Mataram,Halontb.com – Bank NTB Syariah memberikan klarifikasi komprehensif terkait penurunan laba yang terjadi dalam laporan keuangan terbarunya. Alih-alih mencerminkan penurunan performa, kondisi tersebut justru menutupi pertumbuhan nyata yang terjadi di hampir seluruh lini operasional.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa penurunan laba lebih disebabkan oleh dua faktor utama: lamanya proses maintenance layanan digital M-Banking serta peningkatan pencadangan terhadap pembiayaan bermasalah sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian.
Menurutnya, kedua faktor tersebut bersifat temporer dan tidak mencerminkan kondisi bisnis inti bank secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kita lihat secara operasional murni, kinerja kita justru tumbuh. Bahkan potensi laba bisa mencapai hampir Rp250 miliar,” ungkapnya.
Sebagai gambaran, pada tahun sebelumnya Bank NTB Syariah mencatat laba sebesar Rp215 miliar. Artinya, tanpa beban tambahan tersebut, bank sebenarnya berada dalam tren peningkatan yang cukup kuat.
Lebih menarik lagi, performa positif tidak hanya terjadi di level pusat, tetapi juga merata hingga ke unit-unit kerja. Dari total 41 unit kerja yang tersebar, sekitar 95 persen menunjukkan pertumbuhan secara year-on-year.
Hal ini mencerminkan bahwa aktivitas bisnis bank tetap dinamis dan berkembang, baik dari sisi penyaluran pembiayaan, penghimpunan dana, maupun layanan kepada nasabah.
Nazaruddin menilai, kondisi ini menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang dijalankan selama ini tetap berada di jalur yang tepat. Ia juga optimistis bahwa setelah fase penyesuaian ini selesai, kinerja laba akan kembali mencerminkan kekuatan operasional yang sesungguhnya.
“Secara fundamental kita kuat. Ini hanya soal waktu hingga angka laba kembali mencerminkan kinerja riil yang ada,” pungkasnya.







