Mangrove Purba Jerowaru: Surga Ekowisata yang Mendongkrak Perekonomian Warga Lombok Timur

- Wartawan

Jumat, 27 September 2024 - 11:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halontb.com – Di sudut eksotis Nusa Tenggara Barat, tersembunyi sebuah surga ekowisata yang kini mulai menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru. Hutan Mangrove Purba di Jerowaru, Lombok Timur, bukan hanya menjadi destinasi wisata alam yang memukau, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat lokal.

Terhampar rimbunnya hutan mangrove berusia ratusan tahun, kawasan ini menyajikan panorama alami yang seolah membawa pengunjung ke masa lampau. Liburan akhir pekan di Mangrove Jerowaru tak sekadar memberikan kesegaran jiwa, tapi juga kesempatan bagi wisatawan untuk lebih dekat dengan keanekaragaman flora dan fauna yang jarang ditemukan di tempat lain. Namun, pesona alam ini bukan satu-satunya yang menarik perhatian. Di balik hijaunya mangrove, terselip kisah sukses masyarakat yang mampu bangkit secara ekonomi melalui ekowisata.

Keberhasilan ini tak lepas dari tangan dingin PT PLN (Persero) melalui Program Desa Berdaya. Revitalisasi ekowisata di kawasan mangrove ini terbukti tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga memberdayakan warga setempat. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ekowisata Bale Mangrove, Lukman, mengungkapkan bahwa kini masyarakat Jerowaru menikmati manfaat nyata dari program ini. Pengunjung yang tadinya hanya ratusan per bulan, kini melonjak hingga lebih dari 7.000 orang, meningkatkan pendapatan dari penjualan tiket serta produk olahan mangrove.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program Desa Berdaya dari PLN tidak hanya membantu menjaga ekosistem mangrove, tapi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat. Kami merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan,” ujar Lukman.

PLN tak hanya berhenti di situ. Bersama Pokdarwis, mereka juga mengembangkan usaha mikro kecil (UMK) berbasis produk mangrove, seperti kopi mangrove, yang kini menjadi primadona baru bagi para pengunjung. Program ini juga berhasil membuka lapangan kerja baru bagi 20 warga yang terlibat aktif dalam pengelolaan Bale Mangrove, memberikan peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk hidup mandiri dan berdaya saing.

Pj Sekda Lombok Timur, Hasni, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi PLN dalam pengembangan kawasan ini. “PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tapi juga menunjukkan kepedulian terhadap ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Pemerintah Lombok Timur sangat berterima kasih atas dedikasi PLN dalam meningkatkan kesejahteraan warga melalui program Desa Berdaya,” katanya.

Program Desa Berdaya ini bukan hanya menyentuh sektor pariwisata, tetapi juga berdampak luas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). PLN, melalui komitmennya untuk menciptakan Creating Shared Value (CSV), terus mendorong optimalisasi potensi desa, tidak hanya di Lombok Timur tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Revitalisasi Hutan Mangrove Jerowaru ini bukan hanya untuk ekowisata, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam mendukung penyerapan karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem,” tegas Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Sudjarwo, menambahkan bahwa program ini menjadi contoh sukses dari pemberdayaan masyarakat desa berbasis sustainable development goals (SDGs). Desa Jerowaru kini diakui sebagai salah satu nominasi dalam 100 Anugerah Desa Wisata yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2024, sebuah pencapaian yang tak lepas dari kerja keras dan kolaborasi erat berbagai pihak.

Keberhasilan Program Desa Berdaya di Jerowaru tak hanya menjadi inspirasi bagi daerah lain, tetapi juga menegaskan bahwa pemberdayaan desa dengan pendekatan ekowisata bisa menjadi motor penggerak perubahan yang nyata—baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kuta Jangan Hanya Dijual sebagai Surga Wisata, Sistem Perlindungan Wisatawan Harus Naik Kelas
Jelang MotoGP Mandalika, Disparekrafpora Lobar Sebut Hotel di Senggigi Mulai Nyaris Penuh
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Terjual 50%, Pemprov NTB Genjot Infrastruktur dan Layanan Inklusif
Viral! ‘Wedding of the Year’ Nyongkolan Putra Mamiq Dar Pecahkan Rekor: Ribuan Massa & Lautan Manusia Padati Jalanan!
Demi Wisata Aman ke Gili, Syahbandar Pemenang Rela Pantau Cuaca Setiap Hari
Raja Mandalika: Surga Penginapan Mewah di Jantung Destinasi Dunia
Hanya Empat Hari Menuju Infanteri Cup II Rajawali Indonesia NTB, Buru Tiket Sebelum Kehabisan!
Komunitas Pariwisata Bandara Lombok Bersatu Sukseskan Pilkada Damai: Harapkan Pemimpin NTB yang Mampu Dorong Kemajuan Pariwisata Lokal

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Kawal Enam Titik yang Tak Boleh Kehilangan Daya

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WITA

Bukan Hanya Menjaga Listrik MotoGP, PLN Hadir Berbagi untuk Warga Mandalika

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Ratusan Petugas PLN Jadi Garda Terdepan Kelistrikan MotoGP Mandalika 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:59 WITA

ASDP Lembar Perkuat Kesiapan Jelang MotoGP, 17 Kapal Siap Dioperasikan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:22 WITA

Mandalika Kembali Jadi Panggung Dunia, PLN Perkuat Kesiapan Kelistrikan Jelang MotoGP 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Tak Sekadar Soal Listrik, PLN UP3 Bima Ikut Merawat Pesisir Kota Bima

Rabu, 30 September 2026 - 13:15 WITA

11 Hari Menuju MotoGP Mandalika 2026, PLN Mulai ‘Stress Test’ Peralatan Kelistrikan

Rabu, 30 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Rp1 Investasi Sosial Menghasilkan Rp2,56 Manfaat, Pelajaran dari Desa Berdaya Medana

Berita Terbaru