Korban Dugaan Penipuan Kripto Diperiksa Polisi, Nama Timothy Ronald Disorot

- Wartawan

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timothy Ronald dikenal sebagai influencer dan pegiat trading kripto../(Sumber foto: Instagram @timothyronaldd)

Timothy Ronald dikenal sebagai influencer dan pegiat trading kripto../(Sumber foto: Instagram @timothyronaldd)

Halontb.com – Kasus dugaan penipuan trading kripto yang menyeret nama influencer Timothy Ronald kembali menyorot relasi problematis antara promosi investasi digital dan perlindungan konsumen. Di tengah maraknya edukasi kripto berbasis figur publik, laporan hukum ini membuka pertanyaan tentang batas tanggung jawab influencer terhadap risiko yang dialami pengikutnya.

Perkembangan terbaru terungkap setelah salah satu korban, Younger, menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta. Informasi tersebut mencuat ke publik melalui unggahan akun Instagram @undercover.id pada Rabu, 14 Januari 2026.

Younger melaporkan Timothy Ronald—yang dikenal sebagai influencer sekaligus pendiri Akademi Crypto—atas dugaan penipuan trading kripto dengan nilai kerugian mencapai Rp3 miliar. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian awal dari proses hukum yang kini mulai berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelapor tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 11.26 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya, Jajang. Tak sendiri, Younger juga membawa dua orang saksi yang disebut mengalami kerugian dalam kasus serupa.

“Kita baru Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sama kepolisian,” ujar Younger sebagaimana dilansir dalam unggahan tersebut.

Dalam keterangannya, Younger menegaskan bahwa kerugian yang dialaminya tidak kecil. Ia mengaku kehilangan dana hingga Rp3 miliar akibat dugaan praktik penipuan yang dilaporkannya. Namun menurutnya, kasus ini tidak berdiri sendiri.

Younger meyakini masih banyak korban lain yang mengalami nasib serupa, namun belum berani melapor secara terbuka. Dugaan ini diperkuat oleh pernyataan kuasa hukum yang menangani kasus tersebut.

Kuasa hukum Younger, Jajang, menyebut pihaknya telah menerima laporan dari ratusan orang yang mengaku menjadi korban dalam perkara yang sama.
“Ini baru satu orang (korban), termasuk hari ini ada saksi. Semuanya korban,” ucap Jajang.

Ia memastikan bahwa proses hukum tidak berhenti pada satu laporan. Para korban lain, kata dia, tengah disiapkan untuk melapor secara bertahap ke kepolisian.

“Dan nanti akan banyak yang akan menyusul, yang sudah mendaftar kurang lebih hampir 300-an (orang),” terangnya.
“Jadi tahap pertama ini, ya hari ini 3 orang. Satu pelapor, kedua saksi sebagai korban,” sebut Jajang.

Kasus ini menambah daftar panjang sengketa hukum di sektor investasi kripto yang melibatkan figur publik. Di satu sisi, tingginya literasi digital belum sepenuhnya diimbangi pemahaman risiko. Di sisi lain, aparat penegak hukum dihadapkan pada tantangan menelusuri skema investasi digital yang kerap dibungkus narasi edukasi.

Hingga berita ini diturunkan, Timothy Ronald belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan dugaan penipuan trading kripto yang ditujukan kepadanya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah
Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan
Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah
Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara
Laka Lantas Turun 15 Persen, Polres Lombok Barat Perketat Penindakan dan Edukasi Pengendara
Polres Lombok Barat Amankan Pemuda Bawa Sajam dan 29 Motor Diduga untuk Balap Liar
Ditresnarkoba Polda NTB Bongkar Jaringan Narkoba Karang Bagu, Belasan Terduga Pelaku dan Barang Bukti Sabu Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WITA

Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha (UNA), memberikan keterangan kepada sejumlah awak media seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Lombok Barat, Selasa (29/9/2026).(Foto: Halo NTB/Taufik).

Pemerintahan

Tiga Besar Calon Sekda Lombok Barat Segera Dipanggil Wabup UNA

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:12 WITA