LOMBOK BARAT, Halontb.com – Perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE)/2026 yang digelar umat Budhayana di Vihara Virya Dharma, Dusun Batu Petak, Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Senin (1/6/2026), berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan.
Momentum keagamaan tersebut juga menjadi ajang memperkuat tali persaudaraan antarumat beragama melalui kehadiran berbagai tokoh masyarakat.
Salah satu tokoh yang turut hadir dalam perayaan tersebut adalah H. Lalu Daryadi, yang akrab disapa Miq Tuan Dar. Kehadiran tokoh masyarakat Lombok Barat itu mendapat sambutan hangat dari keluarga besar umat Budhayana yang mengikuti rangkaian perayaan Waisak di Vihara Virya Dharma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi umat Budhayana, kehadiran Miq Tuan Dar tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap perayaan keagamaan yang sedang berlangsung, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Lombok Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Miq Tuan Dar menyempatkan diri bersilaturahmi dan berdialog dengan sejumlah tokoh umat Buddha. Ia bertemu dengan Ketua Perma Bhudi Lombok Barat serta Sekretaris Perma Bhudi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna mempererat komunikasi dan memperkuat hubungan baik antar elemen masyarakat.
Suasana penuh keakraban tampak mewarnai pertemuan tersebut. Berbagai pihak yang hadir menilai bahwa komunikasi dan kebersamaan lintas agama merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persatuan di daerah.
Salah satu tokoh umat Buddha, Romo Ajuna Guna Derap, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Miq Tuan Dar dalam perayaan Tri Suci Waisak tahun ini.
Menurutnya, kehadiran Miq Tuan Dar memberikan kebahagiaan tersendiri bagi umat Budhayana dan menjadi simbol nyata toleransi yang terus terjaga di Lombok Barat.
“Kehadiran Bapak Haji Lalu Daryadi (Miq Tuan Dar) menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaan bagi masyarakat umat Budhayana. Sikap beliau yang hadir dan berbaur bersama umat dalam perayaan ini merupakan bentuk nyata toleransi yang sangat kami hargai,” ujar Romo Ajuna Guna Derap.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai saling menghormati antarumat beragama merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.
Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Vihara Virya Dharma sendiri berlangsung dengan penuh khidmat melalui berbagai rangkaian kegiatan keagamaan dan doa bersama.
Selain menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat semangat persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong antarwarga.
Kehadiran Miq Tuan Dar dalam perayaan tersebut dinilai sebagai cerminan nyata semangat kebangsaan yang menempatkan keberagaman sebagai kekuatan.
Di tengah masyarakat yang majemuk, sikap saling menghormati dan mendukung perayaan keagamaan antarumat menjadi salah satu kunci dalam menjaga kerukunan dan persatuan.
Masyarakat berharap semangat toleransi yang ditunjukkan dalam perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 ini dapat terus terpelihara dan menjadi teladan bagi generasi muda dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, damai, dan saling menghargai di Kabupaten Lombok Barat maupun di Nusa Tenggara Barat secara umum.











