Mataram,Halontb.com – Peluang mendapatkan pembiayaan usaha tanpa bunga kini semakin terbuka bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Bank NTB Syariah tengah mempersiapkan reaktivasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan sistem yang lebih modern, cepat, dan berpotensi berbunga nol persen.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengungkapkan bahwa saat ini proses integrasi dengan platform nasional Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sedang berlangsung. Sistem ini menjadi tulang punggung penyaluran KUR secara nasional.
Menurutnya, tantangan utama adalah memulihkan koneksi yang sempat terputus akibat program KUR yang tidak berjalan selama tujuh tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena lama tidak digunakan, sistem kita terputus. Jadi sekarang harus dibangun ulang dan dikoneksikan kembali,” ujarnya.
Meski begitu, seluruh persiapan administratif telah rampung, termasuk MoU dengan pemerintah pusat. Hal ini menunjukkan bahwa dari sisi regulasi dan kesiapan platform, Bank NTB Syariah telah berada di jalur yang tepat.
Yang menarik, pemerintah daerah berencana memberikan subsidi bunga penuh terhadap KUR. Jika kebijakan ini terealisasi, maka bunga sebesar 6 persen akan ditanggung pemerintah, sehingga masyarakat dapat menikmati pembiayaan dengan bunga nol persen.
Selain itu, fleksibilitas pengajuan juga diperluas. Berbagai jenis usaha kini memiliki peluang yang sama untuk mengakses KUR, tanpa pembatasan yang terlalu ketat seperti sebelumnya.
Namun, Bank NTB Syariah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pengajuan baru akan dibuka setelah sistem benar-benar siap, guna menghindari penumpukan dan keterlambatan proses.
“Kita ingin layanan cepat. Targetnya dua sampai tiga hari sudah selesai,” tegas Nazaruddin.
Dengan target operasional pada April 2026, program KUR ini diyakini tidak hanya menjadi solusi pembiayaan, tetapi juga motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi NTB, khususnya di sektor UMKM dan peternakan.







