Sementara Ketua Komisi IV DPRD, Achmad Fuaddi mengatakan, bahwa ruas jalan Pusuk KM 16 yang ambrol ini merupakan bagian dari proyek percepatan jalan dengan sistem tahun jamak. “Diduga mengalami kerusakan akibat terjangan air yang diakibatkan adanya curah hujan yang tinggi, sehingga berdampak tergerusnya pondasi pada bahu jalan,” jelasnya.
Fuaddi juga mengaku pihaknya sudah turun mengecek kerusakan di ruas jalan Pusuk KM 16 tersebut, untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang khawatir dengan kondisi jalan tersebut.
Sedangkan Rofizal, pemilik kios atau warung di samping lokasi ambruknya jalan Pusuk KM 16, menceritakan bahwa seminggu sebelum kejadian, jalur jalan Pusuk memang ramai dilalui oleh kendaraan-kendaraan dengan tonase berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena banyak truk dengan muatan berat yang lewat, trotoar di sisi jalan menjadi terangkat. Celah yang retak di trotoar itulah, yang ketika terjadi hujan deras, dialiri air, dan lama-kelamaan karena tidak kuat akhirnya longsor,” jelas Rofizal, seraya berharap kerusakan jalan ini segera diperbaiki.

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa lalu (7/3), akibat curah hujan yang lebat dan lama, membuat jalur jalan Pusuk menuju Kabupaten Lombok Utara (KLU), di dekat tikungan Gunung Malang, tepatnya di KM 16, mengalami longsor.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







