Fornas VIII: Panggung Kreativitas Pemuda dan Kebangkitan Budaya Daerah di Mata Nasional

- Wartawan

Minggu, 27 Juli 2025 - 15:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot mata, sorot budaya. Tribun FORNAS VIII NTB dipadati ribuan penonton. (Foto: Istimewa)

Sorot mata, sorot budaya. Tribun FORNAS VIII NTB dipadati ribuan penonton. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Ketika ratusan pemuda lokal menari kompak di tengah sorotan lampu dan tatapan ribuan penonton saat pembukaan FORNAS VIII, Sabtu (26/7/2025), sesungguhnya mereka sedang memainkan peran penting dalam panggung Indonesia. Tak hanya menunjukkan kemeriahan, mereka adalah wajah masa depan NTB yang tampil penuh percaya diri, kreatif, dan cinta budaya.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyebut FORNAS sebagai “panggung kolaborasi lintas generasi” di mana pemuda dan seniman lokal mendapatkan ruang tampil, mengasah potensi, dan menunjukkan kepada Indonesia bahwa NTB adalah rumah talenta-talenta hebat.

Ratusan pemuda dari komunitas seni, sekolah, hingga sanggar budaya lokal terlibat aktif dalam pengisi acara pembukaan. Mereka tidak sekadar menjadi pelengkap acara, tapi menjadi pusat perhatian. Mulai dari perancang koreografi tarian kolosal, penata musik tradisional, hingga pembawa acara menggunakan bahasa daerah yang dipadukan dengan narasi nasionalisme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rasanya bangga luar biasa. Kami merasa dipercaya. Bisa tampil di hadapan ribuan orang dari seluruh Indonesia membuat kami semakin yakin untuk berkarya,” ungkap Riski, mahasiswa Universitas Mataram yang turut menjadi pengarah artistik dalam penampilan pembuka.

FORNAS juga menjadi ajang unjuk gigi budaya NTB kepada Indonesia. Berbagai penampilan musik tradisional, tarian suku Sasak, Samawa, dan Mbojo dikemas modern tanpa kehilangan akar lokalitasnya. Para kontingen dari 38 provinsi pun turut tampil mengenakan pakaian adat, membentuk pemandangan mozaik kebudayaan Indonesia yang menakjubkan.

Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri menekankan pentingnya momentum ini untuk merawat semangat kebudayaan di kalangan muda. “Jangan sampai budaya hanya jadi warisan, tapi harus jadi bagian dari gaya hidup dan identitas pemuda kita hari ini,” tegasnya.

Fornas VIII bukan hanya event olahraga rekreasi, tapi panggung masa depan: di mana pemuda, budaya, dan kebanggaan daerah bertemu dalam satu tarikan napas.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ajang Bergengsi Karate Piala Kapolri 2026 Siap Panaskan GOR Nambo Jaya
Pengurus Cabor Pickleball Sumbawa Dikukuhkan, Target 1 Emas di Porprov 2026
Wow! MAN Lombok Barat Raih Prestasi Gemilang pada Kejuaraan Daerah Karate Mayura Cup 3 2026
Menuju PON 2028: NTB–NTT Siap Tawarkan Model Penyelenggaraan Baru
Justitia Fight Sport Siap Guncang Ring NTB: 32 Fighter Akan Adu Nyali di Mataram
Zabur: Dukung MotoGP Mandalika 2025, Tapi Hak Warga Jangan Dikesampingkan
Ketua Bardam Nusa Ajak Masyarakat Dukung dan Sukseskan MotoGP Mandalika 2025
Ketua Forum Kadus Ajak Warga Desa Kuta Berperan Aktif Sukseskan MotoGP Mandalika

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:19 WITA

Naik Drastis! Jumlah Kendaraan di Pelabuhan Lembar Melonjak Hingga 40 Persen

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:44 WITA

KUR Nol Persen di Depan Mata, Bank NTB Syariah Siapkan Layanan Cepat dan Terintegrasi

Jumat, 27 Maret 2026 - 04:35 WITA

NTB Terang Benderang di Hari Raya, Cadangan Listrik Aman, PLN Panen Apresiasi

Rabu, 25 Maret 2026 - 01:39 WITA

SPKLU Kian Masif, Mudik Ramah Lingkungan Jadi Tren Baru di NTB

Minggu, 22 Maret 2026 - 01:30 WITA

45 SPKLU Disiagakan PLN NTB, Mudik Kendaraan Listrik Kini Lebih Tenang dan Terjamin

Sabtu, 21 Maret 2026 - 01:23 WITA

Idulfitri Tanpa Kedip Listrik, PLN NTB Jamin Pasokan Stabil Saat Salat Id

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:14 WITA

Takbiran Penuh Cahaya di Mataram, PLN Pastikan Listrik Stabil di Tengah Lonjakan Aktivitas

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:06 WITA

Bank NTB Syariah, Pertumbuhan Nyata Tertutup Beban Sementara

Berita Terbaru