Hasil Identifikasi Polres Lombok Barat: Kematian Pria di Banyumulek Murni Bunuh Diri

- Wartawan

Rabu, 22 April 2026 - 02:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah pria yang tergantung di pohon mangga di Banyumulek, Lombok Barat.(Foto: Istimewa)

Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah pria yang tergantung di pohon mangga di Banyumulek, Lombok Barat.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Masyarakat Dusun Banyumulek Timur, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat mendadak gempar dengan penemuan sesosok jenazah pria yang ditemukan dalam kondisi tergantung pada sebatang pohon mangga, Minggu (19/4/2026).

Peristiwa yang terjadi di halaman rumah korban ini langsung ditangani oleh jajaran Polres Lombok Barat guna memastikan penyebab pasti kematian.

Pihak kepolisian yang menerima laporan segera menerjunkan tim identifikasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi-saksi di lokasi, korban diketahui berinisial J (38), seorang pria yang tercatat memiliki alamat KTP di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, namun saat ini berdomisili di Desa Banyumulek.

Peristiwa tragis ini mulai terungkap ketika saksi mata, berinisial SA (55), yang merupakan tetangga korban, menerima panggilan telepon dari istri korban, inisial NU.

Istri korban saat ini diketahui tengah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura.

Dalam percakapan telepon tersebut, sang istri merasa khawatir setelah sempat terlibat perselisihan melalui pesan singkat dengan suaminya.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Plh. Kasat Reskrim Ipda Muh. Abdullah S.Kom, menjelaskan bahwa korban sempat mengirimkan ancaman melalui telepon genggamnya sebelum peristiwa itu terjadi.

“Istri korban meminta tolong kepada saksi untuk mengecek kondisi suaminya, karena sebelumnya mereka terlibat pertengkaran melalui WhatsApp dan korban mengancam akan mengakhiri hidupnya,” ujar Ipda Muh. Abdullah.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, saksi segera mendatangi rumah korban. Namun, setibanya di lokasi, saksi menemukan gerbang rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.

Saat mencoba mengintip ke arah halaman, saksi dikagetkan dengan pemandangan korban yang sudah dalam posisi tergantung pada pohon mangga setinggi kurang lebih 2,2 meter menggunakan tali nilon berwarna hijau.

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lombok Barat yang tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WITA langsung melakukan sterilisasi area dan mengumpulkan barang bukti.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Aerox milik korban dan sebuah telepon genggam merk Infinix yang masih terpasang di motor.

Hal yang cukup menyita perhatian petugas adalah posisi telepon genggam tersebut. Ponsel milik korban ditemukan menghadap ke arahnya dalam kondisi layar menyala.

Memperlihatkan percakapan terakhir dengan seseorang yang dinamai ‘Malikat Maut’, yang dikonfirmasi merupakan kontak sang istri.

Polisi menduga korban sengaja menempatkan ponsel tersebut untuk menunjukkan tindakannya kepada sang istri.

Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram guna menjalani Visum Et Repertum.

Meskipun pihak kepolisian menyarankan autopsi menyeluruh, pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan hanya menyetujui pemeriksaan luar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis secara lisan dari dokter Rumah Sakit Bhayangkara, Tim medis juga menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban. Dengan estimasi waktu kematian di bawah enam jam sebelum pemeriksaan.

Berdasarkan rangkaian penyelidikan, olah TKP, dan keterangan saksi-saksi, pihak kepolisian menyimpulkan sementara bahwa kematian korban merupakan murni tindakan bunuh diri.

“Berdasarkan hasil cek TKP, bukti chat WhatsApp, serta keterangan dokter, dapat kami simpulkan bahwa peristiwa meninggalnya saudara J murni akibat gantung diri. Diduga kuat dipicu oleh permasalahan dengan istrinya yang sedang bekerja di luar negeri,” tutup Ipda Muh. Abdullah S.Kom.

Saat ini, pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman setelah seluruh prosedur identifikasi dan visum luar selesai dilakukan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu ketertiban umum terkait peristiwa ini.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah
Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan
Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah
Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara
Laka Lantas Turun 15 Persen, Polres Lombok Barat Perketat Penindakan dan Edukasi Pengendara
Polres Lombok Barat Amankan Pemuda Bawa Sajam dan 29 Motor Diduga untuk Balap Liar
Ditresnarkoba Polda NTB Bongkar Jaringan Narkoba Karang Bagu, Belasan Terduga Pelaku dan Barang Bukti Sabu Diamankan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:33 WITA

Hari Pelanggan Nasional, ASDP Lembar Sapa Penumpang Lewat Aksi Sosial dan Perkuat Layanan

Senin, 25 Mei 2026 - 09:42 WITA

Arus Mudik Idul Adha di Pelabuhan Lembar Masih Landai, ASDP Pastikan Penyeberangan Normal

Berita Terbaru