Viral! ‘Wedding of the Year’ Nyongkolan Putra Mamiq Dar Pecahkan Rekor: Ribuan Massa & Lautan Manusia Padati Jalanan!

- Wartawan

Senin, 16 Februari 2026 - 10:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan masyarakat memadati jalur arak-arakan budaya dalam sebuah prosesi adat di Lombok yang berlangsung meriah. Peserta mengenakan busana tradisional lengkap, mengiringi pasangan berpakaian adat sebagai simbol pelestarian nilai budaya dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ini menjadi wujud kearifan lokal yang terus dijaga lintas generasi.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

Ribuan masyarakat memadati jalur arak-arakan budaya dalam sebuah prosesi adat di Lombok yang berlangsung meriah. Peserta mengenakan busana tradisional lengkap, mengiringi pasangan berpakaian adat sebagai simbol pelestarian nilai budaya dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ini menjadi wujud kearifan lokal yang terus dijaga lintas generasi.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

LOMBOK BARAT,Halontb.com – Sejarah baru dalam peta kebudayaan Sasak resmi terukir. Hari Minggu (15/2/2026) menjadi saksi bisu yang mana ribuan masyarakat ikut mengiring berlangsungnya prosesi Nyongkolan putra dari tokoh berpengaruh Sekotong, H. Lalu Daryadi (Mamiq tuan Dar), yakni Lalu Rega Arya Atifa yang mempersunting Aulia Nabila. Acara ini disebut-sebut sebagai prosesi adat terbesar, termewah, dan paling kolosal yang pernah digelar di Pulau Lombok pada saat ini.

Bukan sekadar tradisi mengantar mempelai, acara ini menjelma menjadi festival budaya masif yang menegaskan eksistensi dan marwah masyarakat Sekotong di tengah arus modernisasi ini .

Kemeriahan acara ini semakin berwibawa dengan kehadiran putra-putra Mamiq Dar yang merupakan tokoh publik di Nusa Tenggara Barat. Terlihat dalam barisan utama, Lalu Irwansyah Triadi dan Lalu Ismail yang merupakan anggota DPRD Provinsi NTB, serta Lalu Ivan Indaryadi yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pantauan di lapangan, estimasi massa mencapai belasan ribu orang. Peserta berasal dari berbagai wilayah mulai dari Sekotong, Lembar, Gerung, hingga Labuapi yang tumpah ruah memadati jalur protokol.

Kemegahan prosesi tercermin dari detail pelaksanaan yang dikerahkan secara maksimal.

Sebanyak lima unit berugak raksasa diarak secara manual, masing-masing diangkat oleh sekitar 40 pria dewasa. Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri karena jarang dijumpai dalam prosesi adat biasa.

Suasana semakin semarak dengan iringan 10 grup Gendang Beleq, dua grup Tambelan, satu grup Gambus, dan satu grup Rudat. Perpaduan alat musik tradisional tersebut menghadirkan nuansa religius sekaligus heroik yang menjadi ciri khas budaya Sasak di wilayah yang dikenal sebagai “Pulau Seribu Masjid”.

Selain iring-iringan adat, panitia mencatat sekitar 300 hingga 400 unit mobil, termasuk armada Hiace, turut mengawal rombongan, belum termasuk ribuan sepeda motor warga. Rombongan memulai perjalanan dari Sekotong dan berkumpul di Desa Rumak sebelum melanjutkan arak-arakan berjalan kaki menuju Dusun Paok Kambut, Telagawaru, Labuapi.

Setibanya di dekat jembatan Rumak, seluruh rombongan turun dari kendaraan dan melanjutkan prosesi Nyongkolan dengan berjalan kaki menuju rumah mempelai wanita. Momen tersebut menciptakan pemandangan “lautan manusia” yang memadati ruas jalan

Meski arus lalu lintas di Jalan TGH. Lopan hingga Jalan Gunung Pengsong sempat mengalami kepadatan tinggi, warga sekitar justru menyambutnya dengan antusias. Sejak selepas Ashar, masyarakat telah memadati pinggir jalan untuk menyaksikan peristiwa yang dianggap sebagai hiburan rakyat ini.

“Kami sangat penasaran dan Ingin lihat langsung kemegahannya. Jarang-jarang ada acara sebesar ini, lumayan jadi hiburan keluarga,” ungkap Nur, salah satu warga setempat yang sengaja datang lebih awal.

Fenomena ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warga mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam dan membagikannya ke berbagai platform digital, sehingga prosesi Nyongkolan Datu Sekotong dengan cepat menjadi viral.

Bagi masyarakat Lombok, peristiwa Nyongkolan Datu Sekotong ini bukan sekadar momen sakral bagi kedua mempelai. Ini adalah manifestasi kebanggaan atas warisan leluhur yang dikemas secara elegan dan megah.

Dengan skala massa yang masif dan organisasi yang matang, prosesi ini dipastikan akan menjadi standar baru dan buah bibir di Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu prosesi adat paling spektakuler yang pernah didokumentasikan.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

Demi Wisata Aman ke Gili, Syahbandar Pemenang Rela Pantau Cuaca Setiap Hari
Raja Mandalika: Surga Penginapan Mewah di Jantung Destinasi Dunia
Hanya Empat Hari Menuju Infanteri Cup II Rajawali Indonesia NTB, Buru Tiket Sebelum Kehabisan!
Komunitas Pariwisata Bandara Lombok Bersatu Sukseskan Pilkada Damai: Harapkan Pemimpin NTB yang Mampu Dorong Kemajuan Pariwisata Lokal
Ajang Bergengsi Piala Ketua SML 2024: Ketatnya Persaingan dan Banjir Hadiah di Taman Mayura
Guncang Malam di BCA Senggigi Sunset Jazz 2024: Nikmati Musik Penuh Energi dan Kuliner Lezat!
Bupati Cup 8 Segera Hadir: Ajang Berkicau Terbesar di Lombok Tengah Siap Memikat Para Pecinta Burung
Mangrove Purba Jerowaru: Surga Ekowisata yang Mendongkrak Perekonomian Warga Lombok Timur

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:52 WITA

Grebek Mafia Beras di Kediri! Satgas Pangan NTB Amankan Terduga Pelaku Pengoplos Beras Subsidi

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:29 WITA

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Lotim, Terancam 12 Tahun Penjara

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:24 WITA

Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Dugaan Narkoba, Terancam Pidana Seumur Hidup

Senin, 16 Februari 2026 - 13:05 WITA

Diduga Hina Keluarga Besar Gedeng Sekotong di Medsos, Dua Akun Facebook Dilaporkan ke Polda NTB

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:25 WITA

Polres Lombok Utara Bongkar Jaringan Sabu di Bayan, Dua Diduga Pengedar Terancam Seumur Hidup

Selasa, 10 Februari 2026 - 01:50 WITA

Oknum Kepala SPPG Diduga Intimidasi Wartawan di Lombok Barat, JOIN NTB Resmi Melapor ke Polres

Senin, 9 Februari 2026 - 15:22 WITA

Resmi! Kasat Narkoba Polres Bima Kota Ditetapkan sebagai Tersangka dan Dipecat Tidak Hormat

Sabtu, 7 Februari 2026 - 01:28 WITA

Polda NTB Resmi Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Mebel 40 SMK Dinas Dikbud NTB

Berita Terbaru