HALO NTB — LOMBOK TENGAH, Pengembangan kawasan pariwisata kelas dunia tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi dan kemeriahan agenda internasional. Infrastruktur transportasi, aksesibilitas, serta kesiapan menghadirkan layanan yang selaras dengan perkembangan teknologi juga menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisata yang berkualitas.
Perspektif tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), dengan dukungan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Selaparang, menyiapkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) fast charging di area parkir Helipad sirkuit.
Fasilitas tersebut terdiri atas pengisian cepat berkapasitas DC 120 kilowatt (kW) dan DC 200 kW. Kehadirannya ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada pengguna kendaraan listrik selama berlangsungnya ajang balap motor internasional sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di NTB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut relevan dengan kebutuhan kawasan wisata yang terus berkembang. Ketika sebuah destinasi menjadi tujuan kunjungan berskala internasional, kebutuhan pengunjung tidak hanya berkaitan dengan akomodasi dan atraksi wisata, tetapi juga layanan transportasi yang nyaman, mudah dijangkau, dan mengikuti perkembangan teknologi.
Dalam konteks Mandalika, penyediaan SPKLU menjadi salah satu bagian dari infrastruktur pendukung yang dapat memperluas pilihan mobilitas bagi wisatawan dan masyarakat.
Infrastruktur transportasi menjadi bagian pengalaman wisata
Kenyamanan perjalanan merupakan salah satu unsur penting dalam pengalaman wisata. Bagi pengguna kendaraan listrik, ketersediaan tempat pengisian daya dapat memengaruhi perencanaan perjalanan, pilihan rute, dan durasi kunjungan ke suatu destinasi.
Karena itu, keberadaan SPKLU di kawasan Sirkuit Mandalika memberikan alternatif layanan pengisian bagi pengguna kendaraan listrik yang beraktivitas di sekitar lokasi. Kapasitas DC 120 kW dan DC 200 kW memungkinkan pengisian berdaya tinggi bagi kendaraan yang mendukung spesifikasi tersebut.
Kendati demikian, kecepatan pengisian tidak seragam untuk setiap kendaraan. Kemampuan baterai, batas penerimaan daya, tingkat pengisian awal, serta kondisi teknis kendaraan tetap memengaruhi durasi yang diperlukan.
Dari sudut pandang pengembangan destinasi, fasilitas seperti ini juga memperlihatkan pentingnya mengintegrasikan infrastruktur transportasi dengan kebutuhan kawasan pariwisata. Pengembangan layanan tidak cukup hanya berfokus pada satu titik kegiatan, tetapi perlu mempertimbangkan konektivitas dengan pusat aktivitas ekonomi, akomodasi, dan tujuan wisata lainnya.
Mandalika memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum kegiatan internasional guna memperkenalkan layanan mobilitas listrik kepada pengunjung. Akan tetapi, penguatan manfaat tersebut memerlukan kesinambungan, terutama dalam memperluas akses pengisian daya dan memberikan informasi yang memudahkan wisatawan merencanakan perjalanan.
PLN dukung mobilitas rendah emisi di kawasan strategis
Manager PLN UP3 Selaparang, Seno Wuryanto, menyampaikan bahwa penyediaan SPKLU fast charging merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan layanan kelistrikan yang inovatif dan mendukung transformasi sektor transportasi menuju mobilitas rendah emisi.
Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP Mandalika menjadi momentum untuk memperluas pemanfaatan kendaraan listrik melalui ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai.
Dukungan ini menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik memiliki keterkaitan dengan kebutuhan kawasan pariwisata. Infrastruktur pengisian daya yang mudah diakses dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan listrik ketika mengunjungi suatu destinasi.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa dukungan PLN terhadap MotoGP 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendorong transisi energi.
“PLN tidak hanya berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung suksesnya MotoGP Mandalika 2026, tetapi juga menghadirkan infrastruktur yang mendorong pemanfaatan energi bersih, termasuk SPKLU fast charging,” ujar Yondri.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di NTB. Menurutnya, manfaat penyelenggaraan ajang internasional diharapkan turut mendukung pariwisata berkelanjutan dan pembangunan daerah.
Peluang ekonomi dan tantangan keberlanjutan
Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik dapat membuka peluang bagi kawasan wisata untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pasar. Wisatawan yang menggunakan kendaraan listrik membutuhkan kepastian mengenai ketersediaan fasilitas pengisian daya, sementara pelaku usaha pariwisata perlu memahami perkembangan kebutuhan tersebut agar mampu meningkatkan kualitas layanan.
Keberadaan SPKLU di Mandalika menjadi salah satu langkah pendukung ke arah itu. Meski demikian, manfaat ekonomi bagi daerah tidak dapat ditentukan hanya dari keberadaan fasilitas. Dampaknya perlu dilihat melalui pemanfaatan aktual, peningkatan aktivitas pengguna, serta keterhubungan layanan dengan kegiatan usaha dan pariwisata setempat.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsistensi pelayanan setelah MotoGP berakhir. Infrastruktur yang dibangun atau disiapkan untuk mendukung kegiatan internasional akan lebih bernilai apabila tetap relevan bagi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha dalam kegiatan sehari-hari.
Di sisi lingkungan, kendaraan listrik berpotensi mengurangi emisi dari penggunaan kendaraan di jalan. Besarnya manfaat tersebut tetap bergantung pada sumber listrik yang digunakan dan keseluruhan siklus penggunaan kendaraan. Dengan demikian, pengembangan SPKLU perlu dipandang sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat mobilitas rendah emisi, bukan sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pariwisata berkelanjutan.
Momentum Mandalika untuk pembangunan jangka panjang
Kehadiran SPKLU fast charging berkapasitas DC 120 kW dan DC 200 kW di kawasan Sirkuit Mandalika memperlihatkan upaya PLN UIW NTB melalui UP3 Selaparang dalam menghubungkan kebutuhan kegiatan internasional dengan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.
Bagi Mandalika, dukungan ini dapat menjadi bagian dari proses membangun destinasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi transportasi. Bagi NTB, ketersediaan infrastruktur kendaraan listrik berpotensi memperkuat layanan pendukung pariwisata sekaligus memperluas pilihan mobilitas bagi masyarakat.
Ke depan, keberhasilan pengembangan tersebut akan ditentukan oleh kesinambungan layanan, kemudahan akses, perluasan jaringan pengisian daya, dan integrasinya dengan kebutuhan transportasi kawasan.
MotoGP 2026 dengan demikian bukan hanya menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Mandalika sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bagaimana infrastruktur kelistrikan dapat mengambil peran dalam mendukung transformasi transportasi, meningkatkan kualitas layanan wisata, dan mendorong pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.









