HALO NTB — JAKARTA, Penguatan peran bank daerah dalam menyediakan layanan keuangan bagi aparatur sipil negara (ASN) sektor pendidikan menjadi salah satu isu strategis dalam audiensi PT Bank NTB Syariah dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., di Jakarta, 1 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut mempertemukan kepentingan peningkatan kualitas layanan perbankan dengan kebutuhan transaksi keuangan guru dan tenaga kependidikan, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam audiensi itu, Bank NTB Syariah diwakili Direktur Pembiayaan Agus Suhendro dan Direktur Keuangan & Operasional Ajar Susanto Broto. Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekaligus mendorong optimalisasi layanan perbankan bagi ASN di lingkungan pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebuah bank daerah, kepercayaan dalam pengelolaan layanan keuangan bagi aparatur pemerintah merupakan tanggung jawab yang membutuhkan konsistensi. Kepercayaan tersebut tidak cukup dipertahankan melalui cakupan layanan semata, tetapi juga perlu diikuti upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.
Bank NTB Syariah sebelumnya telah diberikan kepercayaan mengelola rekening gaji dan tunjangan sertifikasi sebanyak 54.395 guru di Provinsi NTB. Cakupan tersebut menempatkan layanan kepada tenaga pendidik sebagai salah satu aspek penting dalam upaya perseroan memperkuat kualitas pelayanan perbankan.
Dalam praktiknya, layanan keuangan bagi ASN sektor pendidikan memerlukan dukungan sistem transaksi yang andal, pelayanan yang responsif, serta komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait. Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting ketika layanan mencakup puluhan ribu nasabah dengan kebutuhan transaksi yang beragam.
Karena itu, koordinasi dengan kementerian terkait memiliki nilai strategis. Hubungan kelembagaan yang baik dapat menjadi ruang komunikasi untuk memahami kebutuhan pelayanan, menyelaraskan kepentingan, serta membuka peluang pengembangan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, menyebut audiensi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Kemendikdasmen, terutama dalam meningkatkan layanan perbankan bagi ASN di sektor pendidikan.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di Nusa Tenggara Barat semakin optimal dan mampu memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan,” ujar Agus.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan layanan tidak hanya menjadi agenda internal perusahaan, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang berkesinambungan dengan para pemangku kepentingan. Dalam kerangka itu, sinergi antarlembaga diharapkan mampu mendukung pelayanan yang semakin relevan dengan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan.
Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah, Ajar Susanto Broto, menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan transaksi merupakan bagian penting dari komitmen perseroan untuk menghadirkan pengalaman layanan yang semakin mudah dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kualitas pelayanan sebagai bagian dari keberlanjutan bisnis perbankan. Di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, bank dituntut untuk menjaga keandalan operasional sekaligus memperhatikan kemudahan nasabah dalam mengakses layanan.
Bagi Bank NTB Syariah, penguatan layanan kepada guru dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan sektor publik di daerah. Namun, keberlanjutan kepercayaan tersebut tetap perlu ditopang oleh pelayanan yang konsisten, komunikasi yang terbuka, serta perhatian terhadap kebutuhan nasabah.
Audiensi bersama Mendikdasmen diharapkan menjadi langkah yang memperkuat fondasi kolaborasi antara Bank NTB Syariah dan Kemendikdasmen. Pertemuan ini juga membuka ruang bagi pengembangan koordinasi yang lebih baik dalam mendukung layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di NTB.
Ke depan, tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana cakupan layanan yang telah dipercayakan dapat terus diiringi peningkatan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh nasabah.
Dengan mengelola rekening gaji dan tunjangan sertifikasi bagi 54.395 guru di NTB, Bank NTB Syariah memiliki landasan penting untuk terus memperkuat pelayanan kepada sektor pendidikan. Melalui koordinasi kelembagaan yang semakin baik, perseroan diharapkan mampu menjaga kepercayaan tersebut sekaligus meningkatkan kemudahan transaksi keuangan bagi para pendidik di Nusa Tenggara Barat.









