Home / NTB

Sebut Ketum PBNU Mengecewakan, Ribuan Jamaah Majelis Badruttamam Protes Pembatalan Sepihak

- Wartawan

Senin, 23 Februari 2026 - 06:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan jamaah memadati area utama Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan, Kota Mataram, Minggu (22/2/2026), untuk mengikuti Majelis Badruttamam meski diguyur hujan sejak pagi hari.(Foto istimewa)

Ribuan jamaah memadati area utama Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan, Kota Mataram, Minggu (22/2/2026), untuk mengikuti Majelis Badruttamam meski diguyur hujan sejak pagi hari.(Foto istimewa)

MATARAM,Halontb.com – Ribuan jamaah dari Mataram di pulau Lombok memadati Majelis Badruttamam yang diselenggarakan pada Minggu (22/2/2026), di halaman utama Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Kota Mataram.

Pantauan di lokasi acara, meskipun dalam keadaan hujan, semangat para jama’ah full power, karena ribuan jamaah sudah mulai memenuhi area utama pagi usai melaksanakan sholat subuh. Sebagian besar jamaah mengaku datang jauh-jauh karena ingin mendengarkan secara langsung tausiyah dan arahan dari sosok yang akrab disapa Gus Yahya tersebut.

Namun, kemeriahan acara tersebut menyisakan rasa kecewa bagi para jamaah lantaran Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Yahya Cholil Staquf, batal hadir di acara Majelis terbesar di Kota Mataram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang jamaah Rizalul Hadi mengungkapkan rasa kecewanya atas ketidakhadiran orang nomor satu di PBNU itu. Menurutnya, kehadiran Ketum PBNU sangat dinanti sebagai penyemangat bagi warga Nahdliyin di akar rumput.

“Tentu kami kecewa, kami datang pagi-pagi bahkan solat subuh berjamaah di sini, harapannya bisa bertemu dan mendengar langsung pesan-pesan beliau,”ujarnya.

Karena informasi kedatangan Ketum PBNU sudah tersiar melalui media sosial, dan grup di Media dan lewat baliho-baliho yang sudah dipasang.

“Informasi kehadirannya kan sudah tersebar luas makanya saya semangat untuk datang sebagai warga Nahdliyyin,”ucapnya.

Suasana Majelis Badruttamam di Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan, Kota Mataram, yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Pulau Lombok dalam kegiatan pengajian akbar.(Foto istimewa)

Senada dengan Rizal, beberapa jamaah lain juga menyayangkan minimnya informasi awal terkait pembatalan tersebut. Hal ini sempat memicu kasak-kusuk di barisan jamaah saat acara memasuki agenda inti namun sosok Gus Yahya tak kunjung datang. Sehingga dari panitia menyampaikan permakluman terkait batalnya hadir Ketum PBNU.

Lukman mengungkapkan kekecewaannya, karena ia dan ribuan jama’ah semangat hadir meskipu dalam keadaan hujan. Namun ternyata Ketum PBNU yang ditunggu-tunggu tidak jadi hadir,” Ketua PBNU ini mengecewakan, saya sudah dengar dari panitia dia sudah janji mau datang dan sudah siap, namun ternyata tiba-tiba batal hadir, ini sangat mengecewakan,”tegasnya.

Sebagai jama’ah Nahdliyyin, ia merasa tidak dipedulikan oleh Ketum yang batal hadir di Ponpes Darul Falah yang merupakan ponpes NU di kota Mataram.

“Kalau begini, kami jama’ah merasa tidak di pedulikan, kalau seperti ini nanti juga jangan heran kalau jama’ah nanti tiba-tiba meninggalkan atau tidak peduli dengan NU.

Sementara itu perwakilan panitia penyelenggara menyampaikan, dari awal Ketum PBNU begitu hangat dan berkeinginan untuk hadir dalam acara Majlis Badruttamam yang merupakan majlis terbesar di Kota Mataram ini.

“Dari awal ketua PBNU menyambut hangat menjadi tamu undangan para ponpes terbesar di Kota Mataram, namun secara tiba-tiba juga dari pihak pengurus di PBNU membatalkan kehadirannya di Majelis Badruttamam,”ungkapnya singkat.(red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menteri Haji dan Umrah Tekankan Profesionalisme Petugas di Pelantikan Serentak PPIH 2026
Pemkab Lombok Barat Gandeng DPRD dan Aparatur Kelurahan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak
Perkuat Transformasi Digital, Pemprov NTB Sinkronkan Data Daerah hingga Level Nasional
Pemprov NTB Bentuk Satgas Terpadu, Kawal Pengiriman 20 Ribu Ekor Sapi ke Jabodetabek
Transparansi Mulai Terbuka, Proyek IPAL Mataram Masuk Babak Baru dengan Pengawasan Ketat
Menuju NTB Satu Digit: Ikhtiar Pemerintah Menata Masa Depan Lewat Kolaborasi
Jalan Lendang Re–Menjut Mangkrak Usai Tambahan 50 Hari, Warga Sekotong Geram: “Kami Butuh Aksi, Bukan Janji”
Perempuan Asal Mataram Hanyut di Sungai Tibu Ijo Lobar, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 04:03 WITA

Menteri Haji dan Umrah Tekankan Profesionalisme Petugas di Pelantikan Serentak PPIH 2026

Rabu, 15 April 2026 - 10:51 WITA

Pemkab Lombok Barat Gandeng DPRD dan Aparatur Kelurahan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak

Rabu, 15 April 2026 - 10:43 WITA

Perkuat Transformasi Digital, Pemprov NTB Sinkronkan Data Daerah hingga Level Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 07:10 WITA

Transparansi Mulai Terbuka, Proyek IPAL Mataram Masuk Babak Baru dengan Pengawasan Ketat

Selasa, 14 April 2026 - 09:24 WITA

Menuju NTB Satu Digit: Ikhtiar Pemerintah Menata Masa Depan Lewat Kolaborasi

Selasa, 7 April 2026 - 13:58 WITA

Jalan Lendang Re–Menjut Mangkrak Usai Tambahan 50 Hari, Warga Sekotong Geram: “Kami Butuh Aksi, Bukan Janji”

Senin, 6 April 2026 - 13:40 WITA

Perempuan Asal Mataram Hanyut di Sungai Tibu Ijo Lobar, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Minggu, 5 April 2026 - 11:16 WITA

Polsek Batulayar Siaga Tangani Banjir di Jalur Senggigi

Berita Terbaru