IPR Jalan di Tempat, Koalisi Pemuda NTB Semprot Pemprov: Jangan Cuma Obral Janji Manis!

- Wartawan

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Koalisi Pemuda NTB Taufiq Hidayat menyampaikan tuntutan terkait kepastian hukum bagi penambang rakyat dalam hearing bersama pemerintah daerah.(Foto istimewa)

Ketua Koalisi Pemuda NTB Taufiq Hidayat menyampaikan tuntutan terkait kepastian hukum bagi penambang rakyat dalam hearing bersama pemerintah daerah.(Foto istimewa)

MATARAM ,Halontb.com – Persoalan legalitas pertambangan rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memanas. Koalisi Pemuda NTB mendatangi Kantor Gubernur di Mataram pada Rabu (25/2/2026) untuk menggelar audiensi (hearing) kedua guna menagih komitmen Pemerintah Provinsi terkait penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Kedatangan ini merupakan buntut dari pertemuan pertama pada 11 Februari 2026 yang dinilai belum membuahkan hasil konkret. Koalisi menilai Pemprov NTB lamban dalam merespons jeritan para penambang lokal yang kini berada dalam ketidakpastian hukum.

Ketua Koalisi Pemuda NTB, Taufiq Hidayat, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas minimnya progres pasca-pertemuan pertama. Ia menuding pihak pemerintah hanya memberikan janji manis tanpa eksekusi lapangan yang nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada pertemuan 11 Februari lalu, Pemprov berkomitmen memanggil pihak koperasi tambang untuk menyelesaikan sengketa dan kendala teknis. Namun, hingga hari ini, kami tidak melihat adanya tindak lanjut. Komitmen itu seolah menguap begitu saja,” tegas Taufik dalam pernyataan resminya di Mataram.

Dalam audiensi tersebut, Taufik memberikan kritik pedas terkait birokrasi di NTB yang dianggap terlalu kaku dan berbelit. Ia membandingkan langkah Pemprov NTB dengan Pemerintah Provinsi Maluku yang dinilai jauh lebih progresif dalam memayungi masyarakat kecil.

Perwakilan Koalisi Pemuda NTB saat menggelar audiensi di Kantor Gubernur NTB, Mataram, menuntut percepatan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat.(Foto istimewa)

“Di Maluku, IPR diterbitkan terlebih dahulu agar masyarakat bisa bekerja secara legal dan tenang, baru kemudian regulasi daerahnya disempurnakan secara bertahap. Ini soal keberpihakan,” ujar Taufiq.

Ia menambahkan bahwa lambatnya izin ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat bawah. Tanpa IPR, masyarakat kecil yang menggantungkan hidup di sektor tambang terus dihantui risiko pidana dan konflik lahan.

Koalisi Pemuda NTB menyampaikan tiga poin utama dalam tuntutan mereka:
1. Realisasi Segera: Mendesak Gubernur NTB untuk memerintahkan jajaran terkait segera memanggil koperasi tambang sesuai janji sebelumnya.
2. Reformasi Prosedur: Menuntut penyederhanaan administratif dalam penerbitan IPR agar lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.
3. Kepastian Hukum: Memberikan perlindungan bagi penambang rakyat agar tidak terus berada dalam zona “ilegal” yang merugikan.

Koalisi menegaskan akan terus mengawal proses ini secara ketat. Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan signifikan, mereka mengancam akan menggelar aksi massa yang lebih besar sebagai bentuk protes atas kelambanan pemerintah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Resmi! Gajah Muda Nusantara Akan Gelar Kongres Nasional Perdana di NTB
Ketua Umum Laskar Gibran Bertemu Wapres Gibran, Laporkan Program Strategis dan Penguatan Peran Pemuda
Safari Ramadan di Central HWM Center, Wabup Sumbawa Barat Hj. Hanipah Serahkan Bantuan untuk Petugas Kebersihan dan Ajak Warga Jaga Lingkungan
Refleksi Setahun Kepemimpinan Amar–Hanipah: Turunkan Stunting, Perkuat KSB Maju
Laskar Gibran Gelar Konsolidasi Nasional Daring, Ranggalawe: Perkuat Barisan Hingga Akar Rumput
Lalu Winengan Ingatkan Pengurus DPD KNPI Melalui Pesan Menohok, Ini Isinya !
Potret Nakhoda Baru: Daud Gerung Resmi Dilantik Jadi Ketua DPD KNPI NTB 2025–2028
Advokat Senior NTB Soroti Tim Ahli Gubernur, Dinilai Melampaui Kewenangan OPD

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 04:03 WITA

Menteri Haji dan Umrah Tekankan Profesionalisme Petugas di Pelantikan Serentak PPIH 2026

Rabu, 15 April 2026 - 10:51 WITA

Pemkab Lombok Barat Gandeng DPRD dan Aparatur Kelurahan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak

Rabu, 15 April 2026 - 10:43 WITA

Perkuat Transformasi Digital, Pemprov NTB Sinkronkan Data Daerah hingga Level Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 07:10 WITA

Transparansi Mulai Terbuka, Proyek IPAL Mataram Masuk Babak Baru dengan Pengawasan Ketat

Selasa, 14 April 2026 - 09:24 WITA

Menuju NTB Satu Digit: Ikhtiar Pemerintah Menata Masa Depan Lewat Kolaborasi

Selasa, 7 April 2026 - 13:58 WITA

Jalan Lendang Re–Menjut Mangkrak Usai Tambahan 50 Hari, Warga Sekotong Geram: “Kami Butuh Aksi, Bukan Janji”

Senin, 6 April 2026 - 13:40 WITA

Perempuan Asal Mataram Hanyut di Sungai Tibu Ijo Lobar, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Minggu, 5 April 2026 - 11:16 WITA

Polsek Batulayar Siaga Tangani Banjir di Jalur Senggigi

Berita Terbaru