Lombok Barat, Halontb.com — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat kembali mempertegas posisinya sebagai lumbung prestasi non-akademik di Nusa Tenggara Barat. Dua atlet pencak silat andalannya, Taufik Muhammad Firdaus Bawazir (Kelas X A) dan Dimas Andhika Mustofa (Kelas X E), sukses mengamankan podium Juara II dalam ajang bergengsi Mataram Open Pencak Silat Tournament 2026.
Kompetisi yang mempertemukan ratusan pesilat berbakat se-Nusa Tenggara Barat ini berlangsung selama tiga hari, 24–26 April 2026, di GOR 17 Desember, Mataram. Turnamen ini menjadi barometer pembinaan atlet muda di wilayah NTB guna menjaring bibit-bibit potensial menuju level nasional.
Taufik dan Dimas tampil impresif sejak babak penyisihan hingga mencapai partai puncak. Keduanya dinilai unggul dalam penguasaan teknik, ketahanan fisik yang stabil, serta kematangan strategi saat menghadapi lawan di gelanggang. Meski harus puas di posisi kedua, capaian ini dianggap sebagai prestasi prestisius mengingat ketatnya persaingan antar-perguruan dan sekolah di ajang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi kedua siswanya. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari ekosistem pendidikan madrasah yang seimbang antara akademik dan pengembangan bakat.
“Kami sangat bangga. Ini adalah bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing di level kompetisi yang kompetitif. Semoga ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengasah potensi dengan disiplin tinggi,” ujar H. Kemas Burhan dalam keterangan resminya.
Pembina Ekstrakurikuler Pencak Silat MAN Lombok Barat, M. Haezan, menekankan bahwa raihan medali perak ini bukanlah keberuntungan semata, melainkan hasil dari latihan spartan yang dijalani kedua siswa tersebut.
“Keduanya memiliki semangat juang yang luar biasa. Mereka disiplin dalam setiap sesi latihan dan selalu terbuka terhadap evaluasi teknik. Hasil ini adalah buah dari proses panjang yang mereka jalani dengan sungguh-sungguh,” ungkap Haezan.
Senada dengan pembina, Taufik Muhammad Firdaus Bawazir mengaku bersyukur atas pencapaiannya. Ia menganggap medali ini sebagai batu loncatan untuk meraih emas di turnamen mendatang.
“Alhamdulillah, ini pengalaman berharga. Saya akan berlatih lebih keras lagi untuk mencapai hasil maksimal di masa depan,” kata Taufik.
Sementara itu, Dimas Andhika Mustofa mempersembahkan kemenangan ini untuk seluruh civitas akademika madrasah. “Terima kasih atas dukungan kepala madrasah, pelatih, dan teman-teman. Prestasi ini memacu saya untuk terus berkembang,” tambahnya.
Prestasi di ajang Mataram Open 2026 ini menambah deretan trofi di lemari prestasi MAN Lombok Barat. Selama ini, madrasah tersebut memang dikenal konsisten melahirkan atlet pencak silat yang mampu berbicara banyak di tingkat provinsi maupun nasional.
Dengan semangat Bertanding Terhormat, Berprestasi Bermartabat, MAN Lombok Barat terus berkomitmen menyediakan wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang tangguh, sportif, dan berintegritas.
Editor : Reza
Sumber Berita : Taufik Natanagara











