Ketika PLN, Pemerintah dan Pelaku Usaha Duduk Bersama, “Ruang Cerita Ibu” Jadi Titik Temu Pemberdayaan

- Wartawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan modal usaha bagi kelompok perempuan rentan melalui program “Ruang Cerita Ibu”.

Penyerahan modal usaha bagi kelompok perempuan rentan melalui program “Ruang Cerita Ibu”.

MATARAM, Halontb.com — Ada satu hal yang selalu dibutuhkan dalam setiap upaya pemberdayaan masyarakat: kolaborasi.

Tidak ada satu pihak yang mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat seorang diri. Pemerintah memiliki kebijakan dan kewenangan, dunia usaha memiliki sumber daya dan pengalaman, sementara masyarakat memiliki potensi yang perlu diperkuat.

Gagasan tersebut menemukan bentuknya dalam kegiatan “Ruang Cerita Ibu” yang digelar Srikandi PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) di Kantor PLN UIW NTB, Kamis (20/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini mempertemukan penerima manfaat dengan Srikandi PLN dan para entrepreneur dalam sebuah ruang yang dirancang untuk berbagi pengalaman, membangun jejaring dan memberikan motivasi.

Sebanyak 32 penerima manfaat mengikuti kegiatan tersebut dengan dukungan 16 pendamping.

Kehadiran para entrepreneur menjadi elemen penting karena peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat pengalaman nyata dari orang-orang yang telah berkecimpung dalam dunia usaha. Sementara Srikandi PLN memberikan perspektif dari pengalaman profesional sekaligus peran sosial yang mereka jalankan.

Pertemuan dua perspektif itu menciptakan ruang belajar yang lebih beragam.

Bukan hanya soal bagaimana memulai sesuatu, tetapi juga bagaimana membangun keberanian, melihat peluang dan mengembangkan kemampuan yang sudah dimiliki.

Dalam konteks keluarga, penguatan kapasitas perempuan memiliki arti yang jauh lebih luas. Ketika seorang perempuan mendapatkan pengetahuan dan kepercayaan diri, manfaatnya berpotensi menjalar kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Itulah sebabnya kegiatan seperti “Ruang Cerita Ibu” tidak tepat jika hanya dilihat sebagai agenda satu hari.

Nilai sebenarnya justru terletak pada apa yang terjadi setelah pertemuan tersebut selesai: apakah pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan, apakah jejaring baru dapat berkembang, dan apakah peserta mendapatkan keberanian untuk mengambil langkah berikutnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP. yang didampingi Asisten III, serta RAy. Febri H. Dipokusumo sebagai narasumber dan motivator.

Kehadiran pemerintah daerah di tengah kegiatan memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antara PLN dan pemerintah dalam mendorong agenda pemberdayaan masyarakat.

Bagi PLN, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan program sosial perusahaan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara bagi masyarakat, kolaborasi lintas sektor membuka peluang lebih luas untuk memperoleh akses terhadap pengetahuan, pengalaman dan jejaring.

Srikandi PLN UIW NTB sendiri mengambil posisi sebagai penghubung dalam proses tersebut.

Peran ini sekaligus memperluas makna keberadaan Srikandi PLN. Mereka bukan hanya perempuan yang bekerja di sektor kelistrikan, tetapi juga bagian dari komunitas profesional yang dapat memberikan kontribusi sosial melalui berbagi pengalaman dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan, Srikandi PLN memiliki peran strategis dalam memperkuat engagement dengan masyarakat dan stakeholder.

“Kami melihat Srikandi PLN memiliki peran strategis dalam membangun engagement dengan masyarakat dan stakeholder,” ujar Yondri.

Menurutnya, program pemberdayaan harus memberikan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan penerima manfaat.

“Melalui ruang seperti ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan tambahan ilmu, motivasi, dan pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh penerima manfaat,” katanya.

PLN juga membuka peluang agar kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang sehingga PLN dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menghadirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan,” ujar Yondri.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan untuk membangun hubungan yang lebih kuat antara dunia usaha dan masyarakat.

Perusahaan tidak cukup hanya hadir ketika membangun atau menjalankan kegiatan operasional. Perusahaan juga dituntut mampu menciptakan nilai sosial yang dirasakan oleh lingkungan di sekitarnya.

“Ruang Cerita Ibu” menjadi salah satu contoh bagaimana ruang sederhana dapat mempertemukan berbagai kekuatan.

Ada PLN dengan pengalaman dan sumber dayanya. Ada pemerintah dengan kebijakan dan kewenangannya. Ada entrepreneur dengan pengalaman usahanya. Dan ada masyarakat yang membawa potensi serta cerita kehidupannya sendiri.

Ketika semuanya dipertemukan dalam satu ruang, yang lahir bukan hanya percakapan.

Ada peluang lahirnya jejaring baru, tumbuhnya motivasi, bertambahnya pengetahuan dan munculnya keberanian untuk berkembang.

Pada akhirnya, pemberdayaan bukan tentang siapa yang paling banyak memberi. Pemberdayaan adalah tentang bagaimana setiap pihak dapat mengambil peran agar masyarakat memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berdiri lebih mandiri.

Dan melalui “Ruang Cerita Ibu”, Srikandi PLN UIW NTB mencoba menjadikan percakapan sebagai awal dari proses tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dari NTB untuk Generasi Masa Depan, Bank NTB Syariah Sabet Penghargaan KEJAR Terbaik di Kawasan Timur Indonesia
Dari Hotel ke Destinasi Wisata, Kolaborasi PLN-Lombok Garden Hotel Bangun Ekosistem EV di Pulau Lombok
Bank NTB Syariah dan UNIZAR Satukan Kekuatan, Kolaborasi Pendidikan hingga Pengabdian untuk Kemajuan NTB
Gilimanuk Jadi Titik Awal Revolusi Energi Surya, Bali Disiapkan Punya 1.000 MWp PLTS
Tak Sekedar Menyalurkan Bantuan, Bank NTB Syariah Kawal Kebutuhan Warga Terdampak Kebakaran Sade
Dari Keandalan Listrik hingga Kepedulian Sosial, PLN UP3 Sumbawa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Kampus Jangan Hanya Jadi Penonton, DEN Dorong Universitas Mataram Jadi Motor Riset Energi NTB
Ketika Pelayanan PLN Menyentuh Sisi Kemanusiaan, Dari Listrik Andal hingga Kepedulian bagi Veteran Sumbawa

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:55 WITA

Dari Hotel ke Destinasi Wisata, Kolaborasi PLN-Lombok Garden Hotel Bangun Ekosistem EV di Pulau Lombok

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:29 WITA

Bank NTB Syariah dan UNIZAR Satukan Kekuatan, Kolaborasi Pendidikan hingga Pengabdian untuk Kemajuan NTB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:51 WITA

Gilimanuk Jadi Titik Awal Revolusi Energi Surya, Bali Disiapkan Punya 1.000 MWp PLTS

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:19 WITA

Tak Sekedar Menyalurkan Bantuan, Bank NTB Syariah Kawal Kebutuhan Warga Terdampak Kebakaran Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:46 WITA

Dari Keandalan Listrik hingga Kepedulian Sosial, PLN UP3 Sumbawa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:35 WITA

Kampus Jangan Hanya Jadi Penonton, DEN Dorong Universitas Mataram Jadi Motor Riset Energi NTB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:30 WITA

Ketika PLN, Pemerintah dan Pelaku Usaha Duduk Bersama, “Ruang Cerita Ibu” Jadi Titik Temu Pemberdayaan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:13 WITA

Ketika Pelayanan PLN Menyentuh Sisi Kemanusiaan, Dari Listrik Andal hingga Kepedulian bagi Veteran Sumbawa

Berita Terbaru