386 Tamu Allah dari Lombok Barat Tinggalkan Tanah Air: Mengawali Kisah Haji 2025 dengan Air Mata, Doa, dan Harapan

- Wartawan

Jumat, 2 Mei 2025 - 07:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz, saat memberikan sambutan dalam pelepasan jamaah haji Kloter 1 asal Lombok Barat di Asrama Haji NTB. Ia berpesan agar jamaah menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalani ibadah di Tanah Suci. (Foto: Istimewa)

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz, saat memberikan sambutan dalam pelepasan jamaah haji Kloter 1 asal Lombok Barat di Asrama Haji NTB. Ia berpesan agar jamaah menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalani ibadah di Tanah Suci. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Dini hari yang sunyi di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, berubah menjadi momen penuh haru. Suara lantunan doa bercampur dengan isak tangis perpisahan, ketika 386 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Lombok Barat melangkah pasti menuju pesawat Garuda Indonesia yang akan membawa mereka ke Tanah Suci. Jumat, 1 Mei 2025, pukul 01.15 WITA, menjadi tonggak awal dari sebuah perjalanan spiritual yang tak semua insan diberi kesempatan untuk menapakinya.

Dengan nomor penerbangan GIA 5101, pesawat berbadan lebar Boeing 777 itu mengangkasa menuju Madinah, kota suci yang pertama kali akan mereka singgahi. Tiba pada pukul 09.00 waktu setempat, para jamaah akan memulai masa adaptasi sebelum menjalani seluruh rangkaian rukun Islam kelima yang penuh makna. Ini bukan sekadar keberangkatan, ini adalah perwujudan dari penantian, pengorbanan, dan panggilan jiwa.

Sebelum keberangkatan, seluruh jamaah telah memasuki Asrama Haji sejak Kamis pagi, mempersiapkan diri secara spiritual dan logistik. Dari total 386 jamaah, terdapat 214 laki-laki dan 172 perempuan, didampingi dua petugas kloter: seorang Ketua Kloter (TPHI) dan seorang Pembimbing Ibadah (TPIHI). Sebanyak 386 koli bagasi dengan berat total 6.246 kilogram dibawa—bukan sekadar koper dan pakaian, tetapi juga amanah, niat, dan kerinduan kepada Sang Pencipta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Zamroni Aziz, yang turut hadir dalam pelepasan ini, memberikan sambutan penuh makna. Ia menekankan bahwa haji bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga kolaborasi lintas institusi dan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengawal ibadah para jamaah dengan doa dan dukungan.

“Kami memulai semuanya dengan ketulusan. Doa lintas agama dan ormas melibatkan lebih dari 20 ribu orang. Ini bukan hanya simbol toleransi, tetapi juga kekuatan spiritual bersama untuk para tamu Allah,” ucap Zamroni, dengan suara bergetar.

Lebih jauh, ia juga mengingatkan bahwa para petugas haji harus menanggalkan atribut formal mereka selama di tanah suci. Jabatan tidak penting, yang utama adalah pengabdian untuk memastikan para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Jumlah jamaah haji reguler asal NTB tahun ini mencapai 4.230 orang, termasuk 225 lansia yang diprioritaskan karena keterbatasan fisik dan usia. Terdapat pula 36 Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), delapan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) aktif, serta 48 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang akan menyertai 12 kloter yang diberangkatkan dari Embarkasi Lombok.

Inspektur Jenderal Kemenag RI, Faesal Ali Hasyim, turut menyampaikan pesan kebangsaan dan spiritual. Ia meminta agar para jamaah menjaga stamina dan saling menguatkan selama di Tanah Suci. Cuaca ekstrem, kepadatan jamaah dunia, serta ritme ibadah yang padat menjadi tantangan yang memerlukan kesabaran luar biasa.

“Jangan sampai lelah fisik mengalahkan niat spiritual. Jagalah kekompakan kloter, bantu yang lemah, dan selalu ingat bahwa ini adalah ibadah tertinggi untuk umat Islam. Niatkan semua hanya karena Allah,” tegas Faesal.

Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, hadir pula Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi, dan Anggota DPR RI Dapil VIII NTB, Nanang Samudra. Keduanya menyampaikan pesan moral dan doa kepada para jamaah.

“Ini bukan sekadar perjalanan ibadah, ini momentum kehidupan. Bersikaplah rendah hati, saling membantu, dan jadikan ini sebagai pengalaman suci yang membawa pulang keberkahan bagi daerah kita,” tutur Gita Ariadi.

Nanang Samudra menambahkan, banyak orang mampu secara finansial namun belum dipanggil oleh Allah untuk menunaikan haji. Maka, bagi para jamaah yang diberangkatkan, kesempatan ini harus dimaknai sepenuh hati.

“Gunakan setiap detiknya untuk mendekat kepada Tuhan. Haji bukan soal fasilitas atau foto, tapi soal penghambaan dan keikhlasan,” pesannya.

Keberangkatan kloter perdana ini adalah simbol dari semangat spiritual masyarakat NTB yang terus terjaga. Di tengah gempuran modernitas, semangat menunaikan haji tetap menjadi cita tertinggi. Masyarakat mengantar mereka bukan hanya dengan peluk dan cium perpisahan, tapi juga dengan janji dalam doa: bahwa mereka akan pulang membawa haji yang mabrur, dan kisah suci yang menginspirasi generasi.

Dan kini, 386 tamu Allah itu tengah menapak jejak para nabi, membawa nama Lombok Barat dan Indonesia ke hadapan Ka’bah, dalam misi suci yang akan mereka kenang seumur hidup.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Berita Terkait

Sinergi Gizi dan Keuangan Syariah, Strategi Baru Pemerintah Perkuat Program Pemenuhan Gizi
Menguatkan Akar Ekonomi Lokal, Bank NTB Syariah Jadikan UMKM Fokus Utama Transformasi 2026
Skandal Lahan MXGP Samota Melebar, Penilai Harga Tanah Resmi Jadi Tersangka
Antisipasi Gangguan Listrik, PLN Perbarui Infrastruktur Transmisi Strategis di Sumbawa
Perkuat Inklusi Keuangan Syariah, Bank NTB Syariah Hadirkan Pojok NTBS di Tiga Pasar Tradisional Mataram
TRC PLN UIW NTB Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Kabul, Perkuat Peran Sosial di Tengah Bencana
Di Tengah Medan Ekstrem Pascabanjir, PLN Berjuang Kembalikan Terang Warga Pelangan
Dari Bibit ke Berkah, Cara Bank NTB Syariah Memaknai Ulang Hadiah Ulang Tahun Daerah

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:22 WITA

Resmi! Kasat Narkoba Polres Bima Kota Ditetapkan sebagai Tersangka dan Dipecat Tidak Hormat

Rabu, 4 Februari 2026 - 05:26 WITA

Digugat PMH, BTN Cabang Mataram Terancam Uji Legalitas Appraisal dan Lelang Aset

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:21 WITA

Tragis, Ayah Tebas Anak Kandung di Lombok Barat: Polisi Naikkan Status ke Penyidikan

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:16 WITA

Berbekal Rekaman CCTV, Tim Puma Polda NTB Berhasil Tangkap Residivis Jambret Lintas Wilayah

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:42 WITA

Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim Dilaporkan Atas Dugaan Persetubuhan Terhadap Santriwati

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:50 WITA

Satu Jam Menunggu di Samping Api, Ini Pengakuan Pria yang Tega Bakar Ibu Kandungnya.

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:27 WITA

Anak Bunuh Ibu Kandung, Jenazah Dibakar di Sekotong untuk Hilangkan Jejak

Senin, 26 Januari 2026 - 10:50 WITA

Terkuak! Kades Sekotong Barat Ungkap Teka-teki Mobil Putih di Balik Tragedi Penemuan Mayat Terbakar

Berita Terbaru