Pihaknya juga sudah melakukan pemasangan rambu-rambu jalan, barrier atau pengaman jalan, dan juga police line. “Hal itu sudah kita lakukan, disamping melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Dinas Perhubungan dan BPBD, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Lies.
Berkaitan dengan proses perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan, akibat adanya bencana alam (hujan deras) tersebut. Pihaknya juga langsung melakukan pengukuran di area lokasi, dan meminta bantuan perencanaan dari konsultan jalan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), sebagai salah satu bentuk sharing ide dan gagasan perencanaan yang terbaik, untuk memperbaiki tebing jalan yang tergerus akibat air hujan tersebut.
“Sebab, jika menggunakan bronjong terasering itu sudah tidak efektif lagi dengan kondisi kontur tanah di lokasi tersebut,” terang Lies.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak rekanan hari ini juga telah mulai menurunkan alat beratnya, dan akan bekerja untuk mencari tanah dasarnya. “Setelah itu, nanti pekerjaannya akan menggunakan konstruksi terasering beton, dan yang kedua menggunakan tanah yang dilapisi dengan geotekstil,” sebut Lies.
Untuk perkiraan anggaran yang akan dihabiskan untuk memperbaiki kerusakan tebing jalan itu sekitar Rp 800 juta. “Itu perkiraan sementara kami. Hitungan jelas anggarannya belum kami kalkulasi. Sumber anggarannya untuk sementara dari pihak pelaksana itu sendiri,” jelas Lies.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







