HALO NTB.com — LOMBOK TENGAH, Mandalika kembali menjadi pusat perhatian menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Namun, di balik persiapan infrastruktur dan pengamanan kebutuhan listrik untuk ajang balap motor kelas dunia tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) membawa misi lain: memastikan kehadiran perusahaan juga dirasakan masyarakat.
Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM), PLN UIW NTB menyalurkan santunan kepada 31 penerima manfaat di kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (5/10/2026).
Mereka terdiri dari 11 guru ngaji dan 20 anak yatim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyaluran santunan dilakukan oleh Executive Vice President (EVP) Operational and Maintenance Directorate (ODM) PLN), Sugeng Widodo, bersama jajaran manajemen PLN UIW NTB.
Kegiatan sosial tersebut menjadi warna lain di tengah kesibukan PLN mempersiapkan dukungan kelistrikan untuk gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Bagi perusahaan, menjaga pasokan listrik tetap andal merupakan tanggung jawab utama. Namun, kehadiran PLN di tengah masyarakat juga diharapkan tidak berhenti pada pelayanan kelistrikan.
Melalui YBM PLN, insan PLN berupaya mengembalikan sebagian kepedulian mereka kepada masyarakat melalui penyaluran dana zakat, infak dan sedekah.
Dana yang dihimpun dari pegawai PLN tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk guru ngaji dan anak-anak yatim di kawasan Mandalika.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan, keberadaan PLN di tengah masyarakat harus mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas.
“Melalui YBM PLN, kami ingin memastikan bahwa kepedulian insan PLN dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk para guru ngaji dan anak-anak yatim,” kata Yondri.
Menurut dia, guru ngaji merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat. Peran mereka dalam memberikan pendidikan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda tidak dapat dipisahkan dari pembangunan karakter masyarakat.
Sementara bagi anak-anak yatim, dukungan dari lingkungan sekitar merupakan bagian penting untuk memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian dan kesempatan tumbuh secara baik.
Karena itu, santunan yang diberikan PLN diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai bantuan sesaat.
“Mereka memiliki peran penting dalam membangun nilai-nilai pendidikan dan kehidupan sosial di tengah masyarakat. Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk terus menebarkan kebermanfaatan,” ujar Yondri.
Kehadiran PLN di Mandalika dalam momentum MotoGP memang memiliki tantangan tersendiri. Perusahaan harus memastikan sistem kelistrikan mampu menopang kebutuhan berbagai aktivitas selama event internasional tersebut berlangsung.
Namun bersamaan dengan tugas teknis itu, PLN juga berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekitar.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN UIW NTB untuk menjalankan fungsi perusahaan sekaligus memberikan kontribusi sosial di wilayah kerjanya.
Yondri mengatakan PLN akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan kepedulian sosial.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan kelistrikan yang andal sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjalankan tugas utama, tetapi juga sejauh mana kehadiran perusahaan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
PLN berharap program sosial melalui YBM dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari gerakan kepedulian yang memberikan dampak positif secara berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi dan kepedulian seperti ini dapat terus tumbuh sehingga kehadiran PLN memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat,” pungkas Yondri.









