Home / NTB

Menjelang Idul Adha, 30 Ribu Hewan Ternak NTB Tembus Pasar Nasional, Karantina Pastikan Bebas PMK

- Wartawan

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karantina NTB, Amirullah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media terkait peningkatan pengiriman ternak menjelang Iduladha di Mataram.(Foto.Istimewa)

Karantina NTB, Amirullah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media terkait peningkatan pengiriman ternak menjelang Iduladha di Mataram.(Foto.Istimewa)

MATARAM Halontb.com – Arus pengiriman hewan ternak dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan signifikan menjelang Iduladha 1445 H. Otoritas Karantina mencatat, hingga akhir April 2024, lebih dari 26.000 ekor ternak telah diberangkatkan, dengan estimasi total mencapai 30.000 ekor pada puncak musim kurban tahun ini.

Kepala Karantina NTB, drh. ina Soelistyani, melalui Ketua Tim Kerja Karantina Hewan, Amirullah, mengungkapkan bahwa mayoritas komoditas yang dikirim adalah sapi potong yang berasal dari lima wilayah utama di Pulau Sumbawa, yakni Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa, dan Sumbawa Barat.

“Sampai dengan tanggal 27 April kemarin, data riil yang sudah tersertifikasi keluar mencapai 25.974 ekor. Jika dikalkulasi dengan pengiriman ke wilayah non-Jabodetabek seperti Lampung, Kalimantan, Sulawesi, hingga Lombok, totalnya diperkirakan menyentuh angka 30.000 ekor,” ujar Amirullah saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (5/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun ini, NTB mencatatkan kenaikan kuota pengiriman ternak menjadi 52.900 ekor, meningkat dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 49.000 ekor. Amirullah menyebut para peternak dan pelaku usaha menunjukkan antusiasme tinggi, namun tetap patuh pada regulasi kesehatan hewan yang ketat.

Untuk menjamin keamanan konsumen di daerah tujuan, setiap hewan yang dilalulintaskan wajib melewati serangkaian prosedur karantina. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit menular yang menjadi atensi pemerintah, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

“Semua sudah melalui pemeriksaan fisik, masa karantina, hingga uji laboratorium PCR PMK. Kami memastikan hanya hewan yang sehat dan layak yang mendapatkan sertifikasi untuk berangkat. Jika ditemukan gejala klinis atau kondisi lemas saat pemeriksaan, tidak akan kami berangkatkan,” tegasnya.

Kemudian terkait kepatuhan administrasi, Amirullah mengapresiasi kesadaran para pelaku usaha di NTB. Hingga saat ini, pihak Karantina tidak menemukan adanya pengiriman ilegal atau tanpa dokumen. Ketegasan pengawasan di pelabuhan tujuan, seperti di Jawa Timur, menjadi faktor kunci yang membuat peternak tidak berani berspekulasi.

“Data yang keluar dari sini langsung kami kirim ke Jawa Timur. Jika ada ketidaksesuaian jumlah atau dokumen di sana, risikonya ditahan. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada temuan pelanggaran,” tambahnya.

Masa puncak pengiriman ternak untuk kebutuhan Iduladha dilaporkan telah terlewati pada 25-26 April lalu. Meski sempat terjadi penumpukan akibat berbarengan dengan musim panen jagung yang memicu kepadatan logistik, situasi berhasil diatasi berkat koordinasi tim Satgas lintas instansi.

Sinergi tersebut melibatkan Dinas Peternakan, Kepolisian (Polres), KSOP, Perhubungan, BPBD, Pelindo, ASDP, hingga TNI (Babinsa). Pola pengaturan arus kendaraan dari Pelabuhan Tano ke Pelabuhan Gili Mas dilakukan secara fluktuatif untuk mencegah kemacetan panjang.

“Estimasi kami, pengiriman khusus untuk Iduladha akan berakhir sekitar tanggal 13 Mei mendatang, atau 10 hari sebelum hari raya. Setelah itu, pengiriman akan kembali ke jalur reguler untuk memasok kebutuhan daging nasional hingga akhir tahun,” pungkas Amirullah.

Dengan pengawasan berlapis dan koordinasi yang solid, otoritas karantina menjamin bahwa stok hewan kurban asal NTB yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memiliki legalitas yang sah.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita : Taufik Nagata

Berita Terkait

Pedagang Cilok Asal Gerung Lombok Barat Berangkat Haji Setelah 34 Tahun Menabung
393 Jemaah Haji Kloter 10 Asal Mataram Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci
Baru Saja Tiba, Seorang Jemaah Haji Kloter 5 Asal Mataram Dideportasi oleh Otoritas Arab Saudi
KNPI NTB Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntut Stabilitas Harga
Peringatan May Day 2026: Gubernur Iqbal Tegaskan Serikat Buruh Adalah Mitra Strategis Kebijakan NTB.
Proyek Optimalisasi SPAM Semongkat Sumbawa Resmi Dikontrak, PT Duta Abadi Kantongi Rp19,3 Miliar untuk Layani 12 Ribu SR
Hilang Saat Berenang, WNA Asal India Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Gili Air
Hingga Hari ke-10, 2.722 Jemaah Haji Asal NTB Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:26 WITA

Menjelang Idul Adha, 30 Ribu Hewan Ternak NTB Tembus Pasar Nasional, Karantina Pastikan Bebas PMK

Senin, 4 Mei 2026 - 08:06 WITA

Pedagang Cilok Asal Gerung Lombok Barat Berangkat Haji Setelah 34 Tahun Menabung

Senin, 4 Mei 2026 - 04:55 WITA

393 Jemaah Haji Kloter 10 Asal Mataram Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:53 WITA

KNPI NTB Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntut Stabilitas Harga

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:45 WITA

Peringatan May Day 2026: Gubernur Iqbal Tegaskan Serikat Buruh Adalah Mitra Strategis Kebijakan NTB.

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:31 WITA

Proyek Optimalisasi SPAM Semongkat Sumbawa Resmi Dikontrak, PT Duta Abadi Kantongi Rp19,3 Miliar untuk Layani 12 Ribu SR

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:37 WITA

Hilang Saat Berenang, WNA Asal India Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Gili Air

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:31 WITA

Hingga Hari ke-10, 2.722 Jemaah Haji Asal NTB Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Berita Terbaru