar) memberikan klarifikasi resmi terkait kabar viral yang menyebutkan adanya seorang siswi dilarang mengikuti ujian sekolah akibat menunggak SPP selama lebih dari enam bulan. Isu yang beredar di media sosial tersebut menyatakan siswi bersangkutan diminta berdiri di depan kelas saat rekan-rekannya menempuh ujian.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MAN Lobar, H. Kemas Burhan, M.Pd., menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan terjadi karena adanya hambatan komunikasi (miskomunikasi) antara pihak sekolah, siswa, dan wali murid.

H. Kemas Burhan menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan tabayyun (klarifikasi) dengan bertemu langsung dengan wali murid yang bersangkutan di lingkungan madrasah. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian informasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, persoalan ini sudah selesai. Sebenarnya tidak ada masalah prinsip, ini murni komunikasi yang terputus antara wali murid dengan lembaga. Kami sudah bertemu, saling mengakui kekhilafan, dan saling memaafkan, apalagi di momentum bulan Ramadan ini,” ujarnya, Selasa (3/3).

Ia juga secara tegas membantah isu adanya siswa yang dihukum berdiri di depan kelas. Dirinya mengaku telah melakukan klarifikasi langsung kepada seluruh jajaran guru dan Wakil Kepala Madrasah guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Guru-guru justru kaget mendengar isu itu. Tidak ada instruksi atau tindakan seperti itu (menyuruh berdiri). Itu terlalu jauh dari standar pelayanan kami. Kami selalu mengedepankan kepentingan dan psikologis siswa,” tegasnya.

Pihak madrasah menjamin bahwa seluruh siswa, tanpa terkecuali, tetap mendapatkan haknya untuk mengikuti ujian. Kemas menjelaskan bahwa prosedur di sekolah tetap mengutamakan aspek akademik di atas urusan administratif.

Jika terdapat kendala teknis saat ujian, hal itu lebih disebabkan oleh antrean pengambilan token pada sistem CBT (Computer Based Test), bukan karena pelarangan akibat tunggakan biaya.

“Instruksi saya di rapat-rapat jelas: kedepankan kepentingan siswa. Kalau urusan SPP, itu ranah komunikasi antara lembaga dengan orang tua, jangan merepotkan siswanya,” tambahnya.

Senada dengan Kepala Madrasah, Kasubbag Tata Usaha (TU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lobar, H. Muliarta, yang turut hadir memantau situasi tersebut menyatakan bahwa pihaknya telah memastikan langsung kronologi di lapangan.

“Saya hadir untuk memastikan kebenaran berita di medsos. Setelah mendengar penjelasan dan melihat langsung pertemuan dengan wali murid, saya pastikan berita yang beredar itu salah. Ini hanya faktor miskomunikasi yang kemudian dibesar-besarkan pihak luar tanpa tabayyun,” ungkapnya

Ia juga menekankan bahwa setiap anak didik di bawah naungan Kemenag berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan pihak sekolah wajib mengutamakan pelayanan pendidikan di atas faktor-faktor lainnya.

Dengan adanya pertemuan tersebut, pihak MAN Lobar berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan mengimbau orang tua murid untuk selalu menjalin komunikasi aktif dengan pihak madrasah jika terdapat kendala dalam proses pendidikan anak.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

Cinta Al-Qur’an Berbuah Prestasi, Siswa MAN Lombok Barat Borong Juara MTQH Gerung 2026
Salat Istisqa di MAN Lombok Barat, TGH Taufikurrahman Ajak Jamaah Perbanyak Istigfar
Gemilang! Lima Srikandi Karate MAN Lombok Barat Borong 5 Gelar di Bupati Cup V 2026
Jelang OMI NTB, 33 Juara OMI Lombok Barat Terima Reward dari Kemenag dan BAZNAS
Kabar Baik, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 PPPK Paruh Waktu, Ini Besarannya
Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa
Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar
MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:23 WITA

PLN UP3 Bima Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Kelistrikan Diarahkan Dukung Ketahanan Pangan NTB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PLN Perluas Makna Pengabdian, Hadirkan Energi Inspirasi bagi Pendidikan Anak-anak Lombok Utara

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:32 WITA

Dari Pasar Uang Syariah ke Rumah Subsidi, Bank NTB Syariah Perkuat Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Dari NTB ke Jepang, Bank NTB Syariah Gandeng Lembaga Pelatihan untuk Perkuat Pembiayaan Pemagangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WITA

Danantara Dorong BUMN Utamakan Pelanggan, PLN Masuk Dua Besar Layanan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Efek MotoGP Mandalika, Pelindo Catat Lonjakan Penumpang 40 Persen dan Kendaraan 32 Persen

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WITA

Bukan Hanya Balapan, Keandalan Listrik PLN Jadi Penopang Citra Mandalika di Panggung Dunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Mandalika Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan, PLN Hadirkan SPKLU Fast Charging Saat MotoGP 2026

Berita Terbaru